Emiten Percepat Ekspansi Kapasitas, Industri Data Center Masuk Fase Bertumbuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 19:28 WIB
Emiten Percepat Ekspansi Kapasitas, Industri Data Center Masuk Fase Bertumbuh
[ILUSTRASI. Data Center di PT Indonesia Super Corridor (ISC) (DOK/PT Indonesia Super Corridor (ISC))]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pusat data atawa data center Indonesia dikatakan tengah memasuki fase pertumbuhan akseleratif seiring lonjakan kebutuhan infrastruktur digital nasional. Hal tersebut ditandai dari upaya Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mematok target ambisius, yakni pembangunan kapasitas pusat data nasional mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, atau melonjak 91% dibandingkan target 2025 sebesar 1,47 watt per kapita.

Target tersebut tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029 dan akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga 6,87 watt per kapita pada 2029.

Jika dibandingkan dengan posisi awal 2025, kapasitas pusat data nasional dalam lima tahun ke depan direncanakan meningkat hampir lima kali lipat.

Baca Juga: Kebutuhan Data Center Tinggi, Prospek DCI Indonesia (DCII) Masih Seksi

Sejalan dengan roadmap pemerintah tersebut, sejumlah emiten data center yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti PT DCI Indonesia Tbk  (DCII), PT Indointernet Tbk. (EDGE), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melalui unit bisnisnya NeutraDC, mulai mempercepat ekspansi kapasitas pada 2026. Bahkan PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) juga turut terjun ke industri data center.

Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) juga memproyeksikan adanya penambahan kapasitas pusat data nasional sebesar 80–120 megawatt (MW) sepanjang 2026, mencerminkan optimisme industri terhadap pertumbuhan permintaan jangka menengah.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi menilai prospek industri data center Indonesia sangat positif dan berada dalam tren pertumbuhan struktural. Menurutnya, permintaan pusat data akan terus meningkat seiring penetrasi internet yang tinggi, adopsi komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), e-commerce, serta digitalisasi layanan publik dan UMKM.

“Target kapasitas pusat data hingga 2,81 watt per kapita pada 2026 menunjukkan peluang ekspansi yang besar, baik dari sisi penambahan kapasitas fisik maupun investasi teknologi digital nasional,” ujar Abida kepada KONTAN, Selasa (3/2).

Di antara emiten data center, Abida menilai DCII dan EDGE sebagai pemain terdepan di BEI yang fokus pada layanan data center komersial. DCII memiliki kapasitas relatif besar, ekspansi agresif, serta posisi pasar yang kuat. Sementara itu, EDGE didukung induk usaha global yang aktif membangun fasilitas hyperscale.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Volatilitas BUMN Karya Menggeliat, Saatnya Trading Cepat?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 11:00 WIB

Volatilitas BUMN Karya Menggeliat, Saatnya Trading Cepat?

Berdasarkan data statistik BEI per 25 Februari 2026, di indeks utama, kinerja IDX BUMN20 paling menonjol dengan kenaikan 9,55% sejak awal tahun.

Apa Saja yang Mesti Diperhatikan Sebelum Berburu Saham Bonus?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 10:00 WIB

Apa Saja yang Mesti Diperhatikan Sebelum Berburu Saham Bonus?

Saham bonus PT Bank Mega Tbk (MEGA) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham per 31 Desember 2025 senilai Rp 5,87 triliun.

Disuntik Mega Kontrak US$ 60 Juta, Saham CYBR Siap Melesat atau Masih Tertahan?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 09:25 WIB

Disuntik Mega Kontrak US$ 60 Juta, Saham CYBR Siap Melesat atau Masih Tertahan?

CYBR raih mega kontrak US$ 60 juta dan gandeng Infinix garap pasar ritel. Simak prospek fundamental dan target harga sahamnya.

Saham Telekomunikasi Kompak Rebound, Cek Rekomendasi dan Faktor Pendorongnya
| Kamis, 26 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Telekomunikasi Kompak Rebound, Cek Rekomendasi dan Faktor Pendorongnya

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menjadi operator dengan peningkatan harga saham tertinggi dalam sepekan terakhir, yakni mencapai 16,26%.

Rencana Ekspansi Data Center PGEO Tampak Manis, tapi Efeknya ke Laba Bakal Minimal
| Kamis, 26 Februari 2026 | 08:50 WIB

Rencana Ekspansi Data Center PGEO Tampak Manis, tapi Efeknya ke Laba Bakal Minimal

Mengingat PGEO mengembangkan spesifikasi green data center, bukan tak mungkin ongkos yang dibakar bakal jauh lebih fantastis.

Saham Happy Hapsoro Kompak Terbang, PADI Melejit 121%, Sinyal Cuan atau Jebakan?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 08:14 WIB

Saham Happy Hapsoro Kompak Terbang, PADI Melejit 121%, Sinyal Cuan atau Jebakan?

Kebangkitan saham-saham Happy Hapsoro merupakan hasil kombinasi sentimen teknikal, aksi korporasi, serta momentum pasar yang mulai membaik.

Kinerja Keuangan dan Saham ARKO Makin Kinclong Berkat Operasional PLTA Kukusan 2
| Kamis, 26 Februari 2026 | 08:05 WIB

Kinerja Keuangan dan Saham ARKO Makin Kinclong Berkat Operasional PLTA Kukusan 2

PLTA Kukusan 2 menyumbang sekitar 17,8% dari total estimasi produksi listrik PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) di 2026.

Saham Ritel Terjerembap! Gerai KDMP Siap Mengguyur Desa, Ancaman Bagi AMRT dan DNET?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 07:20 WIB

Saham Ritel Terjerembap! Gerai KDMP Siap Mengguyur Desa, Ancaman Bagi AMRT dan DNET?

Andai penetrasi KDMP makin masif, imbas paling telak adalah stagnasi SSSG gerai minimarket di kawasan pinggiran.

Masalah Tata Kelola Anak Usaha Menjadi Ujian Prospek BRMS, Investor Harus Bagaimana?
| Kamis, 26 Februari 2026 | 06:41 WIB

Masalah Tata Kelola Anak Usaha Menjadi Ujian Prospek BRMS, Investor Harus Bagaimana?

Pelemahan harga saham BRMS akhir-akhir ini lebih disebabkan sentimen sementara dan bukan perubahan arah fundamental.

Komoditas dan Perbankan Jadi Motor Kenaikan Emiten Danantara, Waspadai Juga Risikonya
| Kamis, 26 Februari 2026 | 06:35 WIB

Komoditas dan Perbankan Jadi Motor Kenaikan Emiten Danantara, Waspadai Juga Risikonya

Indeks ini cenderung diuntungkan dalam fase pasar yang mencari saham defensif dengan valuasi relatif murah dan dividen menarik.

INDEKS BERITA

Terpopuler