Inflasi dan Daya Beli

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Inflasi dan Daya Beli
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penuh tantangan. Di tengah upaya memacu pemulihan ekonomi, pemerintah kini dihadapkan pada banyak sekali batu sandungan yang dapat mengganggu putaran roda ekonomi.

Ancaman paling nyata adalah tren inflasi yang bergerak naik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan per Juli 2022 sudah di 4,94%. Inflasi Juli 2022 itu tertinggi sejak 2015. Seluruh kota mengalami inflasi, yang salah satunya dipicu gangguan rantai pasok dan lonjakan harga komoditas global.

Tentu saja, daya beli masyarakat kian tertekan akibat lonjakan inflasi ini. Bila daya beli tergerus, aktivitas konsumsi rumah tangga bisa terganggu, sehingga imbasnya, laju pertumbuhan ekonomi tertahan.

Nah, kita tahu, konsumsi rumah tangga masih menyumbang lebih dari 50% produk domestik bruto (PDB). Tak heran, jika dalam rancangan program pemulihan ekonomi nasional, upaya mendorong konsumsi menjadi program prioritas pemerintah.

Celakanya, di saat bersamaan, kinerja ekspor juga terancam melorot. Data BPS memang menyebut, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2022 masih surplus US$ 4,23 miliar. Namun, perolehan itu masih lebih rendah dibandingkan surplus bulan sebelumnya yang US$ 5,15 miliar.

Kondisi ini dipicu turunnya beberapa harga komoditas ekspor unggulan tanah air. Antara lain  minyak mentah, gas alam, nikel dan minyak sawit mentah (CPO). Beruntung  harga batubara tetap tangguh dan menguat 7,55% secara bulanan.

Tren penurunan harga ini patut diwaspadai karena kinerja ekspor juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, setelah konsumsi masyarakat dan investasi.

Tentu tak banyak yang bisa dilakukan jika harga komoditas terus melorot karena sepenuhnya tergantung hukum pasar. Maka, fokus utama adalah memperkuat daya beli dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Persoalannya tak mudah memperkuat daya beli di saat kondisi APBN tak memungkinkan. APBN sendiri memegang peranan penting dalam menjaga daya beli, baik melalui bantuan sosial maupun subsidi.

Salah satunya subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar.

Terkait subsidi energi ini, pemerintah merasa tak sanggup lagi menahan besarnya beban subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Sehingga, tercetus rencana menaikkan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.

Jika itu terjadi, otomatis inflasi kian terbang tinggi. Tentu ini dilema, sekaligus simalakama.

Bagikan

Berita Terbaru

UNVR Fokus Bisnis Inti, Aset Hasil Akuisisi Lama Satu per Satu Dilepas
| Kamis, 08 Januari 2026 | 19:59 WIB

UNVR Fokus Bisnis Inti, Aset Hasil Akuisisi Lama Satu per Satu Dilepas

Unilever global mendorong anak usahanya, termasuk di Indonesia, untuk lebih fokus pada core business dengan profitabilitas yang lebih stabil.

Rating Overweight Warnai Sektor Konsumer, Apa Artinya Untuk MYOR, INDF, Hingga UNVR?
| Kamis, 08 Januari 2026 | 18:02 WIB

Rating Overweight Warnai Sektor Konsumer, Apa Artinya Untuk MYOR, INDF, Hingga UNVR?

BRI Danareksa meyakini bahwa penyesuaian ke atas terhadap upah minimum akan memberikan dukungan tambahan terhadap daya beli rumah tangga.

Relaksasi Fiskal untuk Daerah Terdampak Banjir
| Kamis, 08 Januari 2026 | 13:32 WIB

Relaksasi Fiskal untuk Daerah Terdampak Banjir

Beleid baru memberi fleksibilitas TKD dan restrukturisasi pinjaman PEN daerah                       

Modal Belum Cukup Rp 250 Miliar, Saham VINS, AHAP, dan YOII Malah Berlari Kencang
| Kamis, 08 Januari 2026 | 09:30 WIB

Modal Belum Cukup Rp 250 Miliar, Saham VINS, AHAP, dan YOII Malah Berlari Kencang

Untuk mengejar target permodalan, emiten asuransi bisa menggelar private placement atau rights issue.

Menakar Arah Saham EMTK di Tengah Aksi Beli Saham SUPA dan Wacana IPO Vidio
| Kamis, 08 Januari 2026 | 08:44 WIB

Menakar Arah Saham EMTK di Tengah Aksi Beli Saham SUPA dan Wacana IPO Vidio

Penguatan narasi ekosistem digital dan potensi monetisasi aset dinilai menjaga minat investor terhadap pergerakan saham EMTK.

Harga Nikel Melesat Sinyal Positif Bagi Saham Lapis Kedua, Beli DKFT, NICL atau NICE?
| Kamis, 08 Januari 2026 | 08:10 WIB

Harga Nikel Melesat Sinyal Positif Bagi Saham Lapis Kedua, Beli DKFT, NICL atau NICE?

Harga nikel global terbang 24,33 persen sebulan terakhir. Simak analisis valuasi DKFT, NICL, dan NICE serta rekomendasi analis di sini.

AirAsia Indonesia (CMPP) Bersiap Buka Rute Baru ke Vietnam
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:15 WIB

AirAsia Indonesia (CMPP) Bersiap Buka Rute Baru ke Vietnam

Pembukaan rute Bali–Da Nang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan internasional yang berfokus pada destinasi leisure.

Terulang Lagi, IHSG Cetak Rekor, Rupiah Nyungsep, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:03 WIB

Terulang Lagi, IHSG Cetak Rekor, Rupiah Nyungsep, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Meski IHSG menguat, rupiah berlanjut terdepresiasi pada level Rp16,780 per dolar Amerika Serikat (AS). ​

Insentif Properti Mendorong Sektor Manufaktur
| Kamis, 08 Januari 2026 | 07:00 WIB

Insentif Properti Mendorong Sektor Manufaktur

Kebijakan memperpanjang insentif properti menjadi upaya mendorong daya beli masyarakat, serta memperkuat sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan

Subsidi Biodiesel 2026 Diproyeksikan Tetap
| Kamis, 08 Januari 2026 | 06:45 WIB

Subsidi Biodiesel 2026 Diproyeksikan Tetap

Kesamaan nilai insentif tersebut seiring dengan alokasi volume biodiesel 2026 yang ditetapkan sebesar 15,65 juta kiloliter (kl).

INDEKS BERITA

Terpopuler