Laba Arwana Citramulia (ARNA) Terbang 45% di Akhir 2021

Selasa, 15 Februari 2022 | 06:30 WIB
Laba Arwana Citramulia (ARNA) Terbang 45% di Akhir 2021
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di industri keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatatkan kinerja yang ciamik sepanjang tahun 2021. Manajemen emiten ini optimistis bisa melanjutkan kinerja positif di tahun ini.

Merujuk laporan keuangan yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ARNA membukukan penjualan bersih senilai Rp 2,55 triliun di akhir 2021. Angka ini naik 15,38% dibanding pencapaian di 2020, yaitu Rp 2,21 triliun.

Meski beban juga ikut naik, ARNA memperoleh laba selisih kurs dan penjualan aset tetap. Alhasil, ARNA membukukan laba bersih Rp 470,90 miliar, lebih tinggi 45,78% dibandingkan sebelumnya, Rp 323,01 miliar.

Chief Financial Officer ARNA Rudy Sujanto menjelaskan, kenaikan kinerja keuangan ARNA tak lepas dari meningkatnya volume penjualan sebanyak 11,4% menjadi 67,7 juta m2 keramik. "Ini karena mix sales produk Digi Uno naik, dan adanya penjualan glazed porcelain dari Plant 5B yang mulai berproduksi pada April 2021," terang Rudy, Senin (14/2).

Kenaikan volume penjualan juga dibarengi dengan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sekitar 3,7%.

ARNA juga menyebut ada efisiensi produksi, sehingga margin menggemuk menjadi 18,4% dari 14,6%. Efisiensi tersebut antara lain berupa penurunan biaya glazur sebanyak 7%, sebagai hasil inovasi riset, serta penurunan pemakaian gas hingga 10%.

Rudy optimistis bisa melanjutkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada tahun ini. Proyeksi dia, penjualan tahun ini bisa naik sebesar 8%. Sedang harga jual rata-rata diperkirakan tumbuh 1,8% dan volume penjualan meningkat sebanyak 6,3%.

Target ARNA adalah menjual 72 juta m2 keramik sepanjang tahun ini. "Sedangkan laba bersih diprediksi mencapai Rp 610 miliar, bertumbuh 30%," ujar Rudy.

Untuk jangka lebih panjang, ARNA menyiapkan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ini menjadi salah satu jalan mendorong penjualan. ARNA akan membangun line produksi baru yakni Plant 5C di Mojokerto, Jawa Timur.

Pabrik ini akan memproduksi glazed porcelain yang ditargetkan akan beroperasi pada awal tahun 2023. "Capex pembangunan P5C ditargetkan sekitar Rp 300 miliar. Sumber dana dari cash flow internal," terang Rudy.

Mengutip pemberitaan KONTAN sebelumnya, ARNA juga membangun Plant 4C di Palembang, Sumatra Selatan, pertengahan tahun ini, yang diharapkan akan berproduksi pada akhir tahun 2023. Selain itu, ada pembangunan Plant ke-6 di Jawa Barat. Capex untuk 3 line produksi ini diperkirakan Rp 1 triliun.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:02 WIB

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi

IHSG masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli

Gejolak pasar keuangan, depresiasi rupiah, serta ketidakpastian suku bunga global mempersempit ruang gerak arus modal bagi emiten.

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri

Pasokan gas yang andal dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan industri perlu penguatan infrastuktur dari hulu ke hilir​

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun

Pemulihan harga jual bisa memberikan ruang bagi perbaikan margin, terutama jika perusahaan mampu menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Namun, indeks masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan

Sejumlah emiten berpotensi menawarkan dividend yield dua digit, seiring penurunan harga saham belakangan ini.

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit

Investor perlu melihat realisasi proyek-proyek yang saat ini berjalan, jika tidak ada hambatan dan sesuai dengan timeline.

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?

Produksi dari aset Kutai diperkirakan meningkat secara bertahap dan berpotensi melampaui 40.000 barel setara minyak per hari mulai 2033.

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:09 WIB

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar

Ketiga perusahaan ini bagian dari rencana akuisisi 14 entitas yang terafiliasi dengan aset First Real Estate Investment Trust (First REIT). ​

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:00 WIB

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham

Aksi korporasi ini akan dilaksanakan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.​

INDEKS BERITA

Terpopuler