Laba Bersih MDKA Semester I-2022 Terbang 1.549 Persen Menjadi US$ 96,79 Juta

Senin, 12 September 2022 | 10:18 WIB
Laba Bersih MDKA Semester I-2022 Terbang 1.549 Persen Menjadi US$ 96,79 Juta
[ILUSTRASI. Aktivitas alat berat di area penambangan emas Tujuh Bukit milik PT Bumi Suksesindo (BSI) di Banyuwangi Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). KONTAN/Carolus Agus Waluyo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pertumbuhan kinerja yang ciamik di semester I-2022. Pendapatan usahanya melambung ratusan persen. Laba bersihnya malah terbang ribuan persen.

Pertumbuhan kinerja yang signifikan ditopang oleh melambungnya nilai ekspor di segmen penjualan emas, perak, katoda, tembaga dan feronikel.

Berdasar laporan keuangan per 30 Juni 2022 yang dipublikasikan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/9), MDKA membukukan pendapatan usaha US$ 341,40 juta. Pertumbuhannya mencapai 152,11% secara tahunan (year-on-year).

Penjualan di segmen emas, perak, katoda, tembaga dan feronikel ke pasar ekspor masih menjadi penyumbang utama pendapatan MDKA. Kontribusinya sebesar US$ 304,82 juta, atau mencapai 89,28% dari total pendapatan usaha MDKA di semester I-2022.

Baca Juga: Incar Penjualan 2022 Tumbuh 20%, Begini Strategi Garuda Metalindo (BOLT)

Precious Metals Global Markets (HSBC) tercatat sebagai pembeli terbesar komoditas tambang yang dihasilkan MDKA. Nilainya mencapai US$ 145,70 juta, tumbuh 86,86% secara tahunan. 

Sementara penjualan ke Mitsui & Co. Ltd., melonjak 189,82% secara tahunan menjadi US$  49,21 juta.

Hong Kong Rui Po Limited tercatat sebagai pembeli anyar produk MDKA lantaran baru tercatat di semester I-2022. Nilainya mencapai US$ 42,17 juta.

 

 

Proyek Tujuh Bukit masih menjadi andalan MDKA dalam mengeduk pendapatan. Dari proyek ini MDKA meraup pendapatan bersih US$ 146,92 juta. Disusul proyek Wetar sebesar US$ 99,04 juta dan Proyek Nikel yang pendapatan bersihnya mencapai US$ 94,12 juta.

Dus, MDKA berhasil membukukan laba kotor US$ 104,41 juta, menjulang 267,46% secara tahunan.

Sedangkan laba bersihnya terbang 1.549,51 persen secara tahunan menjadi US$ 96,79 juta. Walhasil, laba per saham dasar MDKA naik dari US$ 0,0003 di semester I-2021 menjadi US$ 0,0041 di paruh pertama 2022.

Bagikan

Berita Terbaru

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% Ditopang Industri Pengolahan & Jasa, Tambang Pemberat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 5,03%.

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 13:55 WIB

Tertekan Aturan Impor Pakan, Saham Poultry Masih Layak Diperhatikan

Perubahan aturan impor bahan baku pakan ternak, berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada margin industri perunggasan.

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:17 WIB

Hai MSCI, Upaya Pembenahan di BEI Tak Menyentuh Persoalan Krusial nan Kontroversial

UMA, suspensi, dan PPK tidak pernah disertai penjelasan substantif mengenai jenis anomali, tingkat risiko, atau parameter yang dilanggar.

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan
| Kamis, 05 Februari 2026 | 10:02 WIB

Jika Kenaikan Free Float 15% Diterapkan, Ada 267 Emiten Tak Bisa Penuhi Ketentuan

BEI menegaskan, jika kenaikan free float 15% diterapkan, ada 267 emiten yang belum bisa memenuhi ketentuan.​

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:49 WIB

Investor Mulai Melirik Saham Berbasis Fundamental

Prospek emiten penghuni indeks LQ45 dinilai cukup positif seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Ada Peringatan dari Bank Dunia, Simak Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini, Kamis (5/2)

Bank Dunia yang menilai, Indonesia berisiko sulit keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:27 WIB

Harga Minyak Mentah Naik, Emiten Siap Pacu Kinerja

Dalam sebulan terakhir, harga minyak mentah jenis WTI dan Brent melejit hampir 10%. Ini jadi sentimen positif bagi prospek kinerja emiten migas.

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:20 WIB

Penjualan Emas Tahun 2025 Turun, Kinerja Aneka Tambang (ANTM) Tertolong Bisnis Nikel

Kendati volume produksi dan penjualan emas merosot pada 2025, segmen nikel dan bauksit PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami pertumbuhan tinggi. 

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham
| Kamis, 05 Februari 2026 | 09:10 WIB

Alokasikan Total Dana Jumbo, Empat Emiten Prajogo Menggelar Buyback Saham

Dari keempat emiten Grup Barito tersebut, TPIA dan BREN mengalokasikan dana paling jumbo untuk buyback saham, yakni masing-masing Rp 2 triliun.

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)
| Kamis, 05 Februari 2026 | 08:59 WIB

Edwin Soeryadjaya Tambah Kepemilikan Saham di Saratoga (SRTG)

Total dana yang dikucurkan Edwin dalam transaksi tersebut Rp 2,47 miliar. Nilai transaksi pertama Rp 796,09 juta dan kedua Rp 1,68 miliar. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler