Emiten Migas Masih Rajin Berburu Tender

Senin, 01 Juli 2019 | 05:10 WIB
Emiten Migas Masih Rajin Berburu Tender
[]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten di sektor jasa minyak dan gas (migas) siap melanjutkan perburuan kontrak baru pada semester kedua tahun ini. Mereka masih yakin dengan potensi pertumbuhan bisnis tahun ini.

PT Elnusa Tbk (ELSA) sedang mengikuti tender di luar negeri. Sementara untuk di dalam negeri, mereka sedang mengerjakan survei seismik marine pada Blok North Sumatera Offshore bersama dengan sister company di bawah PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Hulu Energi.

Elnusa memang menangani sejumlah survei seismik darat dan laut. Tiga di antaranya di Sumatra, Sulawesi dan Jawa Timur. "Beberapa proyek jasa pengelolaan lapangan minyak, terutama untuk jasa berbasis non aset EPC (engineering, procurement and construction) and OM (operation and maintenance)," kata Wahyu Irfan, Head of Corporate Communications PT Elnusa Tbk saat dihubungi KONTAN, Kamis (27/6).

Adapun PT Perdana Karya Perkasa Tbk sedang mengikuti empat tender dengan total nilai Rp 230 miliar. Perusahaan berkode saham PKPK di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu yakin mampu memenangkan salah satu proyek.

Untung Haryono, Direktur Independen PT Perdana Karya Perkasa Tbk mengatakan, perolehan kontrak baru bakal secara signifikan mempengaruhi proyeksi kinerja mereka pada 2019. Targetnya tak muluk-muluk yakni lepas dari jerat kerugian.

Informasi saja, tahun lalu Perdana Karya Perkasa menangung rugi bersih sebesar Rp 3,74 miliar atau turun lebih dari 2,5 kali lipat ketimbang tahun 2017. Namun perlu diketahui, penurunan rugi bersih juga sejalan dengan penurunan pendapatan usaha.

Adapun PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mengincar kontrak baru sebesar Rp 3,6 triliun. Hingga Mei 2019, perusahaan tersebut sudah menggenggam kontrak anyar Rp 3,3 triliun.

Sofwan Farisyi, Direktur Utama PT Radiant Utama Interinsco Tbk mengatakan, sejumlah indikator makro akan mampu menunjang kinerja perusahaan. Salah satunya proyeksi harga minyak sepanjang tahun ini sebesar US$ 60 hingga US$ 70 per barel.

Chris Apriliony, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas menilai ada peluang pertumbuhan positif pada sektor migas tahun ini. Namun belakangan ini risiko volatilitas harga minyak meningkat. "Perlu efisiensi operasional sehingga profit semakin tinggi dan mengincar blok-blok yang masih dipegang oleh kontraktor luar," kata dia kepada KONTAN, Minggu (30/6).

Bagikan

Berita Terbaru

Kenaikan Yield US Treasury dan Suku Bunga Mengintai Pasar Keuangan
| Sabtu, 12 September 2026 | 13:59 WIB

Kenaikan Yield US Treasury dan Suku Bunga Mengintai Pasar Keuangan

Kenaikan yield US Treasury yang mendekati 5% dan kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) membayangi aset pasar negara berkembang

Gaji Manajer Koperasi Desa Jadi Beban Baru APBN
| Sabtu, 12 September 2026 | 09:18 WIB

Gaji Manajer Koperasi Desa Jadi Beban Baru APBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memastikan bahwa APBN akan menanggung gaji manajer KDMP selama dua tahun ke depan

Pertumbuhan AI di Indonesia
| Sabtu, 12 September 2026 | 09:10 WIB

Pertumbuhan AI di Indonesia

Belakangan ini, pasar modal kita kembali marak dengan tren baru. Bukan lagi dari emiten komoditi dan produk konsumer, tapi data center.

OneMed (OMED) Bidik Pertumbuhan Dua Digit
| Sabtu, 12 September 2026 | 09:02 WIB

OneMed (OMED) Bidik Pertumbuhan Dua Digit

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed memproyeksikan laju penjualan di semester dua bisa lebih kuat ketimbang paruh pertama.

Tomi Taufan, Direktur Mirae Sekuritas yang Disiplin Mengelola Risiko Investasi
| Sabtu, 12 September 2026 | 08:00 WIB

Tomi Taufan, Direktur Mirae Sekuritas yang Disiplin Mengelola Risiko Investasi

Keberhasilan mencapai target finansial lebih banyak ditentukan oleh kedisiplinan dalam mengelola alokasi aset

Peluang Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income Trap Masih Jauh
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:44 WIB

Peluang Indonesia Keluar dari Jebakan Middle Income Trap Masih Jauh

Dari kajian ADBI, probabilitas Indonesia keluar dari middle income trap di bawah ambang batas​      

Harga Minyak Panas, Fiskal Cemas
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:34 WIB

Harga Minyak Panas, Fiskal Cemas

Harga minyak Brent sempat hampir menyentuh level US$ 110 per barel pada Jumat (11/9)                

Kinerja Apik PT Timah (TINS) Incar Target Baru
| Sabtu, 12 September 2026 | 07:23 WIB

Kinerja Apik PT Timah (TINS) Incar Target Baru

Per Juni 2026, pendapatan TINS sudah mencapai Rp 10,4 triliun, tumbuh 147% secara tahunan. Laba bersih bahkan melesat 805% menjadi Rp 2,7 triliun.

Mengisi Ulang Energi dengan Jalan-Jalan dan Menunggang Kuda Besi
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:56 WIB

Mengisi Ulang Energi dengan Jalan-Jalan dan Menunggang Kuda Besi

Tomi mengaku gemar melakukan perjalanan sendiri. Baginya, motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan ruang untuk menemukan inspirasi.​

Rupiah Pekan Ini Masih Mendapat Bantalan dari Domestik
| Sabtu, 12 September 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Pekan Ini Masih Mendapat Bantalan dari Domestik

Sepekan ini pergerakan rupiah tertekan oleh penilaian ulang pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve 

INDEKS BERITA

Terpopuler