First Media Jual Saham Multipolar Technology (MLPT) Senilai Rp 94,90 miliar

Senin, 02 Agustus 2021 | 17:24 WIB
First Media Jual Saham Multipolar Technology (MLPT) Senilai Rp 94,90 miliar
[ILUSTRASI. Model berpose dekat layar digital dengan logo First Media sesaat setelah peluncuran produk X 1 Combo HD Packs di Jakarta, Selasa (10/2/2015). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/10/02/2015]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT First Media Tbk (KBLV) diketahui telah melego puluhan juta saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

Penjualan tersebut dilakukan di tengah upaya Lippo lewat First Media untuk menjual seluruh kepemilikannya di PT Link Net Tbk (LINK) kepada PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan Axiata Group Berhad.

Saham MLPT yang dijual First Media sebanyak 31.370.500 lembar. Jumlah sahamnya tersebut setara 1,67% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pada MLPT.

Harga jualnya di Rp 3.025 per saham, sehingga total nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 94,90 miliar.

 

 

Usai transaksi tersebut, kepemilikan First Media di MLPT menyusut menjadi 105.379.500 lembar, setara 5,62%.

Transaksi penjualan tersebut berlangsung pada 23 Juli 2021 dan dilaporkan manajemen First Media ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Agustus 2021.

Baca Juga: Batal Diakuisisi Grup MNC, Link Net (LINK) Akan Diakuisisi XL (EXCL) dan Axiata Group

Harianda Noerlan, Corporate Secretary PT First Media Tbk dalam laporan tersebut bilang, tujuan transaksi tersebut sebagai divestasi.

Penjualan saham MLPT itu berlangsung sepekan sebelum First Media dan Asia Link Dewa Pte. Ltd., meneken term sheet dengan PT XL Axiata Tbk dan Axiata Group Berhad.

 

 

Term sheet itu ditandangani sehubungan rencana penjualan 1.816.735.484 lembar, setara 66,03% dari jumlah modal yang disetor dan ditempatkan dalam LINK.

Sebanyak 29,04% diantaranya merupakan saham LINK yang dimiliki First Media. Lalu 36,99% lagi merupakan saham LINK yang dikuasai Asia Link Dewa Pte. Ltd.

Hingga saat ini para pihak masih melakukan negosiasi. Jika negosiasi tersebut rampung, barulah perjanjian definitif penjualan 66,03% saham LINK itu akan ditandatangani.

Selanjutnya: Northstar Dekap Saham Bundamedik (BMHS), Jalin Kerjasama Strategis

 

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Terjungkal, Dapen hingga Asuransi Tunggu Waktu yang Tepat untuk Menyerok Saham
| Jumat, 30 Januari 2026 | 05:35 WIB

IHSG Terjungkal, Dapen hingga Asuransi Tunggu Waktu yang Tepat untuk Menyerok Saham

Rontoknya IHSG dalam dua hari terakhir membuka kesempatan bagi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menyerok saham saat harganya jatuh

Target Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Menarik 9,59 Juta Pengunjung
| Jumat, 30 Januari 2026 | 05:20 WIB

Target Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Menarik 9,59 Juta Pengunjung

Pada bisnis eksisting, PJAA akan terus melakukan pembaruan tema kawasan, peningkatan kualitas wahana, dan penguatan pengalaman pengunjung.

IHSG Anjlok 8,33% dalam 2 Hari, Intip Prediksi Hari Terakhir Januari (30/1)
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:45 WIB

IHSG Anjlok 8,33% dalam 2 Hari, Intip Prediksi Hari Terakhir Januari (30/1)

Dalam dua hari penurunan saja, IHSG jatuh 8,33% setelah MSCI mengumumkan potensi penurunan status pasar saham Indonesia ke frontier market.

Pasar Jadi Gigit Jari, Pemerintah Percaya Diri
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:40 WIB

Pasar Jadi Gigit Jari, Pemerintah Percaya Diri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim tekanan bursa saham hanya sementara.                     

Awal 2026, Pajak Terancam Lesu dan Seret
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB

Awal 2026, Pajak Terancam Lesu dan Seret

 Diperkirakan pertumbuhannya berada di kisaran 1% hingga 5% secara tahunan.                              

Harga Emas Terus Mendaki, Industri Gadai Panen Transaksi
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB

Harga Emas Terus Mendaki, Industri Gadai Panen Transaksi

Industri gadai ikut menikmati cuan akibat semakin besarnya minat masyarakat dalam bertransaksi seiring kenaikan harga emas. 

Memahami Dampak Interim Freeze MSCI
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:23 WIB

Memahami Dampak Interim Freeze MSCI

Terbuka peluang membeli saham berfundamental bagus yang turun akibat kepanikan pasar, padahal saham itu tak benar-benar terimbas kebijakan MSCI.

Total Bangun Persada (TOTL) Memasang Target Konservatif
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:20 WIB

Total Bangun Persada (TOTL) Memasang Target Konservatif

TOTL membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp 5 triliun di sepanjang 2026. Proyeksi ini terbilang stabil dibandingkan tahun lalu..

Insentif Motor Listrik Absen pada Tahun Ini
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:10 WIB

Insentif Motor Listrik Absen pada Tahun Ini

Kemenperin menghitung biaya dan manfaat terhadap setiap usulan insentif, termasuk dampak terhadap perekonomian nasional.

MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi Taruhan
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:36 WIB

MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi Taruhan

MSCI frontal menyatakan bahwa pasar modal Indonesia tidak memberikan transparansi perihal data free float dan struktur kepemilikan saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler