Kios Sederhana dengan Banyak Stoples Isi Topping Bikinan Sendiri

Minggu, 02 Mei 2021 | 14:10 WIB
Kios Sederhana dengan Banyak Stoples Isi Topping Bikinan Sendiri
[]
Reporter: Sumber: Tabloid Kontan | Editor: Hendrika

KONTAN.CO.ID -

Tak ada yang menyangka bila kios kecil berukuran tidak lebih dari 3 meter x 3 meter milik Ko Acia itu mampu menghasilkan omzet setidaknya Rp 8 juta per hari. Kesegaran es campur racikan Ko Acia memang membuat siapa saja yang pernah mencicipi tergerak untuk datang lagi.

"Sejak buka di Jakarta, ya di sini kios saya," kata Ko Acia. Lelaki berambut cepak ini hijrah ke Jakarta dari Pontianak tahun 1980. Di tahun itu juga dia langsung membuka usaha es campur. Maklum, di kota asalnya, sejak tahun 1975 Ko Acia memang sudah berjualan es campur.

Kios kecil itu hanya berisi tiga kursi panjang untuk sembilan konsumen. Uniknya, meja raciknya sangat besar dan penuh. Bagimana tidak, semua bahan baku es campur ada di meja racik itu. Setidaknya ada dua panci besar berisi kacang merah dan kacang hijau. Ada lima stoples berukuran besar berisi aneka topping kolang-kaling, agar-agar, selasih, cendol, cincau, dan sari kelapa. Deretan stoples besar inilah yang bikin menarik kedai Ko Acia.

Sekalipun daya tampung kedai es campur ini terbatas, antrian duduk tak akan panjang. Selain ada kursi tambahan, kebanyakan pembeli memesan es untuk dibawa pulang. Apalagi sejak Ko Acia membuka layanan pesan antar melalui aplikasi.

Sekalipun ramai pesanan, masa tunggu untuk bisa menikmati semangkok es campur Ko Acia tak akan lama. Sebab, Ko Acia hanya butuh waktu 3 menit saja untuk menyajikan semangkok es campur.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Batubara Berpeluang Naik, Target Harga AADI Terkerek
| Jumat, 13 Maret 2026 | 15:04 WIB

Harga Batubara Berpeluang Naik, Target Harga AADI Terkerek

Analis mengungkapkan bahwa ada potensi peningkatan permintaan batubara termal dalam skenario gangguan pasokan minyak.

Suplai Pupuk Seret Akibat Konflik Geopolitik, Bakal Terjadi Krisis Pangan di RI?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:21 WIB

Suplai Pupuk Seret Akibat Konflik Geopolitik, Bakal Terjadi Krisis Pangan di RI?

Dalam jangka pendek saja, banyak perusahaan petrokimia mengumumkan force majeur karena keterbatasan pasokan.

Diselidiki Regulator Bursa AS, TLKM Restatement Laporan Keuangan 2023–2024
| Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16 WIB

Diselidiki Regulator Bursa AS, TLKM Restatement Laporan Keuangan 2023–2024

Dalam dokumen yang disampaikan kepada SEC, TLKM menyatakan bahwa laporan keuangan periode tahun 2023 dan 2024 tidak lagi dapat dijadikan acuan.

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:34 WIB

Pengeluaran Pemerintah Melonjak: BI Terjepit, Pasar Obligasi Bergejolak

Yield SBN 10 tahun kini 6,7%, naik dari 6,2% akhir tahun lalu. Apa pemicu lonjakan ini dan dampaknya pada investasi Anda?

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan
| Jumat, 13 Maret 2026 | 10:18 WIB

Pebisnis AMDK Meneguk Cuan di Bulan Ramadan

Secara umum, permintaan AMDK pada periode Ramadan tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 15%-20%,

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:51 WIB

Jalan Berliku Menuju Target Produksi Gula 3 Juta Ton

Dari sisi kapasitas pabrik gula, proyeksi ini masih sangat memungkinkan untuk mencapai target ini tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB

Panorama Sentrawisata (PANR) Siap Gaet Lebih Banyak Turis

Pada pilar inbound, PANR memperkuat posisi sebagai regional player dengan beroperasi di sejumlah negara, tak hanya di Indonesia,

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik
| Jumat, 13 Maret 2026 | 08:55 WIB

JP Morgan dan Dimensional Fund Ambil Untung dari Saham BRMS, Prospek Masih Menarik

Saham BRMS sudah tergolong premium, namun tetap di harga wajar jika memperhitungkan ekspektasi kenaikan produksi dari pabrik barunya di Palu.

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:09 WIB

Nasib Saham EMAS: Setelah Rugi Besar, Akankah Bangkit di 2026?

Pendapatan EMAS anjlok 92% di 2025, rugi bersih melonjak 116%. Namun, Tambang Pani beroperasi 2026. Analis melihat potensi membaiknya kinerja

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis
| Jumat, 13 Maret 2026 | 07:07 WIB

Permintaan Tumbuh, Prospek Emiten Susu Masih Manis

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mengantongi kinerja positif sepanjang tahun 2025

INDEKS BERITA

Terpopuler