Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita Opini

Gula yang Tak Manis Lagi

Oleh F. Rahardi - Pemerhati Agribisnis
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:10 WIB
 Gula yang Tak Manis Lagi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, belakangan ini gula tebu (gula pasir) berasa pahit. Sejak Februari 2020, pelan tapi pasti harga gula merayap naik, dari Rp 12.500 per kilogram, menjadi Rp 18.000 pada 10 Maret 2020.

Harga eceran gula Rp 12.500, merupakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020, tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. Permendag nomor 7 tahun 2020 itu ditandatangani Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada tanggal 5 Februari 2020; dan mulai berlaku saat diundangkan pada tanggal 10 Februari 2020. Ironisnya, sejak itu harga gula pasir justru merayap naik dan sulit terkendalikan. Ada pihak yang menduga, naiknya harga gula akibat aksi borong konsumen setelah merebaknya virus korona.

Ini Artikel Spesial
Hanya dengan berlangganan Rp 10.000 selama 30 hari Anda dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.
Sumber: Tabloid Kontan
IHSG
5.247,69
0.16%
8,44
LQ45
827,22
0.17%
1,41
USD/IDR
14.917
0,27
EMAS
1.035.000
0,48%

Baca juga