Konstruksi Awak Mas Capai 60,63%, INDY Bidik Produksi Emas 50.000–70.000 Ounce

Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB
Konstruksi Awak Mas Capai 60,63%, INDY Bidik Produksi Emas 50.000–70.000 Ounce
[ILUSTRASI. Logo PT Indika Energy Tbk (INDY). (NULL/Indika Energy)]
Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah berupaya menyelesaikan konstruksi proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu kontributor pendapatan perseroan ke depan.

Proyek Awak Mas saat ini masih berada dalam tahap konstruksi. Per 30 Juni 2026, kemajuan konstruksi proyek telah mencapai 60,63% menuju target penyelesaian konstruksi.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Saham ICBP Tak Jauh dari Area Terendah 10 Tahun, Kesempatan Beli atau Wait and See?
| Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB

Saham ICBP Tak Jauh dari Area Terendah 10 Tahun, Kesempatan Beli atau Wait and See?

Penghambat pergerakan saham ICBP berasal dari pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan baku, serta potensi tekanan margin hingga akhir 2026.

Kembangkan Bisnis Data Center, MGLV Siapkan Dana Jumbo
| Kamis, 17 September 2026 | 07:53 WIB

Kembangkan Bisnis Data Center, MGLV Siapkan Dana Jumbo

Langkah PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) masuk ke bisnis pusat data didorong momentum pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital dan AI.

Penetrasi Penjualan Mobil Listrik Memacu Prospek Emiten Komponen Membaik
| Kamis, 17 September 2026 | 07:48 WIB

Penetrasi Penjualan Mobil Listrik Memacu Prospek Emiten Komponen Membaik

Prospek emiten komponen otomotif cukup positif seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik dan aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Pembatasan Pasokan Gas Usik Industri Manufaktur
| Kamis, 17 September 2026 | 07:44 WIB

Pembatasan Pasokan Gas Usik Industri Manufaktur

Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menyebut PGN membatasi pasokan gas mulai 14 September 2026 menjadi hanya 78% dari kontrak minimum.

Ada Saham LQ45 Dalam Daftar Efek Short Selling
| Kamis, 17 September 2026 | 07:39 WIB

Ada Saham LQ45 Dalam Daftar Efek Short Selling

Indeks LQ45 akan menjadi acuan dalam menentukan saham yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling. 

Suku Bunga The Fed Melesat, Tekanan ke Pasar Semakin Kuat
| Kamis, 17 September 2026 | 07:33 WIB

Suku Bunga The Fed Melesat, Tekanan ke Pasar Semakin Kuat

Kenaikan suku The Fed akan memicu sentimen negatif untuk rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Menkeu Diganti, Saham Emiten Rokok Terkoreksi; Dipicu Soal Policy Rick Cukai 2027
| Kamis, 17 September 2026 | 07:32 WIB

Menkeu Diganti, Saham Emiten Rokok Terkoreksi; Dipicu Soal Policy Rick Cukai 2027

Pembentukan lapisan tarif baru untuk mengakomodasi rokok ilegal yang selama ini berada di luar struktur cukai resmi. 

Industri F&B Mulai Mengerek Harga Jual
| Kamis, 17 September 2026 | 07:28 WIB

Industri F&B Mulai Mengerek Harga Jual

Berbagai tekanan menyebabkan pelaku industri makanan dan minuman mau tidak mau melakukan penyesuaian harga.

Konstruksi Awak Mas Capai 60,63%, INDY Bidik Produksi Emas 50.000–70.000 Ounce
| Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Konstruksi Awak Mas Capai 60,63%, INDY Bidik Produksi Emas 50.000–70.000 Ounce

Mandiri Sekuritas memproyeksikan pendapatan dan laba bersih INDY tahun 2026 masing-masing dapat mencapai US$ 2,45 miliar dan US$ 18 juta.

Saham Perbankan Menanti Kebijakan Menkeu Baru
| Kamis, 17 September 2026 | 06:40 WIB

Saham Perbankan Menanti Kebijakan Menkeu Baru

​Pergantian Menkeu sempat mengerek saham bank besar, tetapi euforia cepat mereda. Kini pasar menanti arah kebijakan fiskal baru

INDEKS BERITA

Terpopuler