Hak Angket DPR dan Surat Cinta Aktivis Pro Demokrasi kepada Lima Petinggi Parpol

Selasa, 12 Maret 2024 | 03:15 WIB
Hak Angket DPR dan Surat Cinta Aktivis Pro Demokrasi kepada Lima Petinggi Parpol
[ILUSTRASI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Lodewijk Freidrich Paulus (kanan), dan Rachmad Gobel (kiri) memimpin rapat saat rapat paripurna ke-13 masa persidangan IV tahun sidang 2023-2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/3/2024). Rapat Paripurna tersebut dalam rangka pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023-2024. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.]
Reporter: Leni Wandira | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Puluhan aktivis yang mencemaskan perkembangan hukum dan demokrasi Indonesia menyurati lima ketua umum partai politik (parpol) agar mengusung Hak Angket di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Para aktivis yang melayangkan "surat cinta" itu di antaranya Novel Baswedan, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, Usman Hamid, Feri Amsari, Saut Situmorang, Fatia Maulidiyanti, Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono hingga Herdiansyah Hamzah. 

Baca Juga: Impor dan Penyesuaian HET Jadi Andalan untuk Menstabilkan Pasokan dan Harga Beras

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Margin Bunga Tergerus di Saat Kredit Kian Ekspansif
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:40 WIB

Margin Bunga Tergerus di Saat Kredit Kian Ekspansif

Ekspansi kredit belum mampu mengangkat margin bunga perbankan. Biaya dana yang tinggi justru membuat NIM terus tergerus.

Menakar Potensi Dampak Free Float Terhadap Harga Saham
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:32 WIB

Menakar Potensi Dampak Free Float Terhadap Harga Saham

Penerapan free float menyebabkan saham menjadi lebih likuid, pembentukan harganya lebih wajar, dilirik investor institusi, dan masuk indeks global

Rupiah pada Rabu (7/10) Menanti Risalah The Fed
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Rupiah pada Rabu (7/10) Menanti Risalah The Fed

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ada di level Rp 17.899 per dolar AS, menguat 0,10% secara harian.​

Ancaman Rasio Klaim Asuransi Kredit Berlanjut
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Ancaman Rasio Klaim Asuransi Kredit Berlanjut

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) hingga tengah tahun ini mencatat rasio klaim asuransi kredit bertengger di level 99,6%. 

Menakar Risiko di Balik Kencang Ekspansi Kredit
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Menakar Risiko di Balik Kencang Ekspansi Kredit

Kredit tumbuh kencang, kredit berisiko ikut naik. Perbankan pun harus semakin selektif menjaga kualitas aset.

Bank Diminta Menahan Dividen demi Investasi Keamanan Siber
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Bank Diminta Menahan Dividen demi Investasi Keamanan Siber

Dividen perbank kini berhadapan dengan kebutuhan investasi untuk meningkatkan keamanan siber yang semakin besar.

Leasing Memperkuat Mitigasi Risiko BNPL
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Leasing Memperkuat Mitigasi Risiko BNPL

Pembiayaan paylater oleh perusahaan leasing menembus Rp 13,61 triliun hingga delapan bulan pertama 2026. 

Naik 3 Hari Beruntun, Ini Prediksi Arah IHSG Untuk Rabu (7/10)
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Naik 3 Hari Beruntun, Ini Prediksi Arah IHSG Untuk Rabu (7/10)

IHSG mengakumulasi kenaikan 1,16% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 28,38%.

Likuiditas Naik, Ekonomi Masih Terusik
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Likuiditas Naik, Ekonomi Masih Terusik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, velocity of money atau kecepatan perputaran uang turun dari 7,80 kali pada 2024 menjadi 7,03 kali pada 2025.

Penjaminan Yakin Aset Menggemuk di Akhir Tahun
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 04:25 WIB

Penjaminan Yakin Aset Menggemuk di Akhir Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset idnsutri penjaminan turun 5,17% secara tahunan menjadi Rp 46,30 triliun di Agustus 2026

INDEKS BERITA