Berita Special Report

Ingin Fokus ke Bisnis Inti, Lippo Karawaci Divestasi Kepemilikan Saham di Multifiling

Senin, 17 Desember 2018 | 19:33 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti milik Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mendivestasikan kepemilikan sahamnya di PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI).

Divestasi atas kepemilikan tidak langsung dalam Multifiling itu dilakukan melalui PT Wisma Jatim Propertindo, entitas yang dimiliki sepenuhnya oleh Lippo Karawaci.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis hari ini, Senin (17/12), Lippo Karawaci mengumumkan telah meneken akta pengoperan hak-hak atas saham PT Surya Cipta Investama kepada PT Multipolar Tbk (MLPL) dan PT Cahaya Investama, entitas yang dimiliki sepenuhnya oleh Multipolar. 

Penandatanganan akta tersebut sehubungan dengan aksi Lippo Karawaci menjual 50.194.720 saham yang mewakili 49,98% dari total saham Surya Cipta Investama milik Wisma Jatim Propertindo kepada Multipolar dan Cahaya Investama.

Surya Cipta Investama tercatat sebagai pemegang saham utama  Multifiling Mitra Indonesia dengan kepemilikan sebanyak 499,92 juta saham yang mewakili 65,99% dari total saham Multifiling.

Nilai transaksi penjualan seluruh saham Wisma Jatim Propertindo di Surya Cipta Investama itu sebesar Rp 195,06 miliar.

Dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham, Lippo Karawaci menyebutkan, transaksi penjualan saham Wisma Jatim Propertindo di Surya Cipta Investama secara tidak langsung merupakan divestasi yang dilakukan Lippo Karawaci atas kepemilikan tidak langsung dalam Multifiling.

Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka rencana Lippo Karawaci untuk fokus pada bisnis inti.

Dana hasil divestasi tersebut akan digunakan oleh Lippo Karawaci untuk menambah modal kerja perusahaan maupun anak usaha.

Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi. Lippo Karawaci maupun Multipolar memiliki pengendali yang sama, yakni PT Inti Anugerah Pratama.

Inti Anugerah Pratama adalah perusahaan yang dikendalikan oleh dua putra Mochtra Riady, James Riady dan Stephen Riady.

James Riady menguasai 60% kepemilikan saham Inti Anugerah melalui PT Trijaya Utama Mandiri. Sementara Stephen Riady memiliki 40% sisanya melalui Fullerton Capital Limited.

Reporter: Herry Prasetyo
Editor:


Baca juga