Gurita Danantara

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:11 WIB
Gurita Danantara
[ILUSTRASI. TAJUK - Djumyati Partawidjaja (KONTAN/Indra Surya)]
Djumyati Partawidjaja | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak orang di negeri ini sudah di tahap marah, melihat ugal-ugalannya Makan Bergizi Gratis. Semua orang juga paham, APBN kita ibarat orang tenggelam, sudah sulit “bernapas” kecuali ada anggaran belanja pemerintah yang dipangkas. Tapi sepertinya banyak orang lupa, pemerintahan Prabowo juga membentuk Danantara yang membawa risiko, jauh lebih besar. 

BPI Danantara yang berdiri Februari 2025 dijanjikan sebagai fajar baru kemandirian ekonomi Indonesia. CEO Rosan Roeslani menjanjikan transformasi pengelolaan BUMN setara Temasek dengan target imbal hasil di atas 10%. 

Namun hingga pertengahan 2026, yang tampak dari Danantara justru agresivitas penarikan dana gila-gilaan yang menyimpan bom waktu fiskal. Di awal berdiri, Danantara mengandalkan uang publik lewat suntikan modal awal Rp 300 triliun hasil efisiensi anggaran kementerian serta pengalihan dividen BUMN sebesar Rp150 triliun. 

Dampaknya, setoran PNBP ke kas negara merosot tajam. Kementerian Keuangan harus memutar otak mencari penambal defisit, salah satunya dengan mengetatkan pajak dan cukai. Jadi Danantara ini memindahkan beban fiskal langsung ke pundak pembayar pajak. 

Selanjutnya, model pendanaan Danantara sarat dengan manuver nonkomersial. Mereka mengumpulkan Rp 51,75 triliun lewat "Patriot Bond" bertarif kupon 2% pa dari 46 konglomerat. Bunga murah di bawah pasar ini bukanlah transaksi investasi murni, melainkan "premi loyalitas politik" para taipan demi mengamankan akses ke kekuasaan. 

Di saat bersamaan, Danantara juga menumpuk utang valas global secara massif: mulai dari kredit jangka menengah USD 1 miliar, hingga emisi obligasi global perdana USD 1,5 miliar. Penumpukan utang ini tentu saja membawa risiko sangat besar. Di atas kertas, pemerintah memang tidak menjamin utang Danantara. Tapi pasar mau membeli obligasi ini karena yakin adanya jaminan implisit dari negara. Jadi kalau saja proyek Danantara gagal, kedaulatan APBN jadi taruhan. 

Celakanya, sampai saat ini Danantara adalah kotak pandora. Kendali langsung di bawah Presiden dan bypass pengawasan DPR, Danantara jadi ruang gelap tata kelola yang rawan penyelewengan. 

Danantara kini boleh berdiri megah. Tapi tanpa transparansi dan tata kelola yang baik, superholding ini tidak akan menjadi Temasek-nya Indonesia, melainkan jangkar yang menyeret neraca keuangan negara ke dalam jurang krisis.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dirut KB Bank Kunardy Darma Lie: Percaya dengan Pertumbuhan Properti
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:41 WIB

Dirut KB Bank Kunardy Darma Lie: Percaya dengan Pertumbuhan Properti

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, bagikan strategi investasi aman. Pelajari cara kembangkan aset properti dan obligasi untuk masa depan.

Rencana Bisnis Akasha Wira (ADES): Masuk ke Bisnis Gummy demi Dorong Pendapatan
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:32 WIB

Rencana Bisnis Akasha Wira (ADES): Masuk ke Bisnis Gummy demi Dorong Pendapatan

ADES siap luncurkan permen gummy produksi sendiri mulai Q3-2026. Target pasar anak muda kini jadi incaran. Simak profil bisnisnya

Peringatan MSCI ke Pasar Indonesia
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Peringatan MSCI ke Pasar Indonesia

Peringkat 'information flow' Indonesia turun di MSCI, sinyal bahaya bagi investor. Ini alasan di balik kekhawatiran yang muncul.

Memperkuat Ekosistem Perdagangan Digital
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

Memperkuat Ekosistem Perdagangan Digital

Antisipasi risiko inovasi di platform e-commerce sangat membutuhkan keseimbangan agility dan keamanan.​

Mesin Pertumbuhan Baru
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mesin Pertumbuhan Baru

Event lari yang tengah hype bisa menghidupkan ekonomi daerah dan memperkuat perputaran uang di destinasi.

MSCI Turunkan 1 dari 18 Ukuran Aksesibilitas Indonesia, Status Emerging Masih Aman
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB

MSCI Turunkan 1 dari 18 Ukuran Aksesibilitas Indonesia, Status Emerging Masih Aman

Meski MSCI menyoroti arus informasi, Indonesia diprediksi lolos dari penurunan status. Apa sinyal penting di balik keputusan ini?

Bunga Tinggi Tekan Pertumbuhan Ekonomi
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:56 WIB

Bunga Tinggi Tekan Pertumbuhan Ekonomi

Kenaikan BI rate menahan ekonomi, namun pertumbuhan tetap bertahan di atas 5%.                          

Hatten Bali (WINE) Mengincar Pertumnbuhan 5%
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:00 WIB

Hatten Bali (WINE) Mengincar Pertumnbuhan 5%

WINE tengah memasuki fase pertumbuhan baru setelah mencatatkan kinerja solid sepanjang  tahun 2025 lalu.

Potensi Pajak MBG Capai Triliunan Rupiah
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:30 WIB

Potensi Pajak MBG Capai Triliunan Rupiah

Miliaran hingga triliunan rupiah potensi pajak dari program makan bergizi gratis siap mengalir. Pahami mengapa insentif ini jadi rebutan.

Jaga Efisiensi, Campina Ice Cream (CAMP) Tahan Ekspansi
| Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:00 WIB

Jaga Efisiensi, Campina Ice Cream (CAMP) Tahan Ekspansi

CAMP belum bisa memetakan tren penjualan secara pasti hingga akhir 2026, seiring kondisi ekonomi yang masih memengaruhi daya beli konsumen.

INDEKS BERITA

Terpopuler