Kendati Indonesia Melarang Ekspor, Impor CPO India di Mei Meningkat

Selasa, 07 Juni 2022 | 16:49 WIB
Kendati Indonesia Melarang Ekspor, Impor CPO India di Mei Meningkat
[ILUSTRASI. Kegiatan panen di perkebunan kelapa sawit Slim River di Malaysia, 12 Agustus 2021. REUTERS/Lim Huey Teng]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Impor minyak sawit mentah India pada Mei merupakan yang tertinggi selama tujuh bulan terakhir. Jika dibandingkan dengan volume di bulan sebelumnya, impor crude palm oil India pada Mei meningkat 15%.

Negara pembeli minyak nabati terbesar di dunia itu mampu mengatasi larangan ekspor yang diberlakukan Indonesia, dengan memperbesar pembelian komoditas tersebut dari Malaysia, Thailand, dan Papua Nugini, demikian pernyataan dari lima pejabat industri.

Peningkatan pembelian oleh India juga berdampak bagi Malaysia. Harga minyak sawit mentah Malaysia, yang memiliki kode FCPOc3, diperdagangkan di harga mendekati rekor tertingginya.

India mengimpor 660.000 ton minyak sawit selama Mei, naik dari volume impor di bulan April, yaitu 572.508 ton, menurut perkiraan rata-rata dari lima dealer.

Baca Juga: Hambat Kenaikan Harga, Filipina Memangkas Tarif Bea Masuk

Impor CPO India dari Indonesia turun pada Mei. Namun penyulingan CPO  di India berhasil membeli lebih banyak dari Malaysia, Thailand, dan Papua Nugini, kata Sandeep Bajoria, kepala eksekutif Sunvin Group, pialang dan konsultan minyak nabati.

Indonesia, produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, pada 28 April menghentikan ekspor produk tersebut untuk mengendalikan lonjakan harga di dalam negeri. Jakarta mengizinkan ekspor untuk dilanjutkan mulai 23 Mei tetapi menerapkan kebijakan untuk menjaga pasokan domestik. 

Asosiasi Ekstraktor dan Pelarut India, sebuah badan perdagangan yang berbasis di Mumbai, kemungkinan akan mempublikasikan angka impor Mei pada pertengahan Juni.

Impor kedelai India pada Mei naik menjadi 352.614 ton dari 315.853 ton pada April, kata seorang pejabat senior pemerintah, yang menolak disebutkan namanya.

Baca Juga: Dua Direktur Saling Kritik, Perselisihan Internal Toshiba Meletup ke Ranah Publik

Impor kedelai negara itu bisa meningkat tajam dalam beberapa bulan mendatang, karena New Delhi telah mengizinkan bebas bea untuk impor komoditas hingga 2 juta ton, kata seorang dealer dari perusahaan global yang berbasis di Mumbai.

Impor minyak bunga matahari melonjak menjadi 123.970 ton pada Mei dari 67.788 ton sebulan sebelumnya, kata pejabat pemerintah.

India membeli kedelai terutama dari Argentina dan Brazil dan minyak bunga matahari dari Ukraina dan Rusia.

"Karena pengiriman minyak matahari dari Ukraina telah berhenti, India mencoba mengimpor lebih banyak dari Rusia," kata dealer tersebut.

Bagikan

Berita Terbaru

PKPK Akuisisi Perusahaan Jasa Perkapalan dan Transportasi Laut, Aset Melesat 263%
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:16 WIB

PKPK Akuisisi Perusahaan Jasa Perkapalan dan Transportasi Laut, Aset Melesat 263%

Integrasi PKPK dan Deli Pratama diharapkan tingkatkan efisiensi operasional. Aset perusahaan diproyeksikan naik 263%.

Tren Destinasi Berjarak Dekat saat Liburan Sekolah
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:13 WIB

Tren Destinasi Berjarak Dekat saat Liburan Sekolah

Tiket.com mencatat destinasi hotel domestik yang paling diminati selama periode liburan sekolah adalah Bali, Bandung, Yogyakarta, Malang

PGEO Membidik Kapasitas Produksi 1 GW pada 2028
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:10 WIB

PGEO Membidik Kapasitas Produksi 1 GW pada 2028

PGEO telah mengamankan komitmen pendanaan hijau dari beberapa lembaga keuangan internasional yang juga telah direstui oleh negara.

Ekspor Satu Pintu Dongkrak Daya Tawar
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:06 WIB

Ekspor Satu Pintu Dongkrak Daya Tawar

Kebijakan ekspor satu pintu perlu dirancang agar sejalan dengan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah

 Tidak Menjalankan B50, Siap-Siap Kena Sanksi
| Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tidak Menjalankan B50, Siap-Siap Kena Sanksi

Kementerian ESDM telah menetapkan standar dan mutu atau spesifikasi campuran B50 yang akan diterapkan serempak mulai 1 Juli 2026

Harga Nikel Anjlok, Bisnis Emiten Terancam, Revisi RKAB Bisa Jadi Juru Selamat?
| Senin, 29 Juni 2026 | 06:58 WIB

Harga Nikel Anjlok, Bisnis Emiten Terancam, Revisi RKAB Bisa Jadi Juru Selamat?

Margin laba emiten nikel tertekan harga anjlok di bawah US$17.000. Revisi RKAB bisa menjadi penyeimbang.

Tekanan yang Dihadapi Pelaku UMKM Belum Mereda
| Senin, 29 Juni 2026 | 06:50 WIB

Tekanan yang Dihadapi Pelaku UMKM Belum Mereda

Tekanan pada pelaku UMKM belum mereda. Meski kredit mulai tumbuh, rasio kredit bermasalah (NPL) masih bertengger tinggi

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 3,43 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 29 Juni 2026 | 06:50 WIB

Awal Pekan Bermodal Net Sell Rp 3,43 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sepekan terakhir, IHSG tertekan 4,55% hingga Jumat (26/6). Sedangkan sepanjang sepekan lalu, net sell tercatat Rp 3,43 triliun.

Pemangkasan Jaringan Kantor Bank Berlanjut
| Senin, 29 Juni 2026 | 06:35 WIB

Pemangkasan Jaringan Kantor Bank Berlanjut

Pemangkasan jaringan kantor bank masih berlanjut pada 2026 seiring percepatan digitalisasi dan efisiensi biaya.

Bisnis Bullion Diprediksi Tetap Tumbuh Meski Harga Emas Koreksi
| Senin, 29 Juni 2026 | 06:30 WIB

Bisnis Bullion Diprediksi Tetap Tumbuh Meski Harga Emas Koreksi

Meski harga emas mengalami tren penurunan, pelaku industri bank emas optimistis bisnis bullion tetap tumbuh hingga akhir tahun.

INDEKS BERITA

Terpopuler