Jumlah Perkara Penyelesaian Utang Melalui Pengadilan Kian Meningkat

Kamis, 04 April 2019 | 08:37 WIB
Jumlah Perkara Penyelesaian Utang Melalui Pengadilan Kian Meningkat
[]
Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang terus meningkat tiap tahun. Berdasarkan data yang dihimpun KONTAN dari lima pengadilan niaga di Indonesia, sepanjang kuartal I-2019, perkara PKPU yang masuk mencapai 107 perkara. Jumlah ini naik 57,35% dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang hanya 68 perkara.

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menjadi pengadilan yang memiliki lonjakan perkara PKPU paling signifikan. Bila pada kuartal I-2018 jumlahnya hanya 44 perkara, maka pada tiga bulan pertama tahun 2019 ini mencapai 75 perkara atau naik 70,45%.

Bobby R Manalu, pengamat dan praktisi hukum perdata PKPU/Kepailitan yang juga Pengacara dari Kantor Hukum Setiawan Siregar Manalu Partnership (SSMP) mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi pendorong kenaikan perkara PKPU. Pertama, debitur sudah paham PKPU.

Kedua, bagi kreditur, jalur PKPU dan kepailitan lebih kuat untuk menekan debitur agar melakukan pembayaran utang, ketimbang gugatan perdata lain. Ketiga, debitur sudah tidak malu-malu lagi untuk masuk dalam PKPU. "Beberapa perusahaan besar masuk PKPU, maka PKPU tidak lagi memalukan untuk ditempuh," katanya kepada KONTAN, Rabu (3/4).

Keempat, ada jangka waktu yang jelas dalam proses PKPU dalam pengembalian kredit. Artinya, PKPU memberikan persepsi kepastian hukum.

Ketua Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) James Purba menambahkan, maraknya perkara PKPU juga tak lepas dari aturan yang berlaku saat ini, yaitu kreditur bisa mengajukan permohonan PKPU kepada debitur

Selain itu, mengutip Bank Dunia, peringkat pengembalian piutang lewat PKPU di Indonesia khususnya Jakarta cukup baik. Hal ini turut mendorong peringkat ease of doing business (EODB) Indonesia tahun 2019 ke peringkat 34 atau naik empat peringkat dari tahun 2018.

Bagikan

Berita Terbaru

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

INDEKS BERITA