INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?

Selasa, 03 November 2026 | 07:10 WIB
INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?
[ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau Sinergy Networks (Dok/INET)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan pendapatan hingga ribuat persen sepanjang sembilan bulan pertama 2026 membuat PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pertumbuhan kinerja yang mencolok. Berdasarkan laporan keuangan terbarunya, perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto ini, membukukan pendapatan sebesar Rp 1,55 triliun, meroket 2.154,30% year on year (YoY) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2025 di angka Rp 68,60 miliar.

Laba bruto INET pun tumbuh signifikan, yaitu 564,99% YoY di angka Rp 21559 miliar per September 2026, dari Rp 32,42 miliar. Perusahaan ini juga membukukan laba usaha sebesar Rp 129,05 miliar, meningkat 410,70 YoY dibandingkan Rp 25,27 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Lebih lanjut, jika dijabarkan, segmen pendapatan jasa alih daya alias outsourcing mendominasi porsi penerimaan sebesar 81,77% dengan nilai Rp 1,26 triliun. Sementara sumbangan pendapatan dari bisnis inti perusahaan, yaitu layanan internet hanya ada senilai Rp 281,95 miliar. Tapi penerimaan ini melonjak 319,84% daripada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 67,16 miliar. 

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 58,06 miliar, tumbuh 199,69% YoY dibandingkan Rp 19,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: INET Akuisisi 60% Saham Sarana Global Indonesia

Adapun laba per saham dasar INET tercatat sebesar Rp 4,91 naik 105,44% dibandingkan Rp 2,39 pada periode sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi posisi keuangan, total aset INET mencapai Rp 6,50 triliun per 30 September 2026. Nilai tersebut meningkat 755,07% dibandingkan Rp 760,37 miliar pada 31 Desember 2025.

Jumlah ekuitas Perseroan juga meningkat menjadi Rp 3,95 triliun, tumbuh 820,21% dibandingkan Rp 429,21 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp 2,55 triliun, meningkat 670,64% dibandingkan R p331,16 miliar pada 31 Desember 2025.

Posisi kas dan setara kas INET mencapai Rp 3,96 triliun per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 877,93% dibandingkan Rp 404,44 miliar pada akhir 2025.

Dari aktivitas operasi, Perseroan mencatat arus kas neto positif sebesar Rp68,94 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut turun 10,72% dibandingkan Rp77,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam siaran persnya, Direktur Utama INET Muhammad Arif menyampaikan bahwa kenaikan kinerja perseroan ini mencerminkan peningkatan skala bisnis INET sepanjang 2026.

"Kinerja hingga September 2026 menunjukkan peningkatan skala bisnis INET yang signifikan. Kami mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang kuat. Selanjutnya, kami akan menjaga kualitas pendapatan, pengendalian biaya, serta profitabilitas agar pertumbuhan perseroan tetap berkelanjutan," papar Arif sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi, Senin (2/11).

Arif melanjutkan bahwa peningkatan laba menjadi salah satu indikator penting menilai perkembangan bisnis INET. Perusahaan menyampaikan akan terus memperhatikan komposisi pendapatan, pengelolaan arus kas, dan beban keuangan.

Dia bilang, disiplin tersebut diperlukan untuk menjaga kinerja keuangan dan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang. Melalui capaian keuangan hingga kuartal III-2026, ini pula INET menyampaikan akan terus menjaga pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, pengelolaan arus kas, dan struktur keuangan Perseroan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)
| Selasa, 03 November 2026 | 07:55 WIB

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) siap mengoperasikan pabrik CA-EDC di Cilegon pada semester II-2027

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas
| Selasa, 03 November 2026 | 07:21 WIB

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas

Kemampuan CMRY mempertahankan pertumbuhan volume penjualan sekaligus meningkatkan efisiensi akan menjadi penentu keberlanjutan kinerjanya.

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:10 WIB

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?

Afiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo dapat menjadi katalis positif dari sisi jaringan bisnis hingga dukungan pengembangan usaha.

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:00 WIB

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?

Potensi yield dividen yang tinggi memang menggiurkan. Tetapi, risiko likuiditas, penurunan harga, dan evaluasi saham HSC perlu dipertimbangkan.

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:58 WIB

Tiga Emiten Grup Merdeka Cetak Penguatan Kinerja

Tiga emiten Grup Merdeka kompak mencatatkan penguatan kinerja operasional sepanjang kuartal III-2026. 

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo
| Selasa, 03 November 2026 | 06:56 WIB

Daya Beli Layu, Sektor Properti Loyo

Hingga akhir kuartal III-2026, mayoritas kinerja keuangan emiten pengembang properti masih kurang maksimal

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja
| Selasa, 03 November 2026 | 06:53 WIB

KAEF Masih Perlu Kerja Keras untuk Menyehatkan Kinerja

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) masih menghadapi tantangan berupa tingginya beban keuangan dan keterbatasan arus kas operasi.

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 06:52 WIB

Menakar Dampak Didepaknya HSC, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (3/11)

Investor perlu mewaspadai potensi pembalikan arah di tengah implementasi kebijakan BEI terkait saham HSC. 

Waspada Berbalik Arah
| Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

Waspada Berbalik Arah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada Selasa (3/11)

INDEKS BERITA

Terpopuler