Induk Corpus Sekuritas Kembali Mengulur Pembayaran Bunga MTN

Jumat, 01 Mei 2020 | 11:50 WIB
Induk Corpus Sekuritas Kembali Mengulur Pembayaran Bunga MTN
[ILUSTRASI. Corpus Sekuritas ---- Dari kiri : Direktur Corpus Sekuritas Mark Bruny, Direktur Corpus Kapital Managenent Antho Darius, Komisaris Utama Corpus Sekuritas Indonesia Kristhiono Gunarso, Direktur Corpus Prima Mandiri Jos Tjahjono, Komisaris Independen Corpus]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Induk Corpus Sekuritas, PT Corpus Prima Mandiri, kembali mengulur waktu pembayaran bunga tiga seri medium term note (MTN).

Padahal, Corpus Prima Mandiri sebelumnya sudah menunda pembayaran bunga ketiga seri MTN tersebut.

Ketiga MTN tersebut adalah MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri F, MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri D, dan MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri B.

Pembayaran bunga ke-1 MTN I/2019 Seri F semestinya jatuh tempo pada 26 Maret 2020. Sementara pembayaran bunga ke-3 MTN I/ 2019 Seri D  dan pembayaran bunga ke-4 MTN II/ 2019 Seri B masing-masing jatuh tempo pada 27 Maret 2020 dan 13 April 2020.

Baca Juga: Empat Perusahaan Tak Bayar Bunga MTN Tepat Waktu, Termasuk Pengelola Restoran Ta Wan

Namun, pembayaran bunga ketiga MTN tersebut ditunda. Dalam suratnya kepada Direksi Pemegang Rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tertanggal 28 April 2020, Kepala Divisi Jasa Kustodian KSEI Hartati Handayani menyebutkan, pembayaran bunga ketiga seri MTN tersebut akan dilakukan pada 4 Mei 2020.

Selain bunga, Corpus Prima Mandiri juga akan membayar denda keterlambatan pembayaran bunga.

Namun, berdasarkan surat kepada Direksi Pemegang Rekening KSEI tertanggal 30 April 2020, pembayaran bunga ketiga MTN tersebut kembali molor.

Baca Juga: Gagal Melunasi MTN yang Jatuh Tempo Hari ini, Perum Perumnas Siapkan Restrukturisasi

Dalam surat tersebut, Direktur KSEI Syafruddin mengatakan, pembayaran bunga kepada pemegang MTN yang seharusnya dilaksanakan pada 4 Mei 2020 ditunda.

Menurut Syafruddin, penundaan ini lantaran belum efektifnya dana bunga MTN Corpus Prima Mandiri di rekening KSEI sesuai waktu yang telah ditentukan.

Dana pembayaran bunga hampir Rp 3 miliar

Selain ketiga MTN tersebut, KSEI juga menunda pembayaran bunga ke-6 MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri A yang seharusnya dilaksanakan pada 4 Mei 2020.

Alasannya sama, dana bunga MTN belum ditransfer ke rekening KSEI sesuai waktu yang telah ditentukan.

Terbit pada November 2018, MTN I/2018 Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp 35 miliar. MTN yang akan jatuh tempo pada 2 November 2023 ini menawarkan bunga sebesar 12% yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Artinya, untuk pembayaran bunga ke-6 kali ini, Corpus Prima Mandiri membutuhkan dana sebesar Rp 1,05 miliar.

 

MTN yang Diterbitkan Corpus Prima Mandiri
Seri MTN Nilai Pokok Jatuh Tempo
MTN CPM I Tahun 2015 100.000.000.000 06-Mei-20
MTN I Corpus Prima Mandiri Seri B 24.500.000.000 04-Apr-20
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2017 Seri A 24.500.000.000 29-Agu-20
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2017 Seri C 11.027.000.000 08-Des-20
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2017 Seri C 4.000.000.000 18-Des-20
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri A 15.000.000.000 30-Okt-21
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri A 35.000.000.000 02-Nov-23
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri B 25.000.000.000 28-Nov-23
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri C 14.500.000.000 20-Des-23
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri A 18.200.000.000 18-Feb-24
MTN I Corpus Prima Mandiri tahun 2019 Seri B 28.000.000.000 28-Mar-24
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri C 17.225.000.000 30-Apr-24
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri D 22.050.000.000 27-Jun-24
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri E 30.050.000.000 08-Agu-24
MTN I Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri F 33.535.000.000 26-Des-24
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri A 9.000.000.000 13-Feb-22
MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2019 Seri B 5.570.000.000 12-Apr-22

Sementara itu, untuk bunga ke-1 MTN I/2019 Seri F, Corpus Prima Mandiri harus menyetor dana sekitar Rp 1 miliar.

Untuk bunga ke-3 MTN I/ 2019 Seri D, dana yang harus disetor Corpus Prima Mandiri sebesar Rp 661,6 juta.

Baca Juga: Lagi, Induk Corpus Sekuritas Menunda Pembayaran Bunga MTN

Sedangkan untuk pembayaran bunga ke-4 MTN II/ 2019 Seri B, Corpus Prima Mandiri harus mentransfer dana sebesar Rp 167,1 juta.

Total, untuk pembayaran bunga MTN pada 4 Mei 2020, Corpus Prima Mandiri membutuhkan dana sebesar Rp 2,9 miliar.

Dana bunga MTN II/2018 Seri A sudah ditransfer

Corpus Prima Mandiri mau tak mau memang harus menunda pembayaran bunga MTN. Dalam wawancara sebelumnya, Presiden Direktur Corpus Prima Mandiri Kristhiono Gunarso mengatakan, dana hasil penerbitan MTN dipinjamkan oleh Corpus Prima Mandiri ke Corpus Prima Ventura, anak usahanya yang bergerak di bidang modal ventura. Lalu, oleh Corpus Prima Ventura, dana tersebut digunakan untuk pembiayaan dan penyertaan modal ke beberapa perusahaan.

Nah, masalahnya, sebagian klien Corpus Prima Ventura saat ini mengalami kesulitan usaha gara-gara wabah virus corona dan meminta penundaan pembayaran bunga. Itu sebabnya, Corpus Prima Mandiri juga terpaksa menunda pembayaran bunga MTN.

Meski begitu, untuk pembayaran bunga ke-6 MTN II Corpus Prima Mandiri Tahun 2018 Seri A yang sempat ditunda, Corpus Prima Mandiri sudah menyetorkan dana ke rekening KSEI.

Baca Juga: Perusahaan Ini Melewatkan Jatuh Tempo Pembayaran Bunga 13 Seri MTN Sekaligus

Pembayaran bunga MTN II/2018 Seri A itu semestinya jatuh tempo pada 30 April 2020. Karena Corpus Prima Mandiri belum mentransfer dana hingga waktu yang ditentukan, KSEI kemarin menunda pembayaran bunga tersebut.

Namun, Direktur KSEI Syafruddin mengatakan, dana pembayaran bunga MTN II/2018 Seri A kemarin telah efektif di rekening KSEI. Sehingga, KSEI akan melakukan distribusi dana bunga atas MTN II/2018 Seri A pada 4 Mei 2020.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham MAPA Masih Menarik dan Simpan Optimisme di Tengah Pelemahan Daya Beli
| Selasa, 22 September 2026 | 17:55 WIB

Saham MAPA Masih Menarik dan Simpan Optimisme di Tengah Pelemahan Daya Beli

Analis menyatakan pula bahwa penguatan MAPA saat ini terutama ditopang oleh ekspektasi terhadap pertumbuhan kinerja semester I-2026.

Transformasi PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), dari Bisnis Furnitur ke WtE
| Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB

Transformasi PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), dari Bisnis Furnitur ke WtE

Rights issue PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) menjadi katalis positif karena memberikan ruang pendanaan untuk ekspansi WTE.

Tensi Geopolitik Makin Memanas, Lebih Menjanjikan Emas atau Tembaga?
| Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

Tensi Geopolitik Makin Memanas, Lebih Menjanjikan Emas atau Tembaga?

Perang yang terlalu berkepanjangan dapat memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global dan menekan aktivitas industri.

Ketika Kota Boleh Berutang
| Selasa, 22 September 2026 | 10:23 WIB

Ketika Kota Boleh Berutang

Alternatif pinjaman melalui SMI layak dipertimbangkan. SMI akan menilai kelayakan proyek dan kemampuan membayar sebelum memberikan pinjaman. 

Rusun Subsidi Bakal Dibangun di Tanah Negara
| Selasa, 22 September 2026 | 09:52 WIB

Rusun Subsidi Bakal Dibangun di Tanah Negara

Usulan tersebut dinilai positif, tetapi membutuhkan kejelasan skema investasi apabila pengembang swasta tetap dilibatkan.

Transformasi Bisnis dan Kepemilikan Saham SINI; dari Kustarjo ke Hapsoro dan Prajogo
| Selasa, 22 September 2026 | 09:39 WIB

Transformasi Bisnis dan Kepemilikan Saham SINI; dari Kustarjo ke Hapsoro dan Prajogo

Harga saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melonjak berkali-kali lipat seiring perubahan bisnis dan peralihan kepemilikan.

Rogoh Dana Rp 6,91 Triliun, SILO Akuisisi 14 Perusahaan
| Selasa, 22 September 2026 | 08:48 WIB

Rogoh Dana Rp 6,91 Triliun, SILO Akuisisi 14 Perusahaan

Seluruh perjanjian jual beli saham dan perjanjian opsi jual sudah ditandatangani SILO bersama pihak terafiliasi First REIT pada 1 April 2026. ​

Saham TLKM Tertekan, Investor Menanti Katalis dari NeutraDC dan InfraNexia
| Selasa, 22 September 2026 | 08:41 WIB

Saham TLKM Tertekan, Investor Menanti Katalis dari NeutraDC dan InfraNexia

Dalam sepekan terakhir, asing mencatat jual bersih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 258,37 miliar. 

Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market, Dana Asing Bisa Terbang Menuju Negeri Paman Ho
| Selasa, 22 September 2026 | 08:40 WIB

Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market, Dana Asing Bisa Terbang Menuju Negeri Paman Ho

Kenaikan status Vietnam dari frontier market menjadi emerging market, bisa menarik dana asing di bursa Asia termasuk Indonesia

Investor Tunggu Data BI, IHSG Masih Rawan Koreksi
| Selasa, 22 September 2026 | 08:22 WIB

Investor Tunggu Data BI, IHSG Masih Rawan Koreksi

 IHSG masih cenderung volatil, seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global

INDEKS BERITA

Terpopuler