Gusur Apple, Microsoft Kembali Jadi Perusahaan Publik Paling Berharga di AS

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:21 WIB
Gusur Apple, Microsoft Kembali Jadi Perusahaan Publik Paling Berharga di AS
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: Logo Microsoft terpajang di Issy-les-Moulineaux, dekat Paris, Prancis, 18 April 2016. REUTERS/Charles Platiau/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BENGALUR. Mahkota perusahaan publik paling berharga di dunia kembali berpindah pada akhir pekan ini. Penurunan harga saham sekitar 2% di bursa memaksa Apple Inc menyerahkan posisi perusahan publik paling berharga ke Microsoft Corp.

Penurunan harga saham Apple tidak lepas dari ketersendatan penjualan produsen iPhone itu. Masalah rantai pasok yang tak kunjung tuntas memangkas penjualan Apple di kuartal keempat. Nilai penjualan yang dibukukan Apple pun berada di bawah ekspektasi analis. 

Pimpinan Apple Tim Cook mengatakan dampak rantai pasok yang ketat akan lebih terlihat pada masa liburan, yang berlangsung di kuartal penjualan terakhir di tahun ini

"Dibandingkan dengan rekan-rekan FAANG yang tidak terlalu fokus terhadap piranti keras, Apple juga lebih rentan terhadap gangguan rantai pasokan," kata Sophie Lund-Yates, analis ekuitas di Hargreaves Lansdown.

Baca Juga: Wall Street turun jelang akhir pekan setelah musim laporan keuangan berakhir

Istilah FAANG merujuk ke lima saham teknologi terkemuka di bursa Amerika Serikat (AS), yaitu Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet, yang merupakan induk Google.

Saham Apple turun 1,8% untuk mengakhiri perdagangan Jumat (30/10) menjadi US$ 149,80 per saham, memberikan perusahaan itu nilai kapitalisasi pasar US$ 2,48 triliun. Sebaliknya, saham pembuat perangkat lunak Windows Microsoft menguat 2,2% ke rekor tertingginya, yaitu US$ 331,62 per saham. Nilai kapitalisasi pasar Microsoft pun mencapai US$ 2,49 triliun.

Apple, yang sempat menggulirkan pembelian kembali saham dengan nilai total US$ 421,7 miliar selama bertahun-tahun, mengumumkan kembali program serupa. Pada April lalu, Apple memulai kembali pembelian saham senilai US$ 90 miliar. Akibatnya, kumpulan saham yang beredar terus menyusut, dan perusahaan mengakhiri kuartal keempat fiskalnya dengan 16,4 miliar saham.

Baca Juga: Kinerja kuartalan Apple dan Amazon picu kekhawatiran pasar

Saham Microsoft telah melonjak 49% tahun ini, dengan permintaan yang disebabkan oleh pandemi untuk layanan berbasis cloud yang mendorong penjualan. Saham Apple telah naik 13% sepanjang tahun ini.

Nilai pasar saham Apple menyalip Microsoft sebagai perusahaan publik paling berharga pada 2010, setelah keberhasilan komersial iPhone. Perusahaan-perusahaan tersebut berulang kali bergantian mengisi posisi perusahaan paling berharga di Wall Street selama beberapa tahun terakhir. Apple memegang gelar tersebut sejak pertengahan 2020.

Analis mengatakan Apple telah mengelola masalah rantai pasokan dengan baik, tetapi dengan peringatan Cook tentang lebih banyak tekanan, pintu terbuka untuk memukul kinerjanya saat musim liburan dimulai.

Sebaliknya, Microsoft pada hari Selasa memperkirakan akhir yang kuat untuk tahun kalender. Tetapi juga memperingatkan bahwa kesengsaraan rantai pasokan akan terus mengganggu unit bisnisnya yang lain, seperti yang memproduksi laptop Surface dan konsol game Xbox.

Selanjutnya: Menyusul Perusahaan-perusahaan Energi Lain, Chevron Mengantongi Lonjakan Laba Bersih

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas
| Kamis, 12 Februari 2026 | 14:12 WIB

Anak Usaha Medco Energi (MEDC) Jadi Operator PSC Cendramas

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk mendapatkan Surat Penunjukan dari Petroliam Nasional Berhad untuk kontrak bagi hasil Cendramas.​

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:37 WIB

Prospek Emiten Nikel Terganjal Pemangkasan Kuota Produksi

Pembatasan kuota berpotensi menekan target volume penjualan bijih nikel emiten dalam jangka pendek. 

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

ASII Bidik Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Pada 2026

Untuk mempertahankan dominasi pasar, ASII akan konsisten fokus pada penyediaan produk, teknologi, dan layanan yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI
| Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

Saham Kena Depak MSCI, Dana Asing Lari Dari BEI

Dampak dari aksi rebalancing MSCI kali ini adalah pergerakan dana asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI)​.

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:30 WIB

Mengurai Dosa Ekologis di Konsesi Batubara Eks KPC untuk NU, Potensi Konflik Menganga

Konsesi batubara eks KPC yang diserahkan ke Nahdlatul Ulama (NU) berada di lahan yang sudah menjadi pemukiman dan 17.000 ha hutan sekunder. 

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel
| Kamis, 12 Februari 2026 | 10:00 WIB

Pemangkasan RKAB Berdampak Instan pada Pergerakan Saham Emiten Nikel

Industri sudah mengantisipasi penurunan RKAB hingga 250 juta ton, sehingga penetapan RKAB oleh pemerintah masih sedikit di atas ekspektasi awal.

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:12 WIB

Transparansi Cuma Sampai Pemilik di Atas 1%, Peluang Goreng Saham Masih Terbuka

Gorengan saham masih mungkin melalui pemegang saham di bawah 1%. Nominees account  dibuat sekecil mungkin, saya pernah bikin sampai 30 account.

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO
| Kamis, 12 Februari 2026 | 09:00 WIB

Peta Emiten Batubara Bergeser Seiring Kebijakan Pemangkasan RKAB 2026 & Kenaikan DMO

Kebijakan DMO dan RKAB menggeser narasi sektor batubara, dari yang sebelumnya bertumpu pada volatilitas harga global yang liar.

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)
| Kamis, 12 Februari 2026 | 08:49 WIB

Berharap Bisa Melanjutkan Penguatan, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Kamis (12/2)

Investor disarankan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid. Khususnya undervalued  dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

Menghapus Piutang Iuran Peserta BPJS Kesehatan
| Kamis, 12 Februari 2026 | 08:00 WIB

Menghapus Piutang Iuran Peserta BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan mendukung rencana tersebut, mengingat banyaknya peserta yang saat ini berstatus non-aktif akibat kendala pembayaran.

INDEKS BERITA

Terpopuler