Laju Mata Uang Asia Terganjal Keputusan The Fed

Selasa, 26 Maret 2024 | 06:15 WIB
Laju Mata Uang Asia Terganjal Keputusan The Fed
[ILUSTRASI. Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah kehilangan tajinya. Kemarin, rupiah berada mendekati level terlemah sejak awal tahun 2024 yang berada di posisi Rp 15.800 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini berbeda arah dengan rencana The Fed yang menegaskan jika akan memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) di tahun ini. 

Para analis menilai, rencana penurunan suku bunga The Fed seharusnya membuat mata uang di Asia, termasuk rupiah, menguat. Nyatanya,  Senin (25/3), rupiah melemah sebesar 0,11% dari hari sebelumnya. Hal ini membuat rupiah berada di level terlemah sejak 25 Januari 2024.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Peluang dan Risiko Saham Valuasi Rendah

Tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat sejumlah saham kini diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) di bawah rata-rata. 

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Paradoks Saham DSSA: Saat Minat Asing Bertabrakan dengan Tipisnya Order Book di Pasar

Volatilitas DSSA cenderung lebih tinggi dibandingkan saham berkapitalisasi besar lain yang punya basis pemegang saham lebih luas.

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas

Secara nominal, kredit Rp 400 triliun setara sekitar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB)          

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Kinerja Bukalapak Kembali Keok, Penurunan Investasi Menjadi Biang Kerok

Kerugian investasi menekan kinerja PT Bukalapak.com (BUKA), hingga berbalik mencatatkan rugi bersih.

BI Terus Pantau Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BI Terus Pantau Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Level rupiah pada penutupan perdagangan Senin (27/10) melemah 0,3% dibandingkan dengan penutupan Jumat (23/10)

Utang Pemda Dibayangi Risiko Likuiditas
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Utang Pemda Dibayangi Risiko Likuiditas

Batas maksimal kumulatif pembiayaan utang daerah sebesar 0,18% dari proyeksi PDB 2027, naik dari 0,11% dari proyeksi PDB 2026

Bedah Tuntas Akuisisi Tambang Nikel PACK: Nilai Jumbo Versus Kualitas Laba Proforma
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Bedah Tuntas Akuisisi Tambang Nikel PACK: Nilai Jumbo Versus Kualitas Laba Proforma

Meski nilai akuisisi disebut wajar, tak otomatis berarti akuisisi akan menghasilkan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham PACK.

Pemerintah Jaga Target Penerbitan Surat Utang
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Pemerintah Jaga Target Penerbitan Surat Utang

Pemerintah masih memiliki sisa penerbitan SBN sebesar Rp 302 triliun di kuartal IV-2026             

Menanti Laporan Keuangan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (27/10)
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Menanti Laporan Keuangan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa (27/10)

Rilis laporan keuangan kuartal III 2026 yang berpotensi memicu pergerakan sektoral dan seleksi saham berdasarkan kinerja fundamental.

GOLF Memperkuat Fasilitas di New Kuta Golf Bali
| Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:19 WIB

GOLF Memperkuat Fasilitas di New Kuta Golf Bali

PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) membidik potensi pendapatan di luar bisnis lapangan golf dengan mengembangkan kawasan komersil.

INDEKS BERITA

Terpopuler