IHSG Dapat Suntikan Optimisme dari Vaksin Booster
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways pada perdagangan kemarin. Indeks saham ditutup turun tipis 0,01% di posisi 6.647,06.
Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG melemah tipis akibat berlanjutnya tekanan terhadap saham sektor teknologi. Tetapi, dimulainya program vaksin booster serta berlanjutnya aksi beli asing dan menguatnya indeks di bursa Wall Street menjadi sentimen positif yang menahan IHSG turun lebih dalam.
Untuk perdagangan Kamis (13/1), Mino memperkirakan, IHSG akan menguat dengan level support 6.615 dan resistance 6.675. "Sentimennya, peluang berlanjut aksi beli investor asing dan optimisme terhadap program vaksin booster," kata dia. Mino menyarankan investor mencermati ICBP, BBTN, AKRA dan JPFA.
Tapi analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, IHSG masih akan cenderung konsolidasi dalam jangka pendek hari ini. Sehingga, IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi hari ini.
Hitungan Herditya, area support IHSG hari ini di 6.593 dan resistance di 6.690. "Para pelaku pasar dapat mencermati beberapa saham seperti BIRD, AGII, dan PGAS," imbuh dia.
Senada, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG menguji support di level 6.615. Pelebaran negative slope pada Stochastic RSI dan MACD mengindikasikan tekanan jual masih cukup besar.
Aksi jual selektif pada sejumlah saham yang menguat signifikan selama pandemi Covid-19 dua tahun terakhir juga diperkirakan kembali membayangi IHSG pada Kamis.
"Hal ini dipicu kenaikan yield obligasi Indonesia tenor 10 tahun, seiring kenaikan harian kasus baru Covid-19 di Indonesia dan akselerasi pengetatan kebijakan moneter The Fed di 2022," sebut Valdy.
Valdy menyebut saham-saham yang bisa dicermati antara lain ASSA, CPIN, TPIA, UNTR dan CARE. Kemudian ada peluang buy on support pada JSMR, AKRA dan BSDE.
Analis Phillips Sekuritas Helen juga memperkirakan IHSG hari ini berpeluang melemah dengan support 6.615 dan resistance di 6.685. "Saham perbankan dan telekomunikasi masih menarik," ujarnya.
