Berita

Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat Jadi Kado Terburuk dari Pemerintahan Baru

Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:24 WIB

Warga berjalan di lobi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jakarta Timur, di Jakarta, Rabu (30/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi menaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen yang akan berlaku mulai 1 Januari 2020 bagi Peserta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Presiden Joko Widodo menaikkan iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Lewat Peraturan Presiden (Perpres) No 75/ 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, kenaikan iuran berlaku untuk semua peserta BPJS Kesehatan. Yakni peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta Penerima Upah, dan peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan Pekerja.

Dengan perubahan aturan tersebut, iuran peserta PBPU dan BP kelas III yang semula Rp 25.500 per orang per bulan, naik menjadi Rp 42.000 per orang per bulan. Adapun, untuk kelas II, tarifnya naik menjadi Rp 110.000 per orang per bulan dari tarif sebelumnya sebesar Rp 51.000 alias naik lebih dari dua kali lipat.

Baca Juga: YLKI: Kenaikan iuran BPJS Kesehatan kontra produktif

Sementara, tarif iuran kelas I naik menjadi Rp 160.000 per orang per bulan dari tarif sebelumnya yang sebesar Rp 80.000 alias naik 100% . Kenaikan iuran ini akan berlaku di awal tahun mendatang

Perubahan tarif juga berlaku bagi peserta penerima upah atau pekerja, baik pegawai pemerintah maupun swasta. Untuk pegawai pemerintah, iuran ditetapkan 5% dari besaran take home pay, dari sebelumnya gaji pokok dan tunjangan keluarga. Bagi pegawai pemerintah pusat, tarif baru ini mulai berlaku tanggal 1 Oktober 2019 lalu.

Reporter: Abdul Basith, Bidara Pink, Grace Olivia, Lidya Yuniartha, Vendi Yhulia Susanto
Editor: Herry Prasetyo

USD/IDR
14.091
0,11
EMAS
749.000
0,13%

Baca juga