Jatah Saham Bagus Bagi Investor Ritel

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:10 WIB
Jatah Saham Bagus Bagi Investor Ritel
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebulan terakhir, para investor saham heboh membicarakan penawaran saham perdana Bukalapak. Selain soal nilainya yang rekor, Rp 21,9 triliun, investor juga ramai membicarakan harganya.

Tak sedikit yang bilang kemahalan, tapi banyak yang menilai harga penawaran saham Bulapak wajar, bahkan murah. Plus, di tengah booming saham teknologi muncul ekspektasi saham ini bakal meroket. Nah, kelompok ini lantas memburu saham berkode BUKA ini.

Cuma, kini, sebagian investor mulai kecewa. Di berbagai WhatsApp Group saham, kemarin, mulai beredar keluh kesah investor ritel.

Pasalnya, para investor telah memperoleh pemberitahuan resmi bahwa mereka tidak memperoleh bagian pada tahap penjatahan pasti (fixed allotment). Ada pula yang memperoleh fixed allotment tapi nilainya jauh lebih kecil dari nilai pesanannya.

Ini, artinya mereka hanya bisa berharap memperoleh bagian dalam pejatahan proporsional dari pemesanan terpusat (pooling). Masalahnya, mulai muncul kekhawatiran bahwa jatah investor ritel di tahap pooling pun akan mini.

Pasalnya, alokasi terbesar telah diberikan kepada investor istitusi seperti Hegde Fund, Manajer Investasi, soverign wealth fund, serta investor superkaya (high net worth individual) yang memiliki orientasi jangka panjang.

Semoga saja rumor ini tidak menjadi kenyataan dan investor ritel masih memperoleh alokasi yang layak di tahap pooling. Sebab, jika benar investor ritel hanya kebagian secuil saham BUKA, sungguh antiklimaks.

Riuh rendah IPO terbesar ini hanya akan menjadi pesta sebagian kalangan saja, sementara investor ritel menjadi penonton. Memang investor bisa melompat masuk ketika "kapal" BUKA sudah mulai berlayar di bursa 6 Agustus nanti. Tapi, mungkin, mereka akan kebagian harga yang sudah naik.

Sebenarnya, wajar jika Bukalapak lebih banyak mengalokasi saham untuk investor institusi. Pasalnya, banyak investor ritel yang mengejar cuan jangka pendek; begitu untung lumayan mereka langsung TP (jual di target price).

Bahkan, tak sedikit yang menjual saham di hari pertama IPO (flipper). Aksi mereka bisa membuat saham perdana terlihat fluktuatif.

Tapi, demi perkembangan pasar modal yang lebih sehat dan inklusif, alangkah baiknya jika investor ritel memperoleh alokasi cukup. Selain trader, banyak pula investor ritel yang berorientasi menengah hingga panjang dan merindukan untuk memperoleh saham bagus sejak penawaran perdana.                   

Bagikan

Berita Terbaru

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:56 WIB

Biaya Operasional Membengkak, Laba Cinema XXI (CNMA) Tergerus di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan  PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) berasal dari penjualan tiket sebesar Rp 3,6 triliun. 

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:48 WIB

Laba Bersih Petrosea (PTRO) Melonjak 197,01% di Sepanjang 2025

Mayoritas pendapatan PTRO pada 2025 berasal dari segmen pertambangan, dengan kontribusi sebesar US$ 441,27 juta.

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:44 WIB

Disetir Sentimen Perang AS-Iran dan Penurunan Outlook RI, IHSG Anjlok 7,89% Sepekan

Anjloknya kinerja IHSG sepanjang pekan ini, antara lain, dipicu sentimen konflik AS-Iran dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch Ratings. 

Nasib THR: Antara Kebutuhan Lebaran dan Peluang Cuan SR024
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 05:00 WIB

Nasib THR: Antara Kebutuhan Lebaran dan Peluang Cuan SR024

Pencairan THR bisa jadi modal. Kupon SR024 menjanjikan untung bersih hingga 5,31% setelah pajak, lebih menarik dari deposito. 

Belajar dari Pekalongan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:30 WIB

Belajar dari Pekalongan

Pilih kepala daerah berkualitas, berintegritas dan memiliki visi untuk memajukan wilayah bukan untuk pribadi dan keluarga.

Investor Reksadana Saham Untung Besar? Ini Proyeksi Imbal Hasil 2026
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB

Investor Reksadana Saham Untung Besar? Ini Proyeksi Imbal Hasil 2026

Reksadana saham mencetak return 2% MoM, tertinggi di Februari 2026. Simak proyeksi imbal hasil hingga 15% tahun ini dan strategi pilih yang tepat.

Daya Saing Asuransi Indonesia
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:15 WIB

Daya Saing Asuransi Indonesia

Sistem yang mampu menjamin keadilan lintas batas, termasuk juga berlaku untuk industri asuransi, adalah fondasi dari kepercayaan.

Alkindo Naratama Beberkan Strategi Bidik Laba Tumbuh 50% di 2026
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 04:00 WIB

Alkindo Naratama Beberkan Strategi Bidik Laba Tumbuh 50% di 2026

ALDO menargetkan laba bersih melesat 50% pada 2026! Cari tahu bagaimana ekspansi ke kemasan konsumen dan pasar AS jadi pendorong utama.

Primaya Hospital (PRAY) Melanjutkan Ekspansi Rumah Sakit Baru
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:00 WIB

Primaya Hospital (PRAY) Melanjutkan Ekspansi Rumah Sakit Baru

Setelah meresmikan RS Primaya Kelapa Gading pada Januari 2026, Primaya akan melanjutkan ekspansi dengan membangun cabang di BSD

Cadangan Devisa Jangka Pendek Masih Akan Tertekan
| Sabtu, 07 Maret 2026 | 02:45 WIB

Cadangan Devisa Jangka Pendek Masih Akan Tertekan

Posisi cadangan devisa per akhir Februari 2026 sebesar US$ 151,9 miliar                              

INDEKS BERITA