Indeks LQ45 Dirombak, MI Akan Rebalancing Portofolio Reksadana

Rabu, 27 Juli 2022 | 10:16 WIB
Indeks LQ45 Dirombak, MI Akan Rebalancing Portofolio Reksadana
[ILUSTRASI. Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor indeks LQ45, IDX30, dan Kompas100, para manajer investasi (MI) bersiap melakukan penyesuaian portofolio untuk produk-produk reksadana besutan masing-masing.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mewajibkan 80% anggota indeks dalam reksadana indeks. Sehingga, perubahan anggota indeks dari BEI juga harus diikuti manajer investasi (MI), terutama yang mengelola produk reksadana indeks.

Jadi misalnya dalam reksadana berbasis Indeks IDX30, maka MI wajib memiliki 24 saham hingga 30 saham di dalam reksadana tersebut. Rebalancing ini bisa berjalan selama beberapa hari. Rudiyanto menuturkan, selisih performa antara reksadana dengan indeks acuan akibat penyesuaian ini diharapkan tidak sampai 3%.

Jika ada penambahan saham baru, biasanya dilakukan di hari terakhir untuk memperkecil selisih dengan indeks. "Tapi, tidak tertutup kemungkinan dicicil setelahnya jika likuiditas dianggap kurang atau harganya ketinggian," kata Rudiyanto, Selasa (26/7).

Panin Asset Management memiliki beberapa reksadana yang portofolionya disusun mengikuti indeks yang ada di bursa. Misalnya reksadana Panin IDX30. Sesuai namanya, reksadana ini mengacu pada indeks IDX30.

Rudiyanto menyebut, saham-saham yang baru masuk di indeks acuan memang tidak selalu mempunyai fundamental yang bagus. Dari sisi reksadana, MI perlu melakukan penyesuaian agar bobot saham dalam reksadana tetap mengikuti indeks.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division, Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi Riawan juga mengatakan, rebalancing yang dilakukan Bursa Efek Indonesia tidak menjadi masalah. Apalagi, saham-saham baru tersebut punya likuiditas tinggi. 

Reza menyampaikan, jika ada pertambahan saham baru, biasanya HPAM akan melakukan pertimbangan ulang. Ini dilakukan bukan hanya terhadap reksadana indeks. Untuk beberapa produk reksadana yang memiliki karakteristik beta seeker, HPAM bisa memperbesar bobotnya untuk menjaga pergerakan reksadana tak jauh dari indeks.

Sekadar informasi, saham beta seeker adalah saham yang sensitif terhadap pergerakan indeks acuannya. Dengan memperbesar bobot saham jenis ini, pergerakan reksadana bisa lebih menyerupai indeks. "Beberapa pemilihan saham memang mendominasi masuk ke dalam reksadana, seperti BBRI, BBCA, ARTO, BRPT dan TPIA, dengan bobot beragam," tutur Reza.

 Di sisi lain, saham yang keluar dari indeks LQ45 belum tentu langsung dilepas oleh MI. Reza menyebut, selama memiliki fundamental baik dan nilai saham yang baik, saham tersebut bisa dipertahankan.           

 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

MUFG dan Bank Danamon Incar Potensi Besar Indonesia Lewat Integrasi

Integrasi akan menggabungkan jaringan finansial MUFG yang luas serta pengetahuan lokal yang dimiliki Bank Danamon.

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Saham SMDR Reli Sejak Juli Disertai Akumulasi Asing, Kuncinya Ada di Pemulihan Laba

SMDR diuntungkan dengan berbagai perjanjian dagang bilateral antarnegara yang diteken Indonesia dengan sejumlah negara.

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Hitung-hitungan Investasi ENRG ke HighPeak: Peluang Capital Gain vs Risiko Bunga

Investasi US$ 200 juta ke HighPeak belum layak disebut sebagai game changer bagi laba ENRG dalam waktu dekat.

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Menanti Masuknya Dana Asing Usai Keputusan FTSE

Pasar saham Indonesia masih perlu katalis positif yang lebih kuat untuk membalikkan posisi arus dana asing

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Valuasi Sudah Premium, Saham AMRT Terus Merosot

Saham emiten ritel pengelola jaringan minimarket Alfamart ini telah terkoreksi sekitar 38,29% ke level Rp 1.225 per saham sejak awal tahun 2026.

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:18 WIB

PLIN Sebar Dividen Interim Senilai Rp 268,71 Miliar

 PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp 268,71 miliar dari buku tahun 2026. ​

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Masih Ada Cuan Meski Pasar Tertekan

Menilik imbal hasil investasi nstrumen SBN, saham dan dividen di tengah belum stabilnya kondisi makro ekonomi global serta era suku bunga tinggi.

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Garuda Sediakan eSIM, Bisa Digunakan di Luar Negeri

 Ketika bepergian ke luar negeri, penumpang tak perlu lagi repot mencari kartu SIM fisik di negara tujuan. Garuda sediakan eSIM.

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:54 WIB

EXCL Mengebut Perluasan Jaringan 5G

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL ) mempercepat pembangunan jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia. 

Menakar Prospek Saham GZCO, Fundamental Membaik tapi Risiko Produksi Masih Membayangi
| Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Menakar Prospek Saham GZCO, Fundamental Membaik tapi Risiko Produksi Masih Membayangi

Usai menguat dua hari beruntun di awal pekan ini, saham GZCO kembali terkoreksi akibat aksi profit taking.

INDEKS BERITA

Terpopuler