kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.593
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS657.000 -0,45%

Harga Saham Sinergi Megah Internusa Melonjak 300%, Ini Komentar Benny Tjokro

Rabu, 05 Desember 2018 / 17:47 WIB

Harga Saham Sinergi Megah Internusa Melonjak 300%, Ini Komentar Benny Tjokro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hanya dalam kurun waktu sebulan, harga saham PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) melonjak hingga 300%. Hal tersebut terjadi pada periode 31 Oktober hingga 30 November 2018, saat harga saham Sinergi Megah melonjak dari Rp 135 per saham ke Rp 540 per saham. Meski kemudian saham Sinergi Megah kembali terkoreksi ke posisi Rp 372 per saham, per Rabu (5/12).   

Kondisi tersebut tentu saja menarik perhatian otoritas bursa. Hingga akhirnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi label unusual market activity (UMA) terhadap saham emiten yang 83,93% sahamnya dikuasai oleh Benny Tjokrosaputro (Benny Tjokro) itu pada 30 November silam.

Apa yang terjadi dengan emiten bidang pariwisata tersebut? Manajemen Sinergi Megah lewat keterbukaan informasi pada 21 November menyatakan perusahaan sama sekali tidak memiliki agenda aksi korporasi hingga saat ini. Iwandono Direktur Utama Sinergi Megah Internusa menyatakan pihaknya tidak memiliki informasi dan aksi korporasi yang dapat berimbas pada lonjakan harga saham perusahaan yang dikelolanya.

KONTAN pun mencoba memperoleh informasi dari pemegang saham mayoritas Sinergi Megah, yakni Benny Tjokro. Apakah akan ada aksi korporasi yang dilakukan Sinergi Megah? Benny menjawab singkat, bahwa tidak ada rencana aksi korporasi.

Terkait prospek Sinergi Megah ke depan, Benny meminta KONTAN menanyakan hal tersebut kepada manajemen perusahaan tersebut. "Saya tidak tahu. Saya hanya komisaris dan investor," tutur Benny, Rabu (5/12).

Saat ditanya, apakah ada niat menjual saham miliknya agar perdagangan saham Sinergi Megah lebih likuid? Benny menyatakan sebelum delapan bulan berlalu terhitung sejak aksi initial public offering (IPO) Sinergi Megah pada 12 Juli 2018, dia tidak bisa melepas saham Sinergi Megah. Namun Benny menambahkan, setelah delapan bulan berlalu, barulah dia punya kebebasan atas kepemilikan sahamnya.

Benny menyatakan banyak investor strategis yang tertarik memiliki saham Sinergi Megah. "Harga bagus dijual. Harga terlalu murah, tidak dijual," imbuh Benny.

Namun Benny menolak memberikan informasi lebih lanjut terkait detail peminat saham Sinergi Megah. "Belum done. Saya tidak mau menyalahi peraturan," pungkas Benny.

Sebagai tambahan, Manajemen Sinergi Megah pernah mengungkapkan bakal menggeber bisnisnya pasca IPO Juli lalu. Salah satunya adalah lewat rencana pembangunan 180 vila di Batam. Untuk mewujudkan niatnya itu, Sinergi Megah menganggarkan dana hingga Rp 1,1 triliun. Proyek tersebut digadang selesai pada tahun 2023 mendatang.

Reporter: Yuwono Triatmodjo
Editor: Yuwono triatmojo

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0839 || diagnostic_web = 0.3942

Close [X]
×