Jika Masalah Para Pemain Besar Tak Terkendali, Pasar Kripto Akan Kembali Guncang

Senin, 20 Juni 2022 | 11:28 WIB
Jika Masalah Para Pemain Besar Tak Terkendali, Pasar Kripto Akan Kembali Guncang
[ILUSTRASI. Harga Bitcoin.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Kecemasan membayangi pasar uang kripto Senin pagi. Investor mencemaskan pasar akan kembali mengalami guncangan apabila masalah-masalah yang membelit pemain-pemain besar cryptocurrency gagal dikendalikan.

Bitcoin telah kehilangan 57% nilainya sepanjang tahun ini. Jika diukur dalam periode sebulan, bitcoin telah rontok 37%, turun di bawah $20.000 selama akhir pekan untuk pertama kalinya sejak Desember 2020. Level tersebut memiliki signifikansi simbolis, karena kira-kira merupakan puncak dari siklus kenaikan di 2017 .

Penurunan harga bitcoin merupakan imbas dari kesulitan yang dialami beberapa pemain industri utama. Penurunan lebih lanjut dapat berdampak buruk karena investor kripto lainnya terpaksa menjual kepemilikan mereka untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian.

Baca Juga: Terimbas Pasar Kripto Goyah, Babel Finance Tangguhkan Penarikan dan Penukaran Aset

Three Arrows Capital, yang merupakan hedge fund di pasar kripto, sedang menjajaki pilihannya. Termasuk menjual aset dan mendapatkan suntikan modal dari perusahaan lain, kata pendirinya kepada Wall Street Journal dalam sebuah cerita yang diterbitkan Jumat. 

Di hari yang sama, pemberi pinjaman crypto yang berfokus di Asia, Babel Finance, mengatakan akan menangguhkan penarikan. Pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network awal bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan. 

Banyaknya masalah yang muncul di pasar kripto baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke keruntuhan spektakuler stablecoin TerraUSD pada bulan Mei. 

Bitcoin diperdagangkan senilai US$ 20.000 pada Senin. Sementara token kedua dengan nilai kapitalisasi terbesar, ether, berada di US$ 1.075. Ether turun di bawah level simbolisnya, yaitu $ 1.000, selama akhir pekan.

"Jika pasar naik lebih tinggi, semua orang bernafas lega. Semuanya akan dibiayai kembali, orang akan meningkatkan ekuitas, dan semua risiko akan hilang. Tetapi jika kita bergerak jauh lebih rendah dari sini, saya pikir itu bisa menjadi badai besar, " kata Adam Farthing, kepala kantor risiko untuk Jepang di penyedia likuiditas kripto B2C2.

"Ada banyak kredit yang ditarik dari sistem dan jika pemberi pinjaman harus menanggung kerugian dari Celsius dan Three Arrows, mereka akan mengurangi ukuran buku pinjaman masa depan mereka yang berarti bahwa seluruh jumlah kredit yang tersedia di ekosistem kripto jauh berkurang.

"Rasanya seperti tahun 2008 bagi saya dalam hal bagaimana bisa ada efek domino dari kebangkrutan dan likuidasi," kata Farthing.

Yang pasti, perkembangan crypto bertepatan dengan penurunan ekuitas, karena saham AS mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi yang semakin besar.

Baca Juga: Fed Agresif Naikkan Bunga, Harga Berbagai Uang Kripto Berguguran

Harga bitcoin cenderung bergerak dengan cara yang hampir mirip dengan aset berisiko lainnya seperti saham teknologi.

Cryptocurrency yang lebih kecil bahkan lebih terpukul daripada token utama karena investor mencari keamanan komparatif dari bitcoin dan stablecoin yang nilainya dipatok dengan aset tradisional, paling sering dolar AS.

Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan kira-kira $870 miliar, menurut situs harga Coinmarketcap, turun dari puncaknya $2,9 triliun pada November 2021.

Namun, bahkan kapitalisasi pasar stablecoin telah turun dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan investor menarik uang dari sektor ini secara keseluruhan. 

Tether, stablecoin terbesar di dunia telah melihat kapitalisasi pasarnya turun menjadi sekitar $68 miliar pada hari Senin, dari lebih dari $83, miliar pada awal Mei.

Bagikan

Berita Terbaru

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk
| Senin, 13 Juli 2026 | 22:25 WIB

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk

Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional.

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas

Target ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026

Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell. 

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler