Keuangannya Tertekan, Softbank Meminjam Dana hingga Rp 57 T

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:55 WIB
Keuangannya Tertekan, Softbank Meminjam Dana hingga Rp 57 T
[ILUSTRASI. Presiden Softbank Group Masayoshi Son dalam acara pemaparan kinerja kuartal III-2020 di Tokyo, Jepang. Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. SoftBank Group Corp meminjam hampir US$ 4 miliar, atau setara lebih dari Rp 57 triliun, dari konsorsium yang dipimpin raksasa ekuitas swasta Apollo Global Management Inc, ujar sumber yang mengetahui masalah tersebut. Pinjaman itu merupakan bagian dari upaya konglomerat tersebut untuk meningkatkan posisi kas setelah mengalami tekanan di tahun ini.

Pinjaman yang dijamin oleh Vision Fund 2 SoftBank senilai $40 miliar, diharapkan akan mulai mengalir pada akhir tahun, kata sumber tersebut.

Raksasa investasi asal Jepang itu menjaminkan sebagian sahamnya di perusahaan teknologi untuk pinjaman tersebut, kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena diskusi ini bersifat rahasia.

Pinjaman itu diberikan oleh Apollo bersama dengan afiliasinya, perusahaan asuransi Athene Holding Ltd dan beberapa pengelola reksadana, pengelola dana abadi serta lembaga keuangan yang tidak disebut namanya, imbuh sumber itu.

Baca Juga: Moody’s Lakukan Upgrade, Apple Masuk ke Grup Pemilik Peringkat Utang Terbaik

SoftBank mengalami perubahan nasib yang cepat selama setahun terakhir, dengan harga saham dan valuasi portofolionya anjlok selama hari-hari awal pandemi Covid-19. Situasi itu memaksa Softbank melakukan penjualan aset.

Kesulitan konglomerasi itu belum berakhir. Perusahaan yang masuk dalam portofolionya, Grab Holdings Ltd, mengalami penurunan harga saham hingga 44% sejak go public awal bulan ini. Rencana SoftBank untuk menjual perusahaan penyedia teknologi chip asal Inggris, Arm, ke Nvidia Corp juga mengalami hambatan regulasi.

Perusahaan telah meningkatkan modal dengan memangkas saham di perusahaan seperti Uber Technologies dan perusahaan pengiriman makanan DoorDash Inc setelah berakhirnya periode penguncian.

Tindakan keras China terhadap sektor teknologi yang luas juga memudarkan kemilau perusahaan e-commerce Alibaba Group Holding Ltd, yang selama ini dianggap sebagai aset paling berharga SoftBank.

Bagikan

Berita Terbaru

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar
| Sabtu, 29 November 2025 | 09:02 WIB

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar

Menteri Keuangan menilai fiskal masih menjadi pendorong utama ekonomi dan meminta bank sentral melonggarkan moneternya

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah
| Sabtu, 29 November 2025 | 08:51 WIB

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah

Maraknya praktik underinvoicing dalam ekspor-impor mengindikasikan bahwa ukuran shadow economy di Indonesia masih besar

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan

Indonesia ternyata kekurangan terkait strategi pengembangan kebijakan yang berbasis pada dampak yang dihasilkan.​

Aroma Neo Orde Baru
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Aroma Neo Orde Baru

Menyerahkan kembali fungsi pemeriksaan kepada entitas asing merupakan bentuk pertaruhan kedaulatan yang nekat.

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi
| Sabtu, 29 November 2025 | 06:10 WIB

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi

Pada periode 24-28 November 2025, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,12%. IHSG ditutup pada 8.508,71 pada perdagangan terakhir, Jumat (28/11). 

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:20 WIB

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kaji penjaminan polis asuransi hingga Rp 700 juta. Adatiga jenis jaminan untuk klaim dan pengalihan portofolio 

INDEKS BERITA

Terpopuler