Fed Agresif Naikkan Bunga, Harga Berbagai Uang Kripto Berguguran

Rabu, 15 Juni 2022 | 00:47 WIB
Fed Agresif Naikkan Bunga, Harga Berbagai Uang Kripto Berguguran
[ILUSTRASI. Infografik: Grafik harga dan nilai kapitalisasi pasar bitcoin]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) dengan cepat menggiring uang kripto memasuki masa surut. Lihat saja pergerakan bitcoin, yang memiliki lebih dari separuh pangsa pasar seluruh cryptocurrency. 

Mengutip data perdagangan di coinmarketcap.com, rally uang kripto berawal di paruh kedua tahun 2020. Demikian juga dengan bitcoin, yang menyentuh puncaknya di November 2021. Pada 14 November, harga satu bitcoin melampaui US$ 65.000 lebih.

Rencana pengetatan moneter yang waktu itu masih belum jelas besaran dan jadwalnya, plus aksi profit taking mulai gerak naik membebani bitcoin. Bitcoin semakin rontok begitu Federal Reserve melakukan kenaikan bunga secara agresif untuk menahan laju inflasi di negerinya.

Baca Juga: Makin Banyak Negara Melonggarkan Akses, Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing Meningkat

Menengok dua tahun ke belakang, bitcoin dan uang kripto lain memiliki nasib yang sama dengan berbagai aset keuangan. Nilainya terjun bebas gara-gara dunia tergelincir ke pandemi virus corona. 

Namun kebijakan moneter longgar yang diberlakukan banyak ekonomi maju menyebabkan banjir likuiditas di pasar. Dana murah ini yang menjadi amunisi investor, trader hingga spekulator berburu uang kripto, mulai bitcoin hingga berbagai uang kripto recehan yang ngetop melalui meme.

Saat likuiditas tidak lagi disetel murah, bitcoin dan berbagai rekannya pun kehilangan penopang. Jika dibandingkan dengan nilai mingguan tertinggi di November tahun lalu, harga bitcoin per akhir pekan lalu sudah tergerus 59% lebih (Lihat infografik).

Baca Juga: Empat Tahun Berurutan, Real Madrid Jadi Klub Sepakbola Paling Berharga di Eropa

Penurunan harga ini tercermin juga pada nilai kapitalisasi pasar bitcoin. Mengutip coinmarketcap.com, untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 nilai kapitalisasi pasar seluruh uang kripto bergerak ke bawah US$ 1 triliun. 

Pada akhir pekan lalu, nilai kapitalisasi pasar seluruh uang kripto adalah US$ 926 miliar. Angka itu tidak sampai separuh dari puncak kapitalisasi pasar cryptocurrency, yaitu US$ 2,9 triliun, yang terjadi pada November 2021.

Mereka yang menjadi kaya raya berkat uang kripto, tentu terdampak dengan harga yang kini terjun bebas. Para miliarder yang asetnya didominasi uang kripto, praktis net worth-nya ikut rontok.

Brian Armstrong, pendiri bursa uang kripto Coinbase Global Inc bisa disebut sebagai contoh. Saat uang kritpo mencapai puncak kejayaannya, pada November tahun lalu, nilai kekayaan bersih Armstrong menurut Bloomberg Billionaires Index (BBI) mencapai US$ 13,7 miliar. Mengutip BBI, isi kantong Armstrong saat ini merosot hingga US$ 2,3 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Penurunan Daya Beli Masih Hantui Emiten Rokok, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Jumat, 11 September 2026 | 09:25 WIB

Penurunan Daya Beli Masih Hantui Emiten Rokok, Cek Rekomendasi Sahamnya

Lonjakan volume produksi rokok di semester I-2026 belum sepenuhnya mencerminkan kondisi permintaan riil di pasar.

Emiten Mind Id Menggeber Ekspansi
| Jumat, 11 September 2026 | 09:07 WIB

Emiten Mind Id Menggeber Ekspansi

Empat emiten Mind Id yang tercatat di BEI menggeber ekspansi di tengah tuntutan tingginya setoran dividen ke Danantara

Techtember, Peluang ERAA, MAPI, dan BELI Genjot Penjualan Lewat Rilis Smartphone Baru
| Jumat, 11 September 2026 | 08:35 WIB

Techtember, Peluang ERAA, MAPI, dan BELI Genjot Penjualan Lewat Rilis Smartphone Baru

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tetap menjadi penerima manfaat utama dari rilis flagship smartphone.

RS Mitra Keluarga (MIKA) Menyiapkan Tiga Rumah Sakit Baru
| Jumat, 11 September 2026 | 08:08 WIB

RS Mitra Keluarga (MIKA) Menyiapkan Tiga Rumah Sakit Baru

Dua rumah sakit akan dibangun di Jabodetabek. Simak rencana ekspansi RS Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat tapi Sektor Konsumer Menanti Pemulihan Daya Beli
| Jumat, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat tapi Sektor Konsumer Menanti Pemulihan Daya Beli

Meningkatnya inflasi pada Agustus 2026 dan risiko kenaikan suku bunga dapat menjadi hambatan bagi kinerja sektor konsumer.

Perkuat Kinerja, Duet RAJA dan RATU Agresif Lakukan Akuisisi
| Jumat, 11 September 2026 | 08:05 WIB

Perkuat Kinerja, Duet RAJA dan RATU Agresif Lakukan Akuisisi

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) aktif melakukan akuisisi aset lain untuk memperkuat kinerja

ADHI Bersiap Divestasi Anak Usaha
| Jumat, 11 September 2026 | 08:04 WIB

ADHI Bersiap Divestasi Anak Usaha

Adhi Karya (ADHI) memiliki bisnis di luar konstruksi, seperti properti  hospitality, manufaktur, dan investasi.

Dominasi Sentimen Eksternal
| Jumat, 11 September 2026 | 08:01 WIB

Dominasi Sentimen Eksternal

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (11/9) diperkirakan banyak dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri

Menjelang Libur Akhir Pekan, Saatnya Menyimak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 11 September 2026 | 08:00 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Saatnya Menyimak Rekomendasi Saham Hari Ini

Hari ini investor akan mencermati pergerakan kurs rupiah serta harga sejumlah komoditas, seperti minyak mentah dan batubara.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ, Pasangan Mata Uang USD/JPY Terkoreksi
| Jumat, 11 September 2026 | 07:51 WIB

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ, Pasangan Mata Uang USD/JPY Terkoreksi

Jika inflasi AS tetap tinggi dan The Federal Reserve kembali hawkish, USD/JPY bisa mengalami rebound. 

INDEKS BERITA