Kemdagri Bentuk Mempercepat Perekaman Data e-KTP

Selasa, 22 Januari 2019 | 07:30 WIB
Kemdagri Bentuk Mempercepat Perekaman Data e-KTP
[]
Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) akan mengirimkan tim untuk mempercepat kegiatan perekaman KTP elektronik (e-KTP) di seluruh provinsi di Indonesia. Kegiatan jemput bola ini dilakukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Tujuannya agar semua masyarakat bisa menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. Sekretaris Jenderal Kemdagri Hadi Prabowo menyampaikan, jemput bola perekaman e-KTP merupakan inovasi pelayanan terintegrasi, serta berkaitan dengan pelayanan keliling yang meliputi pelayanan di rumah sakit dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pelayanan bagi penduduk yang berumur 17 tahun pada 17 April 2019.

"Ini bentuk upaya dan antisipasi dan harus segera diselesaikan. Untuk melakukan perekaman tidak hanya pada penduduk setempat, tetapi juga pada penduduk sekitar yang belum merekam," kata Hadi, Senin (21/1).

Kementerian Dalam Negeri menugaskan Tim percepatan perekaman e-KTP di Provinsi Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua. Menurutnya, metode jemput bola ini telah membuahkan hasil sehingga dari target perekaman mencapai 97,21%, sehingga penduduk yang belum merekam ini kurang lebih hanya tinggal 5,38 juta jiwa.

Bagikan

Berita Terbaru

Rasio Utang Naik 2,9% dari PDB per Tahun
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:06 WIB

Rasio Utang Naik 2,9% dari PDB per Tahun

Utang pemerintah akan meningkat 2,9% dari produk domestik bruto (PDB) per tahun mulai 2026 hingga 2029 mendatang

BEI Kaji Aturan Harga Rights Issue di Papan Akselerasi
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:05 WIB

BEI Kaji Aturan Harga Rights Issue di Papan Akselerasi

Ketentuan harga rights issue BEI akan disesuaikan untuk Papan Akselerasi dan PPK. Mekanisme harga yang berbeda jadi kunci perubahan ini.

Valuasi Murah Belum Cukup, Dana Asing Masih Enggan Kembali ke Saham Consumer
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:03 WIB

Valuasi Murah Belum Cukup, Dana Asing Masih Enggan Kembali ke Saham Consumer

Dalam jangka panjang, kinerja emiten ditentukan oleh kemampuan meningkatkan volume penjualan sekaligus mempertahankan pricing power.

DPR Mendesak Tim Baru  Usut Kasus Eks Jampidsus
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:35 WIB

DPR Mendesak Tim Baru Usut Kasus Eks Jampidsus

Independensi penyidikan kasus dugaan korupsi Febrie Adriansyah menjadi sorotan setelah penanganan dari Polri diserahkan ke Kejagung

Penerimaan PPN Bakal Sulit Capai Target
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:32 WIB

Penerimaan PPN Bakal Sulit Capai Target

Hingga semester I-2026, realisasi penerimaan PPN dan PPnBM baru mencapai 38% dari target             

Meski Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Cerah, Pelemahan Rupiah Jadi Batu Ujian
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:23 WIB

Meski Prospek Emiten Rumah Sakit Masih Cerah, Pelemahan Rupiah Jadi Batu Ujian

Rumah sakit dengan dominasi pasien mandiri maupun asuransi swasta masih memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian tarif secara bertahap.

Peluang Baru Kerja Sama RI dan Australia
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:23 WIB

Peluang Baru Kerja Sama RI dan Australia

Nilai perdagangan Indonesia dan Australia meningkat dari US$ 7,2 miliar pada 2020 menjadi US$ 13 miliar pada 2025.

Pertaruhan Konsistensi Kebijakan Fiskal Negara
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:08 WIB

Pertaruhan Konsistensi Kebijakan Fiskal Negara

S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dengan outlook tetap stabil                      

Problem Suplai Batubara PLN Belum Tuntas
| Selasa, 14 Juli 2026 | 07:07 WIB

Problem Suplai Batubara PLN Belum Tuntas

Pengusaha Batubara meminta target pasokan batubara ke PLN sejalan persetujuan RKAB dan kemampuan penambang

Likuiditas Bank Kecil Semakin Ketat
| Selasa, 14 Juli 2026 | 06:50 WIB

Likuiditas Bank Kecil Semakin Ketat

Gelombang tekanan likuiditas mulai menguji ketahanan bank-bank kecil. Ini terlihat dari DPK bank KBMI 1 yang mengalami penyusutan.

INDEKS BERITA

Terpopuler