KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di penutupan perdagangan akhir pekan ini (10/12). Indeks saham parkir di level 6.652,92, naik 0,14% atau setara 8.99 poin posisi hari sebelumnya.
Meski tipis, kenaikan ini membuat IHSG mampu mengakumulasi kenaikan sebesar 1,75% selama satu pekan terakhir. Investor asing membukukan beli bersih net buy mencapai Rp 4,12 triliun di seluruh pasar sepekan ini.
Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas, menyebut, sentimen luar negeri sepekan terakhir sejatinya cenderung negatif. Perkembangan virus Covid-19 varian omicron dan percepatan tapering The Fed membayangi pasar keuangan.
Dennies Christoper Jordan, analis Artha Sekuritas, menilai, pelaku pasar masih fokus pada kebijakan The Fed untuk menjaga inflasi. Sementara, rilis data ekonomi domestik pekan depan minim.
Untungnya, rilis data ekonomi domestik sejauh ini cukup mampu menetralisir sentimen negatif yang ada. "Cadangan devisa naik, indeks keyakinan konsumen dan penjualan ritel juga menunjukkan data serupa," ujar Herditya, Jumat (10/12).
Namun, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mengerek IHSG. Ini yang membuat IHSG diperkirakan bergerak lebih terbatas meski masih ada potensi kenaikan.
IHSG juga hanya menguat terbatas lantaran investor asing net sell Rp 721,39 miliar kemarin. Secara teknikal, IHSG juga telah membentuk pola candlestick higher high dan higher low. Indikator stochastic juga melebar setelah membentuk golden cross.
Valdy menyebut, sinyal teknikal mengindikasikan IHSG bakal menguat pekan depan di rentang support 6.620 dan resistance 6.667. Itu merupakan rentang support dan resistance pertama. Jika salah satu level ini tembus, IHSG bakal menuju resistance berikutnya di 6.683. Sedang support kedua ada di 6.589.
Rilis data neraca perdagangan dan suku bunga Bank Indonesia (BI) bakal mewarnai pergerakan indeks pekan depan. Menurut perhitungan Herditya, IHSG pekan depan akan bergerak pada rentang 6.584-6.691.
