Impor Menyurut, Neraca Perdagangan Juni Diperkirakan Surplus

Senin, 15 Juli 2019 | 08:07 WIB
Impor Menyurut, Neraca Perdagangan Juni Diperkirakan Surplus
[]
Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditas ekspor yang melandai akan menekan kinerja ekspor dalam negeri sepanjang Juni 2019. Namun, neraca perdagangan per Juni yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, diperkirakan surplus, karena penurunan arus impor Juni di periode tersebut.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, kinerja ekspor Juni 2019 turun 3,52% year on year (yoy). Ada dua alasan yang menyebabkan nilai ekspor turun lagi. Pertama, penurunan volume sejalan dengan masih melemahnya industri manufaktur di negara tujuan ekspor.

Kedua, melemahnya harga komoditas global, termasuk minyak sawit mentah (CPO). Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO untuk Juni 2019 sebesar US$ 547,17 per metrik ton, turun 4,56% dari Mei 2019.

Josua juga memproyeksikan, impor Juni melambat akibat melambatnya industri manufaktur dalam negeri. Ia memperkirakan, nilai impor Juni hanya naik 5% yoy.

"Secara umum laju pertumbuhan bulanan baik ekspor dan impor cenderung melambat signifikan karena libur lebaran pada awal Juni," kata Josua kepada KONTAN, Minggu (14/7). Ia memperkirakan, neraca perdagangan Juni bisa surplus US$ 687 juta.

Ekonom Asian Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi juga memperkirakan, neraca perdagangan Juni 2019 surplus di bawah US$ 1 miliar. Maklum, kinerja ekspor masih tertekan penurunan harga komoditas seperti CPO, batubara, dan liquefied natural gas (LNG).

Di sisi lain, menurut Eric, impor secara umum melambat dan kenaikan impor hanya berasal dari impor barang konsumsi. Impor bahan bakar minyak (BBM) juga turun lantaran Pertamina mengimpor BBM sebelum Ramadan untuk antisipasi permintaan domestik. "Impor bahan baku dan barang modal turun selama Ramadan," kata Eric.

Prediksi Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra, neraca dagang Juni bisa surplus US$ 402 juta. Ia memperkirakan, nilai impor naik 6,2% yoy, sementara ekspor turun 4,6% yoy.

Namun, Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro berharap neraca dagang bulan lalu mencatat surplus besar mencapai US$ 1,1 miliar. Hitungan Andry, nilai ekspor Indonesia pada Juni 2019 sebesar US$ 11,5 miliar. Baik secara bulanan maupun tahunan, angka itu turun masing-masing sebesar 21,8% dan 11,15%.

Sementara nilai impor diperkirakan US$ 10,4 miliar, turun 26,32% dibanding Mei dan turun 7,54% yoy. "Penurunan ini mengikuti strategi sektor riil untuk mengakumulasi impor bahan baku, barang konsumsi, dan barang modal di bulan sebelumnya sebagai antisipasi Idul Fitri dan libur panjang," kata Andry.

Bagikan

Berita Terbaru

Simak Pilihan Saham Sektor Infrastruktur Di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Simak Pilihan Saham Sektor Infrastruktur Di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi

 Terdapat beberapa emiten sektor infrastruktur dengan pendapatan berulang dan fundamental defensif yang dapat dicermati.

Bisnis Nikel Menopang Kinerja Laba Harum Energy
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Bisnis Nikel Menopang Kinerja Laba Harum Energy

Bisnis nikel semakin kuat menopang pendapatan PT Harum Energy Tbk (HRUM). HRUM pun berpeluang melanjutkan tren positif pertumbuhan kinerja insi

Perusahaan Manufaktur Kesehatan Milik UGM Siap IPO, Cermati Prospek dan Valuasinya
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Perusahaan Manufaktur Kesehatan Milik UGM Siap IPO, Cermati Prospek dan Valuasinya

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) membidik dana initial public offering (IPO) sebanyak-banyaknya Rp 45,22 miliar.

IHSG Rabu (26/8) Berpeluang Sideways
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB

IHSG Rabu (26/8) Berpeluang Sideways

IHSG masih bertahan di atas moving average (MA) 100. Histogram MACD juga masih berada di area positif, 

Menadah Cuan Saham Lapis Dua
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Menadah Cuan Saham Lapis Dua

Prospek saham-saham lapis kedua (second liner) diperkirakan tetap menjanjikan, di tengah sentimen tinjauan indeks FTSE 

GOTO Ramai Ditransaksikan Jelang Efektif Rebalancing MSCI, Mayoritas di Bawah Rp 50
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:07 WIB

GOTO Ramai Ditransaksikan Jelang Efektif Rebalancing MSCI, Mayoritas di Bawah Rp 50

Risiko panic selling saham GOTO terbuka jika BEI melepas batas bawah harga saham papan utama, pengembangan dan papan ekonomi baru di Rp 50.

Menakar Prospek Saham Grup Adaro ADRO, ADMR dan AADI di Tengah Transformasi Bisnis
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Menakar Prospek Saham Grup Adaro ADRO, ADMR dan AADI di Tengah Transformasi Bisnis

Operasional smelter aluminium menandai sumber pendapatan baru bagi bisnis Grup Adaro sekaligus memperkuat narasi transformasi bisnis.

Mangkir Bayar Utang, Pefindo Memangkas Peringkat ADHI Menjadi idCCC
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:39 WIB

Mangkir Bayar Utang, Pefindo Memangkas Peringkat ADHI Menjadi idCCC

Kami dapat meninjau kembali peringkat apabila ADHI mampu mengatasi permasalahan terkait kewajiban utang yang jatuh tempo tersebut. 

Dampak Sanksi AS Terkait Iran pada Rupiah di Rabu (26/8)
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Dampak Sanksi AS Terkait Iran pada Rupiah di Rabu (26/8)

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.723 per dolar AS, melemah 0,03% dibandingkan posisi penutupan Senin (24/8). 

Pendanaan Bank Pembangunan Daerah Tengah Menghadapi Tantangan
| Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Pendanaan Bank Pembangunan Daerah Tengah Menghadapi Tantangan

DPK BPD per Juni 2026 tercatat mengalami kontraksi secara tahunan meski hampir separuh dana belanja Pemda masih belum terserap.

INDEKS BERITA

Terpopuler