Melejit atau Menjerit?

Jumat, 06 November 2026 | 06:10 WIB
Melejit atau Menjerit?
[ILUSTRASI. Adi Wikanto (KONTAN/Indra Surya)]
Adi Wikanto | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mampu melesat sebesar 5,47%. Angka ini di atas perkiraan para ekonom yang hanya 5,2% dan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya 5,29%. 

Pencapaian ini layak diapresiasi. Namun, apakah pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi tanda bahwa kesejahteraan masyarakat telah meningkat? 

In this economy, masih ditemukan persoalan daya beli di kalangan menengah ke bawah, kualitas pekerjaan, hingga pendapatan rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga yang merupakan penopang terbesar produk domestik bruto (PDB) tumbuh 5,04%. Konsumsi rumah tangga dan menyumbang 51,97% terhadap PDB. Namun, pertumbuhan konsumsi tidak selalu dibaca sebagai tanda penguatan daya beli.

Lihat saja data kinerja emiten ritel. Total pendapatan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) hingga 30 September 2026 sekitar Rp 101 triliun, atau hanya tumbuh 7,1%. Laba bersih pemilik jaringan toko Alfamart pun hanya meningkat 3,79% secara tahunan menjadi Rp 2,4 triliun. Sang kompetitor, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), induk usaha Indomaret malah mengalami penurunan laba sebesar 22,15% menjadi Rp 838,66 miliar.

Ini menjadi salah satu sinyal bahwa pertumbuhan konsumsi belum sepenuhnya diterjemahkan sebagai penguatan penjualan. Apalagi, Indeks Penjualan Riil September 2026 menurut survei Bank Indonesia hanya tumbuh 1,4%. 

Persoalan yang lebih nyata terlihat di pasar kerja. Pada Agustus 2026, jumlah pekerja setengah pengangguran tercatat 12,84 juta orang, bertambah 1,24 juta orang dibandingkan setahun sebelumnya. Pengangguran terbuka masih mencapai 7,38 juta orang. 

Lalu, siapa penikmat pertumbuhan ekonomi? Ketika pendapatan sebagian rumah tangga tertahan, manfaat ekspansi ekonomi berisiko lebih banyak terkonsentrasi pada kelompok dan sektor tertentu.

Karena itu, pemerintah wajib memperbaiki kualitas pertumbuhan ekonomi agar sejalan dengan indikator lain mulai dari penciptaan pekerjaan formal, peningkatan upah riil, penguatan industri, dan pemerataan pendapatan. 

Apa artinya ekonomi tumbuh tinggi jika di sekitar kita ada kabar pasangan suami istri yang membunuh buah hatinya karena ketakutan tak bisa membiayai hidupnya.

Bagikan

Berita Terbaru

Target Harga Saham Bank Kompak Dipangkas, Bagaimana Prospek BMRI, BBCA dan BBRI?
| Jumat, 06 November 2026 | 07:10 WIB

Target Harga Saham Bank Kompak Dipangkas, Bagaimana Prospek BMRI, BBCA dan BBRI?

Risiko utama muncul dari kombinasi tekanan biaya pendanaan, penurunan nilai portofolio surat berharga, serta potensi memburuknya kualitas kredit.

Efisiensi Dongkrak Kinerja Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)
| Jumat, 06 November 2026 | 06:30 WIB

Efisiensi Dongkrak Kinerja Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) hadapi tantangan daya beli dan hambatan realisasi ekspansi toko 

IHSG Merosot, Kinerja Reksadana Saham dan Campuran Layu
| Jumat, 06 November 2026 | 06:15 WIB

IHSG Merosot, Kinerja Reksadana Saham dan Campuran Layu

Return reksadana saham turun paling dalam hingga 10,62% secara bulanan (mom) per Oktober 2026. Reksadana campuran juga terkoreksi 5,83% mom. 

BGN Membatasi Biaya Operasional Dapur MBG
| Jumat, 06 November 2026 | 06:14 WIB

BGN Membatasi Biaya Operasional Dapur MBG

BGN mengubah skema insentif fasilitas SPPG. Jika sebelumnya  insentif tetap senilai Rp 6 juta per hari, kini ditetapkan Rp 2.000 

Melejit atau Menjerit?
| Jumat, 06 November 2026 | 06:10 WIB

Melejit atau Menjerit?

In this economy, masih ditemukan persoalan daya beli di kalangan menengah ke bawah, kualitas pekerjaan, hingga pendapatan rumah tangga.

Kontraktor Mencermati Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
| Jumat, 06 November 2026 | 06:10 WIB

Kontraktor Mencermati Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Di tengah ketidakpastian harga material dan nilai tukar, TOTL memperhatikan aspek komersial dan ketentuan kontraktual pada proyek berjalan, 

Jokowi Menunjukkan Ijazah S1 UGM
| Jumat, 06 November 2026 | 06:06 WIB

Jokowi Menunjukkan Ijazah S1 UGM

 Jokowi menunjukkan seluruh ijazah miliknya, mulai tingkat sekolah dasar hingga sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Rupiah pada Jumat (6/11) Menanti Data Ekonomi
| Jumat, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Rupiah pada Jumat (6/11) Menanti Data Ekonomi

Setelah empat hari berturut-turut mengalami koreksi, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (5/11).

Ujian Penerapan Satu Data Terletak pada Koordinasi
| Jumat, 06 November 2026 | 05:58 WIB

Ujian Penerapan Satu Data Terletak pada Koordinasi

Akses data dalam Satu Data Indonesia akan diatur ketat berdasarkan klasifikasi kerahasiaannya dalam peraturan turunannya

Kualitas Status Pekerja Menjadi Sorotan
| Jumat, 06 November 2026 | 05:55 WIB

Kualitas Status Pekerja Menjadi Sorotan

Jumlah pengangguran menurun, tapi daya beli pekerja masih mengalami tekanan                         

INDEKS BERITA

Terpopuler