Lima Tahun Lagi, Orang Super Kaya di Indonesia Diprediksi Melonjak 82%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia diproyeksi menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang super kaya alias ultra high net worth individuals (UNHWI) tercepat di dunia hingga 2031. Laporan The Wealth Report 2026 2026 dari Knight Frank memebeberkan bahwa jumlah individu dengan kekayaan bersih di atas US$ 30 juta di Indonesia diperkirakan melonjak 82% dalam lima tahun, dari yang berjumlah 3.833 orang pada 2026, menjadi 6.966 orang pada tahun 2031.
Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi di dunia, melampaui Arab Saudi dan Polandia yang diproyeksi tumbuh 63% serta Vietnam dan Australia yang sebesar 59%.
Asal tahu saja, posisi Indonesia yang berada di peringkat pertama dari sisi laju pertumbuhan, bukan dari jumlah orang super kaya. Secara absolut, jumlah UNHWI di Indonesia masih berada jauh di bawah negara-negara maju.
Jumlah miliarder di Tanah Air diproyeksikan naik dari 33 orang pada 2026 menjadi 49 orang pada 2031 atau tumbuh sekitar 49%. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dalam pertumbuhan populasi miliarder selama lima tahun ke depan.
Secara global, Knight Frank mencatat populasi UHNWI meningkat dari 551.435 orang pada 2021 menjadi 713.626 orang pada 2026.
Baca Juga: Menakar Efek Pungutan Pajak E-commerce ke Kinerja Global Niaga Digital (BELI)
Dalam kurun lima tahun tersebut, terdapat 162.191 orang baru yang berhasil menembus kekayaan lebih dari US$ 30 juta atau setara rata-rata 89 orang setiap hari. Amerika Serikat masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan orang super kaya dunia, disusul China dan India sebagai mesin pertumbuhan kekayaan global.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa Indonesia mencatat proyeksi pertumbuhan tertinggi.
Josua mengatakan, faktor pertama adalah efek basis yang relatif rendah. Dengan jumlah awal hanya 3.833 orang, tambahan sekitar 3.133 orang hingga 2031 sudah menghasilkan pertumbuhan mencapai 82%.
Kedua, Indonesia sedang berada dalam fase akumulasi kekayaan berbasis aset. Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai sektor, mulai dari komoditas, hilirisasi, properti, sektor keuangan, teknologi, hingga bisnis keluarga yang terus berkembang.
Ketiga, ukuran ekonomi Indonesia yang besar, populasi yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, serta ruang pertumbuhan aset produktif yang masih luas turut membuka peluang lahirnya lebih banyak individu dengan kekayaan sangat tinggi.
“Indonesia memang memiliki potensi akumulasi modal yang besar sehingga menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan orang ultra-kaya tercepat,” ujar Josua saat dihubungi KONTAN, Selasa (7/7).
