KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Cepat atau lambat, masifnya para perusahaan teknologi finansial (tekfin) dan platform e-commerce ke bisnis paylater, bakal menggerus segmen kredit perbankan. Ini terutama di bisnis kartu kredit. Karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, perbankan tak mau kalah dalam meluncurkan platform digital penyaluran kredit.
Dua pekan lalu misalnya, himpunan bank milik negara (Himbara) meluncurkan platform Digiku. Melalui Digiku, para pelaku UMKM bisa mendapatkan pinjaman modal dengan proses cepat secara digital. Para merchant bisa memperoleh tambahan modal hingga Rp 20 juta dengan tenor mulai dari satu bulan hingga 12 bulan.
Pemerintah telah menyiapkan dana Rp 4,2 triliun untuk disalurkan kepada sejuta pelaku UMKM. Masing-masing bank Himbara juga turut mengandalkan platform digital mandiri maupun menggelar kerjasama dengan ekosistem digital.
Salah satunya Ceria, platform digital milik Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Selama tahun 2020 kami sudah menyalurkan pinjaman melalui Ceria senilai Rp 55 miliar," kata Handayani, Direktur BRI kepada Anggar Septiadi dari KONTAN.
