Komunikasi Pemasaran Harus Pakai Gaya Orang Muda

Jumat, 12 April 2019 | 17:58 WIB
Komunikasi Pemasaran Harus Pakai Gaya Orang Muda
[]
Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Banyak cara bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis. Salah satunya, dengan franchise atau waralaba. Konsep ini pula yang dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha kedai es kopi susu, seperti Kopi Janji Jiwa dan Kopi Kulo. Sayangnya pemilik dan pengelola kedua kedai kopi ini enggan bicara lebih jauh soal kemitraan yang mereka tawarkan.

Djoko Kurniawan, Konsultan Bisnis, Pakar Franchise dan Pelayanan Konsumen dari DK Consuling, menilai, kemitraan yang ditawarkan pemilik kedai es kopi susu sudah tepat. Cara pengembangan bisnis yang dilakukan pemilik kedai es kopi susu melalui sistem franchise atau kemitraan akan membuat brand berkembang lebih cepat dan meningkatkan brand image lebih baik, kata dia.

Di sisi lain, bisnis es kopi susu dengan modal yang terjangkau, bisa memberi keuntungan bagi pewaralaba dan terwaralaba. Tapi tentu, agar layak diwaralabakan, sebuah usaha harus memiliki brand yang baik. Brand harus melakukan marketing communication dengan tepat, yang mendorong pembelian produk secara emosional, tandas Djoko.

Selain itu, pewaralaba atau pemilik kemitraan juga harus memiliki produk yang segmen pasarnya jelas. Pewaralaba atau pemilik kemitraan perlu pula membuat standardisasi kualitas produk yang akan menjadi acuan bagi mitra-mitranya di berbagai lokasi. Ini penting untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan.

Bicara kedai es kopi susu, menurut Djoko, segmen pasar yang harus dibidik adalah kalangan kawula muda dan profesional yang jumlahnya banyak dan masih suka minuman manis. Jadi, cara komunikasi pemasaran juga harus pakai gaya yang disukai orang muda, saran Djoko.

Yang tidak kalah penting, sambung dia, pemilik franchise kedai kopi harus mampu bersaing dengan pihak kompetitor. Sebab, kendala utama yang akan dihadapi pebisnis es kopi susu adalah semakin banyaknya pemain sejenis. Ini terutama, pemain yang menawarkan harga produk lebih murah dengan inovasi baru yang kreatif.

Nah, salah satu cara agar brand tetap eksis adalah dengan selalu berpikir untuk pengembangan produk, baik dari kemasan, toping, atau bahkan cara minum yang beda dan lain-lain. Intinya, selama bisnis berjalan, maka perlu waktu memikirkan bisnis dan tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa inovasi, ujar Djoko.

Bagikan

Berita Terbaru

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi
| Senin, 09 Februari 2026 | 17:33 WIB

Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi

Secara jumlah, penduduk miskin Indonesia tercatat 23,36 juta orang, menyusut 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

INDEKS BERITA

Terpopuler