Investasi Ilegal Berkedok Komoditi Berjangka Marak

Senin, 18 April 2022 | 03:50 WIB
Investasi Ilegal Berkedok Komoditi Berjangka Marak
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satgas Waspada Investasi (SWI) kembali menemukan penawaran investasi ilegal. Berdasarkan data Satgas platform perdagangan berjangka komoditi tanpa izin menjadi investasi bodong paling banyak ditemukan. 

Sejak awal tahun 2022, SWI telah menghentikan sebanyak 19 entitas robot trading tanpa izin dan 634 platform perdagangan berjangka komoditi tanpa izin, termasuk di dalamnya kegiatan binary option. Pada periode sama, SWI menemukan 20 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin. Terdiri dari sembilan dalam bentuk money game, tiga entitas robot trading tanpa izin, tiga entitas yang melakukan kegiatan perdagangan aset kripto tanpa izin dan lima lagi dalam bentuk lain-lain.

Baca Juga: Satgas Waspada Investasi Diminta Cabut Keputusan Delisting Aset Kripto

SWI juga menemukan pinjaman online (pinjol) ilegal sebanyak 105 entitas. "Sejak tahun 2018 sampai dengan Maret 2022, SWI sudah menutup 3.889 entitas pinjaman online ilegal," terang SWI dalam rilis. 

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing mengatakan, investasi berjangka saat ini sedang menjadi tren di masyarakat sebagai instrumen alternatif investasi. Ini seiring dengan berkembangnya teknologi digital. "Namun hal ini disalahgunakan pelaku kejahatan untuk menipu masyarakat sehingga fenomena investasi ilegal juga menjadi marak," kata dia. 

Tak hanya itu, banyak masyarakat yang tidak paham investasi namun hanya ikut-ikutan karena tergiur imbal hasil yang dijanjikan oleh penawaran tersebut. Tak hanya itu, banyak masyarakat yang sudah tahu ilegal tapi tetap ingin ikut karena menganggap menjadi member pertama akan diuntungkan.   

Baca Juga: Masih Marak Beroperasi, OJK Blokir 105 Pinjol Ilegal Per Maret 2022, Ini Daftarnya

Bagikan

Berita Terbaru

Potensi Nilai Zakat Fitrah Tahun ini Menurun
| Senin, 16 Maret 2026 | 04:00 WIB

Potensi Nilai Zakat Fitrah Tahun ini Menurun

 Lembaga riset Ideas memproyeksikan potensi zakat fitrah tahun ini berkisar Rp 6,4 triliun hingga Rp 7,1 triliun.

Kepolisian Pakai Pasal Penganiayaan Berat Ungkap Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
| Senin, 16 Maret 2026 | 04:00 WIB

Kepolisian Pakai Pasal Penganiayaan Berat Ungkap Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Korban penyiraman air keras yakni Wakil Kontras, Andrie Yunus aktif mengadvokasi isu terkait reformasi militer.

Imbal Obligasi Naik, Dapen Atur Strategi
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:45 WIB

Imbal Obligasi Naik, Dapen Atur Strategi

Industri dana pensiun mencoba mencari keuntungan dari tren kenaikan yield surat utang yang terjadi akibat sejumlah sentimen tersebut.

Produksi Energi Bersih PLN IP Melonjak 16% di 2025
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:20 WIB

Produksi Energi Bersih PLN IP Melonjak 16% di 2025

PLN Indonesia Power makin mengoptimalkan penggunaan biomassa untuk co-firing terhadap seluruh PLTU milik PLN.

Harga Pangan Masih Naik Jelang Lebaran
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:15 WIB

Harga Pangan Masih Naik Jelang Lebaran

Harga daging sapi di pasaran ternyata sudah melampaui harga acuan pembelian yang ditentukan pemerintah (HAP).

Bupati Cilacap Minta Setoran THR kepada Anak Buah
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:15 WIB

Bupati Cilacap Minta Setoran THR kepada Anak Buah

KPK menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan sekretaris daerah sebagai tersangka dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi. ​

Jangkar Emas
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:12 WIB

Jangkar Emas

Pemerintah masih mempertahankan program-program mercusuar berbiaya raksasa seperti Makan Bergizi Gratis yang menelan biaya Rp 335 triliun.

AirAsia Indonesia (CMPP) Membidik Pertumbuhan Kinerja 5% Tahun Ini
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:05 WIB

AirAsia Indonesia (CMPP) Membidik Pertumbuhan Kinerja 5% Tahun Ini

Target pertumbuhan tersebut juga mempertimbangkan kapasitas pesawat yang saat ini dimiliki perusahaan.

Transaksi Aplikasi Super Nasabah Bisnis Kian Masif
| Senin, 16 Maret 2026 | 03:00 WIB

Transaksi Aplikasi Super Nasabah Bisnis Kian Masif

​Bank pelat merah gencar digitalisasi, transaksi super app melonjak, ribuan perusahaan kelola keuangan real-time dalam satu platform

Saham Blue Chip Anjlok, Bank Siap Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 02:55 WIB

Saham Blue Chip Anjlok, Bank Siap Aksi Buyback

​Saham bank melemah, BBCA, BBNI, Mandiri, dan BBRI lakukan buyback untuk stabilkan harga dan tarik kepercayaan investor

INDEKS BERITA

Terpopuler