IHSG Dapat Suntikan Optimisme dari Vaksin Booster

Kamis, 13 Januari 2022 | 05:58 WIB
IHSG Dapat Suntikan Optimisme dari Vaksin Booster
[ILUSTRASI. Refleksi layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways pada perdagangan kemarin. Indeks saham ditutup turun tipis 0,01% di posisi 6.647,06.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG melemah tipis akibat berlanjutnya tekanan terhadap saham sektor teknologi. Tetapi, dimulainya program vaksin booster serta berlanjutnya aksi beli asing dan menguatnya indeks di bursa Wall Street menjadi sentimen positif yang menahan IHSG turun lebih dalam.

Untuk perdagangan Kamis (13/1), Mino memperkirakan, IHSG akan menguat dengan level support 6.615 dan resistance 6.675. "Sentimennya, peluang berlanjut aksi beli investor asing dan optimisme terhadap program vaksin booster," kata dia. Mino menyarankan investor mencermati ICBP, BBTN, AKRA dan JPFA.

Tapi analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, IHSG masih akan cenderung konsolidasi dalam jangka pendek hari ini. Sehingga, IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi hari ini.

Hitungan Herditya, area support IHSG hari ini di 6.593 dan resistance di 6.690. "Para pelaku pasar dapat mencermati beberapa saham seperti BIRD, AGII, dan PGAS," imbuh dia.

Senada, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG menguji support di level 6.615. Pelebaran negative slope pada Stochastic RSI dan MACD mengindikasikan tekanan jual masih cukup besar.

Aksi jual selektif pada sejumlah saham yang menguat signifikan selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir juga diperkirakan kembali membayangi IHSG pada Kamis.

"Hal ini dipicu kenaikan yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun, seiring kenaikan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia dan akselerasi pengetatan kebijakan moneter The Fed di 2022," sebut Valdy.

Valdy menyebut saham-saham yang bisa dicermati antara lain ASSA, CPIN, TPIA, UNTR dan CARE. Kemudian ada peluang buy on support pada JSMR, AKRA dan BSDE.

Analis Phillips Sekuritas Helen juga memperkirakan IHSG hari ini berpeluang melemah dengan support 6.615 dan resistance di 6.685. "Saham perbankan dan telekomunikasi masih menarik," ujarnya.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Kepercayaan industri Mulai Menurun
| Rabu, 30 September 2026 | 21:37 WIB

Kepercayaan industri Mulai Menurun

Kemenperin mencatat IKI September tahun ini berada di level 51,93, turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 53,10.

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten
| Rabu, 30 September 2026 | 15:12 WIB

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten

Emiten dengan utang dolar AS tetapi pendapatan dominan rupiah, berisiko mengalami kenaikan beban bunga dan pembayaran pokok.

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar
| Rabu, 30 September 2026 | 14:49 WIB

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar

Saham-saham konglomerasi yang baru keluar dari Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA) menunjukkan pergerakan yang beragam.

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:50 WIB

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?

Ada sejumlah faktor fundamental yang menopang bisnis UVCR, diantaranya pergeseran program loyalitas dari bentuk fisik menuju voucher digital.

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:38 WIB

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?

Selain sentimen rights issue, ekspektasi perbaikan struktur permodalan dan aksi ambil untung jangka pendek juga mewarnai pergerakan saham ini.

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur
| Rabu, 30 September 2026 | 10:00 WIB

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur

Kenaikan harga saham belum otomatis berarti insentif pemerintah sudah memberi dampak ke bisnis emiten furnitur.

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry
| Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry

Persoalan utama peternakan adalah pakan karena hampir 70% dari total biaya produksi. Jadi memang mesti membangun pabrik pakan di sentra produksi.

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati
| Rabu, 30 September 2026 | 08:58 WIB

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati

Konglomerasi milik keluarga Widjaja memperkuat ekosistem bisnis infrastruktur telekomunikasi dengan mengakuisisi KETR.

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi
| Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengucurkan pinjaman senilai Rp 2 triliun kepada perusahaan terafiliasi, PT Adhitya Serayakorita (ASK).

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue
| Rabu, 30 September 2026 | 07:54 WIB

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue

Aksi rights issue bisa memberikan ruang PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) untuk memperluas kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

INDEKS BERITA

Terpopuler