Inflasi Amerika Serikat Mereda, Suku Bunga Diprediksi Untuk Sementara Akan Tertahan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diperkirakan tidak lagi agresif menaikkan suku bunga. Proyeksi ini muncul setelah data terakhir menunjukkan laju inflasi di Amerika Serikat (AS) melandai pada Oktober 2022.
Mengutip Reuters, data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (10/11) waktu setempat memperlihatkan, harga barang-barang utama serta sewa meningkat lebih rendah daripada yang diperkirakan. Indeks harga mobil bekas yang menjadi penyebab lonjakan inflasi awal terkait pandemi Covid-19, melemah 2,4%. Ini merupakan keempat kalinya data yang menunjukkan penurunan bulanan. Meski inflasi secara keseluruhan tetap tinggi menurut standar historis.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan