Keraguan China Sempat Bawa Harga Emas Hari Ini Ke level Tertinggi

Selasa, 19 November 2019 | 14:52 WIB
Keraguan China Sempat Bawa Harga Emas Hari Ini Ke level Tertinggi
[ILUSTRASI. Seorang pekerja menuangkan emas cair di tambang AngloGold Ashanti di Obuasi, Ghana, 23 Oktober 2003.]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini sempat beringsut ke level tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir, karena keraguan baru tentang kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Cina mengurangi selera untuk aset berisiko. 

Harga emas hari ini di pasar spot sempat ada di posisi US$ 1.473,04 per ons troi. Itu merupakan level tertinggi sejak 7 November di US$ 1.475,40.

Hanya, mengacu Bloomberg pukul 14.45 WIB, harga emas spot turun tipis 0,08% menjadi US$ 1.470,35 per ons troi. Sedang emas berjangka AS turun 0,06% ke level US$ 1.471,00.

Baca Juga: Sempat Dekati Level Terendah, Harga Emas Hari Ini Balik Arah Tembus US$ 1.470

Mengutip sumber Pemerintah China, CNBC melaporkan, Beijing pesimistis tentang kesepakatan perdagangan dengan AS, yang terganggu oleh komentar Presiden Donald Trump soal tidak ada kesepakatan tentang pengurangan tarif.

"Kami tidak melihat pergerakan besar saat ini dan mengingat kedekatan dengan level US$ 1.490, pergerakan akan sideways dalam jangka pendek, kecuali Beijing atau Washington datang dan mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan tidak mungkin," kata Michael McCarthy, Chief Market Strategist CMC Markets, kepada Reuters.

Bursa saham Asia mengawali perdagangan Selasa (19/11) lebih lembut karena menunggu berita yang lebih jelas tentang kemajuan negosiasi perdagangan antara kedua ekonomi utama dunia itu membebani sentimen investor.

Baca Juga: Harga Emas Berbalik Arah dan Cari Jalan Menuju US$ 1.480, Ini Penyebabnya

"Sikap ke sana kemari antara kedua pihak yang mengelilingi fase pertama kesepakatan menjaga harga dalam kisaran yang ketat," kata Analis ANZ Daniel Hynes. 

Tapi, "Skenario ekonomi global yang melanda dan pelemahan dolar memberikan dukungan pada emas," imbuh dia. Dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam dua minggu terkahir. 

Pelaku pasar juga mengawasi kerusuhan di Hong Kong, dengan puluhan pemrotes melakukan pelarian yang dramatis dari sebuah kampus dalam pengepungan polisi pada Senin (18/11) malam. 

Baca Juga: Harga emas Antam naik lagi menjadi Rp 749.000 pada hari ini

Fokus pasar juga bergeser ke pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve tahun ini, yang akan berlangsung Rabu (20/11) besok. The Fed sudah memotong suku bunga tiga kali pada tahun ini-sebagian untuk mengimbangi apa yang mereka lihat sebagai kerusakan akibat perang tarif. 

Tetapi setelah pertemuan pada Oktober, bank sentral AS mengisyaratkan, mereka akan menurunkan suku bunganya lebih lanjut jika ekonomi mengambil giliran serius untuk menjadi lebih buruk. 

"Perlu dicatat bahwa keuntungan baru-baru ini (dalam emas) telah dipimpin oleh bunga uang cepat dalam menghadapi arus keluar (dana yang diperdagangkan di bursa), posisi yang berubah-ubah di tengah volatilitas harga," sebut MKS PAMP.

Baca Juga: Harga emas Antam naik, laba 12% bisa dikantongi investor kalau...

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler