Kabur

Rabu, 04 November 2026 | 06:10 WIB
Kabur
[ILUSTRASI. Wahyu Tri Rahmawati (KONTAN/Steve GA)]
Wahyu Tri Rahmawati | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak cuma panas yang berkepanjangan melanda Indonesia. Arus keluar dana asing terus berlangsung hingga dua bulan menjelang tutup tahun 2026. 

Arus modal asing yang terus keluar dari pasar keuangan menjadi salah satu sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik sedang menghadapi tantangan. Sejak awal tahun, investor asing mencatatkan penjualan bersih saham Rp 98 triliun. Di pasar surat berharga negara (SBN), aliran dana asing memang sempat meningkat hingga awal Oktober tetapi turun lagi pada akhir bulan.

Hot money di pasar keuangan memang mudah berpindah. Investor bisa masuk ketika melihat peluang keuntungan dan keluar ketika risiko meningkat atau prospek investasi dinilai kurang menarik. Ketika arus dana jangka pendek saja terus menunjukkan kecenderungan keluar, bagaimana dengan minat investor untuk menanamkan modal dalam jangka panjang?

Pertanyaan ini semakin relevan jika melihat perkembangan investasi domestik. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada kuartal III-2026 turun 7% secara tahunan. Penurunan ini bahkan terjadi selama dua kuartal berturut-turut. Artinya, bukan hanya investor asing yang perlu diperhatikan. Pelaku usaha dan pemodal dalam negeri menahan ekspansi.

Kondisi tersebut semestinya menjadi alarm bagi pemerintah. Investasi merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi. Ketika perusahaan menunda pembangunan pabrik, memperlambat ekspansi, atau membatalkan rencana usaha, kesempatan kerja yang seharusnya tercipta ikut menghilang.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk membalikkan keadaan? Investor membutuhkan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, birokrasi yang sederhana, biaya usaha yang kompetitif, serta jaminan bahwa aturan tidak berubah-ubah di tengah perjalanan investasi. 

Penurunan PMDN selama dua kuartal berturut-turut seharusnya menjadi bahan evaluasi serius. Jangan sampai kebijakan yang dirancang untuk menarik investor justru menambah beban dunia usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi dan pencipta lapangan kerja.

Tanpa pembenahan iklim investasi yang berarti, Indonesia berpotensi kehilangan momentum penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Jangan hanya sibuk menghitung investasi yang masuk, sementara gagal menjawab pertanyaan: mengapa investor yang sudah ada justru memilih pergi?

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Erajaya Active Lifestyle (ERAL) Terdorong Xpeng
| Rabu, 04 November 2026 | 07:16 WIB

Kinerja Erajaya Active Lifestyle (ERAL) Terdorong Xpeng

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatatkan pertumbuhan pesat di segmen active maupun lifestyle pada tahun ini

Valuasi Semakin Murah, IHSG Bisa Merekah
| Rabu, 04 November 2026 | 07:14 WIB

Valuasi Semakin Murah, IHSG Bisa Merekah

Pengecualian saham HSC dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), membuat valuasi IHSG lebih menarik. 

Saham HSC Bergerak Liar Usai Didepak dari IHSG, Masih Ada Peluang Cuan
| Rabu, 04 November 2026 | 07:09 WIB

Saham HSC Bergerak Liar Usai Didepak dari IHSG, Masih Ada Peluang Cuan

Saham HSC yang punya fundamental kuat dan didukung kredibilitas manajemen yang baik, masih memungkinkan foreign inflow.

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)
| Rabu, 04 November 2026 | 06:30 WIB

Pasar Wait and See, Rupiah Masih Bisa Tertekan pada Rabu (4/11)

Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% secara harian ke level Rp 18.160 per dolar AS

Kinerja Emiten CPO Semakin Mantap
| Rabu, 04 November 2026 | 06:17 WIB

Kinerja Emiten CPO Semakin Mantap

Kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan implementasi program B50 menopang kinerja emiten CPO hingga kuartal III-2026

Beda Arah Kinerja Keuangan Dua Emiten Grup Prodia
| Rabu, 04 November 2026 | 06:15 WIB

Beda Arah Kinerja Keuangan Dua Emiten Grup Prodia

Realisasi kinerja keuangan dua emiten Grup Prodia menunjukkan perbedaan hingga akhir kuartal III-2026

Potensi Rebound Terbatas
| Rabu, 04 November 2026 | 06:12 WIB

Potensi Rebound Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang technical rebound pada perdagangan hari ini, meski terbatas

Kabur
| Rabu, 04 November 2026 | 06:10 WIB

Kabur

Tanpa pembenahan iklim investasi yang berarti, Indonesia berpotensi kehilangan momentum penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. 

Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Koreksi
| Rabu, 04 November 2026 | 06:00 WIB

Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Koreksi

Penurunan harga bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) di awal  November, memperpanjang koreksi di sepanjang Oktober 2026.

Asing Borong GOTO 3 Hari Beruntun Usai Laba Kuartal III-2026, Saham Masih Stagnan
| Rabu, 04 November 2026 | 05:57 WIB

Asing Borong GOTO 3 Hari Beruntun Usai Laba Kuartal III-2026, Saham Masih Stagnan

Kinerja GOTO perlu dilihat sebagai satu kesatuan ekosistem yang terdiri dari Gojek dan GoPay. Pertumbuhan kedua bisnis tersebut saling melengkapi.

INDEKS BERITA

Terpopuler