Maskapai Penerbangan Meminta Harga Avtur Turun Hingga 10%

Senin, 14 Januari 2019 | 08:05 WIB
Maskapai Penerbangan Meminta Harga Avtur Turun Hingga 10%
[]
Reporter: Febrina Ratna Iskana, Harry Muthahhari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh maskapai penerbangan yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) sepakat menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat (11/1) pekan lalu. Langkah ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat yang memprotes lonjakan tarif pesawat belakangan ini.

Hanya saja, penurunan tarif itu tidak dibarengi dengan penurunan harga avtur yang dijual oleh perusahaan migas pelat merah, yakni PT Pertamina (Persero). Karena itu, INACA meminta Pertamina memangkas harga avtur 10%.

Ketua Umum INACA Ari Askhara meminta regulator dan operator bisa menurunkan harga bahan bakar avtur hingga 10%. Sebab, selama ini avtur merupakan penyumbang pembentukan harga tiket pesawat paling besar.

"Biaya bahan bakar menyumbang sekitar 40% hingga 45% dari cost maskapai penerbangan. Kami juga sudah dapat support dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM, terkait dengan penurunan harga avtur," ungkap Ari, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Selain avtur, komponen lain yang juga memakan banyak ongkos adalah pembiayaan barang modal atau leasing. Maklum saja, proses pembayaran leasing menggunakan dollar Amerika Serikat (AS). "Selain itu, fasilitas terminal atau airport sekitar 2%–10%," pungkas Ari.

Meski harga avtur belum turun, saat ini tarif tiket untuk beberapa rute penerbangan sudah turun. Misalnya rute Jakarta–Denpasar, Jakarta–Jogja, Jakarta-Surabaya, dan Bandung–Denpasar.

Penurunan tarif bakal berlanjut di rute penerbangan domestik lainnya. Menyusul keprihatinan masyarakat atas tingginya tiket dan adanya komitmen positif penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT AirNav dan PT Pertamina, ujar Ari dalam siaran pers, kemarin.

Dari sisi aturan, menurut dia, INACA memastikan penurunan tiket penerbangan itu sesuai koridor regulasi.
Manager External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita menilai harga avtur yang dijual Pertamina sudah kompetitif. Bahkan, harga itu sudah dipatok sesuai kesepakatan bersama dengan maskapai reguler dalam kontrak jangka tertentu.

Harga avtur juga mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS). "Maka ketika harga minyak dunia turun, harga avtur juga mengalami penyesuaian. Jadi prinsipnya, kami yakin harganya kompetitif," jelas dia.

Untuk penerbangan non-reguler, Pertamina akan memberlakukan harga berbeda sesuai kondisi pasar saat itu. Selain itu, ada banyak hal yang mempengaruhi harga avtur selain harga minyak dunia, seperti nilai tukar, biaya distribusi dan supply chain.

Dengan perhitungan komponen itu, harga avtur di tiap bandara pun berbeda. "Sehingga kami harus cermat jika membandingkan harga avtur di satu bandara dengan bandara lain. Karena kondisinya bisa jadi berbeda dan tidak setara," ungkap Arya.

Bagikan

Berita Terbaru

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027

Target penerimaan pajak dalam RAPBN 2027 meningkat 12,1% dari outlook tahun 2026                    

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6%, rekor tertinggi dalam 13 tahun   

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan

Perjalanan Agus Martowardojo menarik karena pernah dipercaya memimpin Bank Mandiri di usia yang masih muda.

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu

Beban bank meningkat seiring ekspansi dan investasi.                                                    

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perlinsos tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal pemerintah pada 2027

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

INDEKS BERITA

Terpopuler