Kebakaran Glodok Plaza Minim Efek untuk Surya Semesta Internusa (SSIA)

Jumat, 31 Januari 2025 | 19:02 WIB
Kebakaran Glodok Plaza Minim Efek untuk Surya Semesta Internusa (SSIA)
[ILUSTRASI. Miniatur kawasan Subang Smartpolitan yang dikembangkan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menyatakan, kebakaran yang terjadi di Glodok Plaza pada 15 Januari 2025 tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, kontribusi pendapatan dari Glodok Plaza terhadap total pendapatan SSIA tergolong kecil, yakni kurang dari 1% terhadap estimasi pendapatan tahun 2024.

Glodok Plaza merupakan aset yang dimiliki salah satu anak usaha SSIA yang bernama PT TCP Internusa (TCP). Gedung tersebut diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kerusakan, huru-hara, dan risiko lainnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Kemarau Dana Asing di Bursa Saham
| Rabu, 13 Mei 2026 | 03:06 WIB

Kemarau Dana Asing di Bursa Saham

Pengumuman rebalancing MSCI hari ini berpotensi memicu keluarnya dana asing hingga US$1,8 miliar dari pasar saham Indonesia. Cek dampaknya!

Asing Manfaatkan Momen Emiten Mineral Terjun Bebas Lalu Naik Signifikan
| Selasa, 12 Mei 2026 | 14:00 WIB

Asing Manfaatkan Momen Emiten Mineral Terjun Bebas Lalu Naik Signifikan

API-IMA menjelaskan pendekatan kebijakan fiskal dan mekanisme penerimaan negara di sektor minerba tidak dapat disamakan dengan sektor migas

Saham Sektor Kesehatan Manggung di Tengah Kekhawatiran Merebaknya Hantavirus
| Selasa, 12 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham Sektor Kesehatan Manggung di Tengah Kekhawatiran Merebaknya Hantavirus

Pasar saham biasanya memang bergerak lebih cepat dalam merespon berbagai sentimen dibandingkan dampak riil yang terjadi di lapangan.

Permintaan Pasokan Menguat, Laba Charoen Pokphand (CPIN) Melesat
| Selasa, 12 Mei 2026 | 09:40 WIB

Permintaan Pasokan Menguat, Laba Charoen Pokphand (CPIN) Melesat

Kinerja solid PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) pada kuartal I-2026 ditopang kenaikan harga jual ayam serta perbaikan volume penjualan.

Punya Pengendali Baru, Kinerja Mitra Adiperkasa (MAPI) Bakal Semakin Menderu
| Selasa, 12 Mei 2026 | 09:34 WIB

Punya Pengendali Baru, Kinerja Mitra Adiperkasa (MAPI) Bakal Semakin Menderu

Perusahaan asal Singapura Pacific Universal Investments Pte. Ltd. resmi jadi pemegang saham pengendali MAPI dengan porsi kepemilikan 51%.​

Resource Alam Indonesia (KKGI) Merambah Bisnis Pergudangan dan Pariwisata
| Selasa, 12 Mei 2026 | 09:25 WIB

Resource Alam Indonesia (KKGI) Merambah Bisnis Pergudangan dan Pariwisata

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengumumkan rencana diversifikasi bisnis dengan menambah kegiatan usaha di luar sektor pertambangan.

Rukun Raharja (RAJA) Caplok Saham Layar Nusantara Gas
| Selasa, 12 Mei 2026 | 09:19 WIB

Rukun Raharja (RAJA) Caplok Saham Layar Nusantara Gas

Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai US$ 38.575.000. Tujuan akuisisi ini untuk mendukung kegiatan usaha RAJA pada masa mendatang.​

Produksi Masih Melambat, Kinerja Emiten Kontraktor Tambang Semakin Berat
| Selasa, 12 Mei 2026 | 09:13 WIB

Produksi Masih Melambat, Kinerja Emiten Kontraktor Tambang Semakin Berat

Beberapa emiten jasa pertambangan mencatat penurunan dari sisi top line atau pendapatan di sepanjang kuartal I-2026.​ 

Sentimen MSCI Hingga Geopolitik Membayangi Pergerakan IHSG Selasa (12/5)
| Selasa, 12 Mei 2026 | 08:12 WIB

Sentimen MSCI Hingga Geopolitik Membayangi Pergerakan IHSG Selasa (12/5)

IHSG terpuruk ke level terendah dalam setahun terakhir. Investor asing tercatat net sell Rp 659 miliar. Simak analisis lengkap pemicu koreksi ini.

PMI Manufaktur Anjlok, Cek Saham yang Masih Layak Dikoleksi
| Selasa, 12 Mei 2026 | 08:00 WIB

PMI Manufaktur Anjlok, Cek Saham yang Masih Layak Dikoleksi

Aktivitas manufaktur Indonesia melemah drastis di April 2026. Pelemahan PMI ini berpotensi menekan laba emiten, ketahui dampaknya!

INDEKS BERITA