Ini Daftar Bank yang Melayani Pembukaan Rekening Secara Online

Selasa, 23 Juli 2019 | 07:52 WIB
Ini Daftar Bank yang Melayani Pembukaan Rekening Secara Online
[]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan terus berlomba-lomba meluncurkan layanan pembukaan rekening secara online (daring). Selain sebagai kemudahan layanan bagi nasabah, fitur tersebut merupakan nilai tambah yang diandalkan bank untuk menjaring lebih banyak nasabah.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), misalnya, tengah mengembangkan fitur ini dan berencana meluncurkannya dalam waktu dekat. Fitur itu belum resmi meluncur lantaran CIMB Niaga masih menyempurnakan proses sistemnya. Terutama, proses know your customer (KYC) melalui video. Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, meski belum dirilis, fitur pembukaan rekening secara online sudah ada di aplikasi Go Mobile CIMB Niaga.

Sudah ada sekitar 1.000 hingga 2.000-an nasabah baru yang membuka rekening baru secara online. "Kami akan menargetkan satu juta nasabah baru per tahun yang membuka rekening secara online," Kata Lani, Senin (22/7).

Aplikasi Go Mobile diproyeksikan oleh CIMB Niaga untuk menjadi super app. Bukan cuma pembukaan rekening secara daring, aplikasi tersebut juga kelak berfungsi sebagai dompet digital hingga pengajuan kredit konsumsi. Niatnya agar dana murah dan penyaluran kredit CIMB Niaga bisa makin tebal.

"Jadi bisa untuk isi saldo Go-Pay, Ovo, sampai pengajuan KTA, KPR dan KKB," tutur dia.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang sudah terlebih dahulu meluncurkan layanan serupa menyatakan, mengakuisisi banyak nasabah secara daring. Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengungkapkan, BCA sudah menorehkan pembukaan sekitar 100.000 rekening baru melalui gawai pintar paska dirilis sejak Maret lalu.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga telah berhasil mengakuisisi banyak nasabah baru melalui pembukaan rekening secara online, khususnya dari kalangan anak muda. Sejak launching sampai Juni 2019, sudah ada 10.000 lebih rekening yang dilakukan pembukaan melalui aplikasi Brimo," kata Direktur Konsumer BRI Handayani.

Saat ini jenis tabungan yang bisa dibuka melalui aplikasi BRImo adalah Tabungan BRI BritAma Muda, Hingga akhir tahun, fitur di aplikasi BRImo itu ditargetkan dapat mengakuisisi 30.000 rekening baru bagi BRI.

Dua bank besar lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga berencana melakukan inovasi serupa dalam waktu dekat. Bank Mandiri menargetkan merilis fitur itu dua bulan usai lebaran.

Sebelumnya, Senior Vice President Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri Muhamad Gumilang mengatakan, pendekatan yang akan dipakai Bank Mandiri dalam fitur itu akan berbeda dengan bank lain. "Saya belum bisa ungkap detail. Hanya, approach yang diambil Bank Mandiri akan menjadi yang pertama di Indonesia. Belum pernah dipakai bank lain," katanya.

Dengan layanan anyar itu, dia mengklaim, pembukaan rekening bisa dilakukan hanya dalam waktu 12 menit.

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 18:06 WIB

Menakar Saham-saham Otomotif Pilihan Ditengah Potensi Perbaikan Permintaan

Total penjualan mobil roda empat pada tahun lalu tercatat mencapai 803.687 unit, turun 7,2% YoY, sementara penjualan ritel melemah 6,3% YoY.

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

INDEKS BERITA

Terpopuler