Janji Kerek Pendapatan 15%, Media Nusantara Citra (MNCN) Tidak Bagi Dividen

Kamis, 28 Juli 2022 | 04:30 WIB
Janji Kerek Pendapatan 15%, Media Nusantara Citra (MNCN) Tidak Bagi Dividen
[]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Media Nusantara Citra (MNCN) tidak akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2021. Ini karena emiten media ini berencana akan menggelar ekspansi dan membayar utang. 

Komisaris Utama MNCN Hary Tanoesoedibjo menuturkan, seluruh laba bersih akan ditetapkan sebagai laba ditahan. MNCN berniat membayar pinjaman sindikasi yang nilainya mencapai US$ 84 juta.

Head of Investor Relations MNCN Luthan Fadel menyampaikan, tahun ini MNCN menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar. Anggaran ini untuk perawatan rutin fasilitas dan aktivitas di studio serta pembangunan Movie Land. 

Baca Juga: Media Nusantara Citra (MNCN) Membidik Pertumbuhan Pendapatan Dobel Digit di 2022

Luthan menjelaskan, fase pertama pembangunan proyek Movie Land akan selesai di semester dua ini. Lalu, fase ketiga dan final ditargetkan tercapai pada akhir 2023.

Fadel menjelaskan, hingga akhir 2022, MNCN berharap pendapatan naik 12%-15%.   Segmen bisnis televisi akan jadi pendorong mendorong pendapatan MNCN. 

Tahun lalu, MNCN mencetak pendapatan Rp 9,62 triliun, naik 20,93% secara tahunan. Artinya, tahun ini, target pendapatan MNCN mencapai Rp 10,77 triliun-Rp  11,06 triliun. 

Fadel menyebut, pendapatan tahun ini juga akan ditopang oleh lini konten dan digital yang masih akan bertumbuh bahkan dua sampai tiga tahun mendatang. Tapi dia masih enggan mengungkap target bottom line MNCN. 

Namun dia berharap seiring pelunasan pinjaman sindikasi, laba juga bisa meroket. "Setelah Agustus ini, kami sudah bayar semua utang dollar AS, jadi eksposur terhadap dollar akan lebih kecil. Maka dari itu, kami yakin net income tahun ini akan positif," ucap Fadel. Tahun lalu, laba bersih MNCN Rp 619 miliar. 

Baca Juga: Absen Bagi Dividen, Media Nusantara Citra (MNCN) Mau Ekspansi dan Bayar Utang

Bagikan

Berita Terbaru

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat
| Rabu, 11 Februari 2026 | 20:53 WIB

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat

BPKH belum juga lepas Muamalat, kepemilikan saham masih di atas batas OJK. Aturan ketat menanti, bagaimana nasib Bank Muamalat ke depan?

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

INDEKS BERITA

Terpopuler