Ketimbang Obligasi, Bukopin (BBKP) Pilih Rights Issue dan EBA

Kamis, 11 Juli 2019 | 07:34 WIB
Ketimbang Obligasi, Bukopin (BBKP) Pilih Rights Issue dan EBA
[]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) membatalkan rencana penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) tahun ini. Sebagai gantinya, perseroan ini menjajaki potensi penerbitan saham baru atau rights issue di pasar modal.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, pasar obligasi yang belum kondusif mendorong Bukopin membatalkan penerbitan subdebt. "Kalau kami merilis di tengah kondisi pricing-nya masih tinggi maka profitabilitas perusahaan kurang optimal sehingga kami berinisiatif rights issue," katanya, Rabu (9/7).

Bank Bukopin berniat melepas saham hingga 30% melalui rights issue dengan target pengumpulan dana mencapai Rp 2 triliun. Bank Bukopin akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada awal kuartal IV tahun ini untuk meminta restu pemegang saham atas rencana rights issue.

Dana yang terhimpun akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit, khususnya kredit ke segmen ritel. Sebagian dana hasil rights issue akan disuntikkan ke entitas anak usahanya, PT Bank Syariah Bukopin dan Bukopin Finance.

Terbitkan EBA

Sebelumnya, bank berlogo beringin ini menargetkan penghimpunan dana anorganik hingga Rp 3 triliun. Caranya dengan menerbitkan obligasi dan surat utang melalui skema Efek Beragun Aset (EBA). Kedua instrumen pasar modal ini ditargetkan dapat menghimpun dana masing-masing Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun.

Eko menyatakan, Bank Bukopin tetap melanjutkan rencana pencarian dana melalui peluncuran EBA. Perusahaan ini membidik dana sekitar Rp 2 triliun.

Ada dua skema yang akan ditempuh Bukopin dalam merilis EBA. Pertama, mengandalkan portofolio personal loan sebagai aset dasar (underlying asset). Kedua, bekerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finance (SMF) dengan aset dasar kredit pemilikan rumah (KPR).

EBA personal loan hanya menunggu finalisasi untuk penawaran harga dengan incaran pengumpulan dana Rp 1 triliun–Rp 1,5 triliun. Targetnya EBA yang telah mendapat peringkat AAA ini akan meluncur dalam satu hingga dua bulan ke depan. "Sedangkan EBA KPR menggandeng SMF masih dalam proses pemeringkatan," paparnya.

Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2019, penyaluran kredit Bukopin hanya tumbuh 3% secara year on year (yoy) atau di bawah target 9%. Bukopin menyatakan, proses perubahan strategi dari segmen komersial ke segmen ritel menyebabkan pertumbuhan penyaluran kredit pada paruh pertama tahun ini di bawah target.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:50 WIB

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?

Meskipun inflasi tahunan tinggi, harga pangan justru turun drastis. Cari tahu komoditas apa yang jadi penyeimbang di awal 2026.

Rasaio Klaim Asuransi Kesehatan Masih Tinggi, Industri Perkuat Pengelolaan Risiko
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:45 WIB

Rasaio Klaim Asuransi Kesehatan Masih Tinggi, Industri Perkuat Pengelolaan Risiko

Tingginya rasio klaim asuransi kesehatan masih dialami baik oleh perusahaan asuransi umum maupun asuransi jiwa.

Serapan APBN Awal 2026 Masih Seret
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:40 WIB

Serapan APBN Awal 2026 Masih Seret

Serapan belanja APBN awal 2026 kembali melambat, menahan daya dorong fiskal. Ketahui penyebab struktural dan dampaknya pada ekonomi Q1.

Kurs Rupiah Terjepit Krisis Kepercayaan
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:30 WIB

Kurs Rupiah Terjepit Krisis Kepercayaan

Rupiah diprediksi tertekan di Februari 2026. Simak langkah cerdas mengamankan aset Anda dari potensi pelemahan kurs.

Kelesuan Pasar Membayangi Bisnis Hexindo Adiperkasa (HEXA)
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:30 WIB

Kelesuan Pasar Membayangi Bisnis Hexindo Adiperkasa (HEXA)

Sejumlah tantangan yang membayangi industri alat berat, terutama pada sektor pertambangan, konstruksi dan kehutanan.

Pebisnis Siap Meraup Berkah Ramadan
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:20 WIB

Pebisnis Siap Meraup Berkah Ramadan

Kemenperin memotret bahwa kenaikan produksi merupakan respons dari perusahaan industri untuk menyambut permintaan saat momentum Ramadan - Lebaran.

Jamu Pahit Pasar Saham Indonesia
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:12 WIB

Jamu Pahit Pasar Saham Indonesia

Pasar saham yang kuat tak dibangun dari euforia sesaat, melainkan dari aturan yang jelas, tata kelola transparan dan investor jangka panjang.

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:10 WIB

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling

Menu kuliner Padang jadi kesukaan banyak orang. Usaha Padang keliling pun laris manis. Cuannya bisa sampai puluhan juta loh!

 
 
Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia

Pesat kemajuan artificial intelligence membuat repot industri ponsel pintar. Mereka harus antre agar sama-sama mendapatkan cip semikonduktor.

 
Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia

Kampus-kampus di Indonesia makin serius menerapkan konsep kampus hijau. Mereka kini bersaing dengan kampus berkelanjutan

 
 
INDEKS BERITA

Terpopuler