Laba bersih DSSA, Emiten Sinarmas Pemilik MyRepublic Terbang 389,29% Berkat Batubara

Selasa, 06 Juli 2021 | 12:50 WIB
Laba bersih DSSA, Emiten Sinarmas Pemilik MyRepublic Terbang 389,29% Berkat Batubara
[ILUSTRASI. Pembangkit listrik yang dimiliki PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). DOK/DSSA]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) hari ini (6/7) menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2021. Emiten milik Grup Sinarmas itu berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.

Pada kuartal I-2021, pendapatan usaha pemilik MyRepublic, penyedia layanan internet, itu tumbuh 17,23% (year on year/yoy) menjadi US$ 488,36 juta. 

Pertumbuhan pendapatan usaha DSSA ditopang oleh kenaikan pendapatan dari bisnis pertambangan dan perdagangan batubara, yang melejit 40,29% (yoy) menjadi US$ 439,43 juta.

Sementara pendapatan dari bisnis penyediaan tv kabel dan internet yang dilakoni DSSA lewat MyRepublic melonjak 35,66% (yoy) menjadi sekitar US$ 13,60 juta.

 

 

Sedangkan pada pos penghasilan lain-lain, DSSA mencatatkan nilai ekuitas pada laba bersih investasi sebesar US$ 7,45 juta. Pada periode sama tahun sebelumnya, DSSA mencatatkan rugi sebesar US$ 7,32 juta.

DSSA juga berhasil mencatatkan keuntungan selisih kurs sebesar US$ 2,81 juta. Berbanding rugi selisih kurs US$ 13,64 juta pada kuartal I-2020.

Baca Juga: Bursa Dibuka Saham BMHS Langsung ARA, Antrean Beli di Rp 424 Capai 1,17 Miliar Lembar

Sementara beban bunga yang mesti dikeluarkan emiten milik Grup Sinarmas ini juga turun dari US$ 25,36 juta menjadi US$ 13,36 juta.

Jika diperhatikan, penurunan beban bunga ini seiring berkurangnya utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Nilainya berkurang dari US$ 222,03 juta di 31 Desember 2020 menjadi US$ 71,84 juta per 31 Maret 2021.

Dus, pada kuartal I-2021, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melambung 389,29% (yoy) menjadi US$ 62,59 juta.

Batubara, tv kabel hingga pupuk >>>

Saat ini DSSA menjalankan empat lini bisnis. Di bisnis batubara, DSSA antara lain memiliki PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui Golden Energy and Resources Limited (GEAR).

GEAR, perusahaan Sinarmas yang terdaftar di Singapura adalah pemilik 62,50% saham GEMS. DSSA sendiri menjadi pemegang 86,87% saham GEAR.

Sementara bisnis layanan internet dan tv kabel MyRepublic dijalankan lewat anak usaha yang dimiliki DSSA secara tidak langsung, yakni PT Innovate Mas Indonesia dan PT Eka Mas Republik.

Baca Juga: Kongsi Grup Bakrie & Grup Salim di Proyek US$ 2 Miliar, BRMS Kena Imbas Positif

Lalu di bisnis penyediaan tenaga listrik, merujuk situs resminya, DSSA memiliki empat pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 300 MW. Lokasinya berada di Karawang sebanyak dua unit dan Serang serta Tangerang masing-masing satu unit. 

Seluruh tenaga listrik yang diproduksi disuplai ke PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills.

Sedangkan anak usaha DSSA, PT Rolimex Kimia Nusamas menjalankan bisnis perdagangan pupuk dan bahan kimia. Produk yang dijajakan Rolimex berasal dari impor dan sekitar 60% dipasok untuk kebutuhan entitas anak usaha grup Sinarmas.

Selanjutnya: Antara Rencana dan Realisasi, Menyusuri Jejak Usaha Lippo Mendivestasi Saham Link Net

 

Bagikan

Berita Terbaru

Purbaya Harus Tahu, Yield SBN Tinggi Akibat Risiko Investasi & Disiplin Fiskal Kendor
| Senin, 30 Maret 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Harus Tahu, Yield SBN Tinggi Akibat Risiko Investasi & Disiplin Fiskal Kendor

Tingginya yield SBN menandakan harga obligasi sedang turun dan persepsi risiko dalam negeri  meningkat.

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik
| Senin, 30 Maret 2026 | 10:48 WIB

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik

Melihat kecenderungan ini, sudah saatnya politik dan geopolitik menjadi salah satu pertimbangan bisnis keberlanjutan. 

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank
| Senin, 30 Maret 2026 | 09:15 WIB

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank

Masyarakat cenderung makin berhati-hati dalam mengambil komitmen pembiayaan jangka panjang, seperti KPR dan KKB.

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA

Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba bersih 2026 DRMA bakal terbang sekitar 23,46% menjadi di kisaran Rp 805 miliar.

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:03 WIB

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua

Memasuki kuartal II-2026, pundak investor dalam negeri menanggung sentimen negatif. Sentimen apa saja yang harus diawasi market?

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife

Laba bersih PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada 2026 diperkirakan mampu melonjak ke angka US$ 94 juta.

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:43 WIB

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini

Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam menjadi sentimen negatif, di tengah kekhawatiran  supply serta dampak kenaikan harga energi ke inflasi

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:30 WIB

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA

Harga batubara menguat tajam di atas US$ 140 per ton pada Jumat pekan lalu, mendekati level tertingginya sejak Oktober 2024.

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:22 WIB

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari faktor domestik, persepsi terhadap risiko fiskal, kenaikan CDS dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi pemberat bursa saham.

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:12 WIB

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai

Permintaan gadai naik untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran.                                 

INDEKS BERITA

Terpopuler