Emiten Sawit Menadah Berkah Pemberlakuan Program B50 Juli Mendatang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi kebijakan program biodiesel 50% (B50) yang digadang akan dilakukan pada Juli mendatang menyimpan berkah untuk emiten sawit tanah air.
Menteri Energi dan Sumber Daua Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini menyampaikan bahwa tahap uji coba B50 hampir rampung dan siap diimplementasikan sesuai dengan rencana.
"Uji coba masih terus berjalan pada berbagai peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, dan truk. Hasilnya cukup baik. Mulai 1 Juli, B50 akan diterapkan," paparnya sebagaimana dikutip dari pemberitaan KONTAN, Kamis (9/4).
Program B50 ini merupakan campuran 50% bahan bakar nabati yang berasal dari sawit atau CPO dengan 50% solar. Kebijakan ini konon mampu menghemat subsidi hingga Rp 48 triliun serta menekan impor BBM hingga 4 juta kiloliter per tahun.
Baca Juga: Antisipasi Dampak B50
Selain misi mulia tersebut, program B50 juga diharapkan bisa meningkatkan ketahanan energi nasional terhadap gemuruh harga energi global saat ini.
Para analis menyebut bahwa emiten sawit bersiap menadah berkah atas pemberlakuan B50 ini. Head of Research Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi bahkan mengatakan dampak implementasi program ini akan masif bagi kinerja emiten sawit.
Program ini diproyeksikan menyerap jutaan ton tambahan crude palm oil (CPO) per tahun, memangkas drastis ketersediaan pasokan untuk ekspor serta mengetatkan suplai CPO secara global yang berujung pada lonjakan harga.
"Pertumbuhan emiten sawit akan positif. Pendapatan bisa tumbuh stabil berkat kepastian kuota serapan domestik. Margin laba akan melebar karena kenaikan Harga Jual Rata-Rata (ASP) CPO yang mengkompensasi penurunan volume ekspor," ucap Wafi kepada Kontan, Kamis (9/4).
Senior Investment Analyst MIirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga mengindahkan pengamatan tersebut bahwa implementasi kebijakan B50 bakal menjadi katalis positif bagi peningkatan konsumsi domestik biodiesel.
