Jejak Karier Andi Nirwoto Direktur Teknologi Informasi Bank BTN

Sabtu, 13 Maret 2021 | 08:36 WIB
Jejak Karier Andi Nirwoto Direktur Teknologi Informasi Bank BTN
[ILUSTRASI. Andi Nirwoto, Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk.]
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa bilang berkarier di dunia perbankan harus berasal dari lulusan ekonomi. Andi Nirwoto, Direktur Operasi, Teknologi Informasi (TI) dan Digital Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), membuktikan kalau lulusan teknik juga bisa meniti karier menjadi bankir.

Andi sejak kecil memang bercita-cita menjadi seorang engineering. Saya memilih kuliah di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) karena saya merasa cocok dengan suasana, budaya, serta sikap egaliter masyarakat di Kota Yogyakarta. Saya ikut tes dan diterima di UGM pada tahun 1988, ujarnya.

Awalnya, pria yang lulus dari UGM tahun 1994 ini memang berkarier di dunia teknik. Ia bekerja di perusahaan konstruksi. Namun nasib berkata lain. Ia mendapatkan tawaran tes bekerja dari Bank BNI.

Tawaran itu memang cukup menggiurkan. Ia mendapatkan kesempatan juga untuk meraih beasiswa pascasarjana S2.

Namun, tentu saja tak mudah mendapatkan beasiswa. Ia harus berkompetisi dengan pesaing lain yang ingin ikut tes tersebut. Bukannya minder dengan pesaing lain, ia pun percaya diri ikut ujian saringan tersebut.

Lulus tahun 1994, saya lulus mengikuti tes program beasiswa dari Bank BNI. Program beasiswa Bank BNI diberikan untuk sekitar 20% lulusan terbaik dari UGM. Saya diterima dan langsung disekolahkan selama dua tahun, dari 1995 hingga 1997, katanya.

Ia berkuliah di University of Kentucky, Amerika Serikat. Kesempatan yang langka ini pun tak disia-siakannya.

Sepulang sekolah S2, Andi mengaku mengikuti tambahan pelatihan general banking, perkreditan, trade, dan lain-lain. Selanjutnya ia diterjunkan di operasional cabang. kemudian lanjut ke head office untuk membangun TI bank BUMN yang berdiri tahun 1946 tersebut.

Di sinilah awal karier Andi sampai dengan sekarang menjadi spesialis di TI. Kurang lebih hampir selama 25 tahun. Jadi karier saya lebih lama di Bank BNI ketimbang di BTN, Saya bekerja di BNI selama 21 tahun, ungkapnya.

Ia menapaki kariernya dari bawah, Dan berkat prestasi kerja yang mumpuni, seiring dengan perjalanan waktu, dia dipercaya untuk menempati berbagai posisi penting di bank berlogo angka 46 tersebut. Jabatan terakhirnya di BNI adalah general manager operasional dan teknologi informasi.

Informasi mengenai pekerjaannya yang mumpuni di bidang teknologi pun tersiar. Berkat kinerja, keahlian, dan pengalamannya yang apik, pemegang saham bank BUMN menjadikan Andi sebagai sasaran baru untuk posisi direksi.

Akhirnya melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Maret 2018 silam, Andi ditunjuk menjadi Direktur BTN.

Setelah 21 tahun berkarier di Bank BNI, kini Andi menjadi bagian dari BTN guna menggarap area yang menjadi keahliannya. Serta membantu bank BUMN tersebut terus berkembang. Terutama lewat inovasi-inovasi digital.

Di mata pria kelahiran Purbalingga ini, BTN mempunyai segmen yang sudah fokus, yakni melayani penyediaan rumah untuk masyarakat Indonesia. BTN punya peran dominan mewujudkan Program Sejuta Rumah dari pemerintah.

Terkait dengan peran saya sebagai Direktur IT dan Operasional BTN, saya ingin memberikan value yang lebih pada BTN, terutama di bidang saya. Bagaimana saya membangun suatu arsitektur TI yang bisa mendukung program-program BTN. Seperti dalam mendukung terwujudnya Program Sejuta Rumah dari pemerintah. Mulai dari efisiensi proses, otomasi, dan digitalisasi layanan yang bisa membantu BTN untuk tumbuh, tutur Andi.

Tentu saja untuk mencapai apa yang sudah diraih saat ini, membutuhkan proses panjang dan kerja keras. Namun, dia menekankan dua hal yang menjadi kunci suksesnya dalam berkarier, yakni ketekunan dan mau terus belajar. Ya, belajar baik secara formal maupun non formal.

Saya selalu tekun dan fokus bekerja serta tak perlu banyak bicara. Saya pun selalu belajar dan menyerap ilmu dari para atasan, senior, kolega, dan bahkan dari bawahan sekalipun, ungkap Andi.

Berkat ketekunan, profesionalisme, dan integritasnya, Andi kembali terpilih menjadi Direktur Operation, IT and Digital Banking BTN dalam RUPST yang berlangsung pada awal Maret 2021 lalu. Terpilih untuk yang kedua kalinya membuat Andi semakin semangat.

Andi ingin memberikan legacy yang baik. Ia ingin membangun perubahan dan memberikan keunikan melalui kombinasi business process dan solusi TI.

Ia berpandangan, intinya pekerjaan atau aktivitas-aktivitas dalam rangka memenuhi target-target perusahaan yang cukup banyak dan dalam beragam kondisi.

Sehingga, dari awal dirinya sudah menyiapkan diri dengan segala kemungkinan, alternatif-alternatif apabila gagal. Dan segera melanjutkan pekerjaan yang lain apabila satu atau dua pekerjaan sudah selesai dan berhasil. Buat ini sebagai suatu rangkaian yang akan memperkuat maturity kita dalam berpikir dan mengambil keputusan, katanya.

Karier Andi Nirwoto memang cukup menanjak. Salah satu orang yang mempengaruhi kariernya adalah almarhum sang ayah. Ia bercerita bagaimana almarhum ayahnya merupakan sosok pekerja keras.

Dari sang ayah, ia belajar soal memberikan pelayanan terbaik kepada siapapun, atasan maupun bawahan. Termasuk berupaya tidak mengeluh setiap ada penugasan atau pekerjaan.

"Selain itu, sosok lain yang mempengaruhi perjalanan karier saat ini adalah atasan-atasan saya selama saya pernah bertugas di BNI maupun di BTN, yang tentunya akan semakin memperkaya cara pandang saya dalam bekerja," ujar pria lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Andi mengaku pula filosofinya dalam memimpin perusahaan adalah selalu hands on dengan bidang pekerjaan yang ia pimpin, tidak peduli dirinya sebagai atasan. "Belajarlah terus dari atasan, bawahan dan kolega, selalu menghormati dan menjaga hubungan yang harmonis dengan atasan, bawahan dan kolega," kata Andi.

Andi mengaku ingin dikenal sebagai pemimpin agar menjadi panutan bukan karena posisi. Melainkan dari keahlian atau penguasaan, pengalaman dan kemampuannya untuk bersosialisasi dengan segala lini di perusahaan karena di dalamnya ia harus mau belajar

Ia juga optimistis, bakal meraih target bisnis BTN di tahun 2021 termasuk mendukung program perumahan pemerintah. BTN bakal tetap mempertahankan posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025. Didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus

Selain itu, menurut Andi, BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lain. Sehingga diharapkan dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.

Bagikan

Berita Terbaru

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas
| Senin, 06 April 2026 | 07:23 WIB

Agenda Reformasi Pasar Modal, Indonesia Berpotensi Naik Kelas

Selesainya program peningkatan transparansi, integritas dan kredibilitas informasi kepemilikan saham dalam waktu cukup singkat hanya dua bulan. 

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar
| Senin, 06 April 2026 | 07:05 WIB

Prediksi Defisit Neraca Transaksi Berjalan Melebar

Lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar ru[iah diperkirakan akan mengerek biaya impo 

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 06 April 2026 | 07:03 WIB

Asing Terus Net Sell, Rupiah Cetak Rekor Terburuk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bersamaan minggatnya asing, kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) mencapai Rp 17.015 per dolar AS. Paling buruk sepanjang sejarah. 

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat
| Senin, 06 April 2026 | 06:43 WIB

Bisnis Obat Resep Melesat, Laba Kalbe Farma Semakin Sehat

Segmen bisnis obat resep berkontribusi ke pendapatan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada 2025. Segmen ini tumbuh 11,00% yoy jadi Rp 10,24 triliun. ​

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah
| Senin, 06 April 2026 | 06:40 WIB

Pemerintah Klaim Stok Pangan Berlimpah

Risiko terbesarnya adalah gagal panen yang berujung pada kerugian petani akibat biaya produksi tidak kembali dan turunnya pendapatan

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi
| Senin, 06 April 2026 | 06:37 WIB

Ramai-Ramai Bangun Rusun Bersubsidi

Pemerintah akan menerbitkan aturan rusun bersubsidi sehingga bisa mempercepat pembangunan dan mengejar target 3 juta rumah

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli
| Senin, 06 April 2026 | 06:36 WIB

Laba Emiten Properti Terhantam Daya Beli

Emiten properti masih menemukan tantangan di 2026 akibat kondisi geopolitik. Ini memicu ketidakpastian ekonomi, yang bisa menurunkan daya beli.​

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol
| Senin, 06 April 2026 | 06:32 WIB

Pertamina Gandeng US Grains Garap Bioetanol

USGBC merupakan organisasi nirlaba internasional yang mewakili produsen dan pemangku kepentingan industri biji-bijian

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya
| Senin, 06 April 2026 | 06:30 WIB

Saham Emiten Rumahsakit Diprediksi Cuan di 2026, Ini Pendorong Utamanya

Beban depresiasi, rupiah lemah, dan tarif BPJS tipis bisa menekan profit. Pahami risiko sebelum berinvestasi di saham RS

WIKA Masih Bukukan Rugi Jumbo Rp 9,7 Triliun
| Senin, 06 April 2026 | 06:29 WIB

WIKA Masih Bukukan Rugi Jumbo Rp 9,7 Triliun

WIKA mengantongi kontrak baru Rp 17,46 triliun, yang mendongkrak total kontrak berjalan (order book) hingga menyentuh angka Rp 50,52 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler