Melestarikan Budaya

Selasa, 14 Juli 2026 | 10:47 WIB
Melestarikan Budaya
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata (KONTAN/Indra Surya)]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan lalu, saya berkesempatan mengunjungi sebuah tempat wisata di Labuan Bajo yang bernama Dapur Tara. Tempat ini berupaya melestarikan cara hidup tradisional masyarakat Flores, terutama dari sisi gastronomi.

Di Dapur Tara, wisatawan belajar memahami filosofi serta proses suatu makanan disajikan. Wisatawan diajak ikut mengambil bahan baku di kebun, mengolah dan memasak makanan, sampai akhirnya menikmati makanan yang ia olah tersebut.

Pendiri Dapur Tara berkisah, ia mendirikan tempat wisata berkonsep unik ini lantaran gelisah melihat mulai pudarnya pengetahuan masyarakat mengenai adat istiadat setempat. Lewat Dapur Tara, ia berharap bisa melestarikan sebagian kecil dari budaya Flores, terutama lewat kuliner.

Perjalanan ke Dapur Tara ini mengingatkan saya kembali pada fakta yang kurang menyenangkan, cukup banyak budaya asli Indonesia yang terancam punah, bahkan sudah punah. Memang, di sana sini ada upaya untuk melestarikan budaya di sejumlah tempat, tapi sifatnya masih sangat sporadis.

Ini sebenarnya fakta yang sangat miris, terutama buat Indonesia. Mungkin banyak yang tidak tahu, bulan lalu, Indonesia terpilih jadi anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO periode 2026-2030.

Ini adalah badan UNESCO yang bertugas melindungi tradisi budaya yang masih hidup dan menambahkannya ke daftar pelestarian resmi. Sebelumnya, Indonesia juga pernah jadi anggota di periode 2010-2014.

Kementerian Kebudayaan mencatat Indonesia memiliki 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, dan 2.727 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan secara nasional. Tapi, masih banyak budaya yang terancam punah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon misalnya, kini tengah berupaya melestarikan dan memunculkan kembali budaya yang terancam punah. Termasuk di antaranya kuliner khas daerah ini, seperti dodongkal dan makanan golondo.

Tentu saja, upaya dari satu pemerintah daerah semata tidak cukup. Perlu program yang jelas dari pemerintah, terutama pemerintah pusat. Pemerintah juga bisa menjajaki kolaborasi yang melibatkan masyarkaat, komunitas adat, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha.

Kekayaan budaya bukan sekadar identitas masa lalu, tapi bagian dari jati diri bangsa. Jangan sampai jati diri bangsa tersebut hilang karena kita terlambat sadar.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Prospek NCKL Tetap Cerah di Tengah Fluktuasi Harga Nikel

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mengantongi kenaikan pendapatan 21,28% year-on-year (yoy) menjadi Rp 17,10 triliun pada semester I-2026.

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Masuk Fase Normalisasi, Pasien Non-BPJS Jadi Penopang Margin MIKA dan SILO

Cara paling efektif untuk menopang profitabilitas emiten rumah sakit adalah dengan meningkatkan porsi pasien non-BPJS.

Industri Manufaktur Mulai Pulih
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Industri Manufaktur Mulai Pulih

PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 kembali ke level 50,2 atau kembali ke level ekspansi setelah sempat turun di bulan sebelumnya.

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Erajaya Swasembada (ERAA) Menjaga Momentum Pertumbuhan

ERAA bukukan penjualan sebesar Rp 42,90 triliun pada semester I-2026, naik 22,39% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 35,05 triliun 

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Air Bersih dan Mimpi Anak Muda Papua

Fasilitas air bersih yang dibangun PT Pertamina EP Papua Field melalui Program Peningkatan Sarana Air Bersih Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kinerja GOTO, BUKA, BELI Beragam, Analis Jagokan Saham Ini

GOTO berhasil berbalik mencetak laba, BELI masih merugi tetapi nilainya menyusut, sedangkan BUKA justru berbalik mencatat kerugian.

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Prospek INCO Semester II-2026 Masih Positif, Harga Nikel dan Hilirisasi Jadi Penopang

Pada semester I-2026, produksi nikel matte INCO tercatat 29.800 ton, turun -16% YoY karena perusahaan menjalankan program rebuild furnace.

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:30 WIB

ISAT Kerek Target Pendapatan dan EBITDA, Capex Rp 23 Triliun Jadi Taruhan Baru

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Kafi Ananta sepakat, bahkan menaikkan proyeksi pendapatan ISAT 2026 sebesar 3,4% menjadi Rp 61,35 triliun.

Investor Asing Rajin Borong Saham BRPT, Ditopang TPIA hingga Proyek Waste to Energy
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:17 WIB

Investor Asing Rajin Borong Saham BRPT, Ditopang TPIA hingga Proyek Waste to Energy

Tekanan yang sempat muncul akibat faktor MSCI telah membuat sebagian besar risiko tercermin dalam harga saham BRPT.

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)

Melansir Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup menguat 0,14% per hari ke level Rp 17.997 per dolar AS, Senin (3/8).

INDEKS BERITA

Terpopuler