Menanti Arah Bunga Acuan

Senin, 14 September 2026 | 06:10 WIB
Menanti Arah Bunga Acuan
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan ini, sejumlah bank sentral utama dunia menggelar pertemuan menentukan arah suku bunga acuan. Ada Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), Bank Sentral Inggris (Bank of England) dan juga Bank Sentral Jepang (Bank of Japan). Sementara, Bank Indonesia (BI) baru akan menggelar Rapat Dewan Gubernur pada pekan depan, 22-23 September 2026. Sepertinya BI menunggu keputusan The Fed.

Yang terang, perhatian pelaku pasar sudah tentu tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar 15-16 September 2026. FOMC adalah komite di dalam Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) yang bertugas mengatur kebijakan moneter, termasuk menentukan suku bunga acuan.

Kenapa membetot perhatian? Sebab, ada yang berbeda menjelang pertemuan bank sentral untuk menentukan suku bunga ini. Yakni, harga minyak mentah dunia yang belakangan melambung di atas US$ 100 per barel.

Lonjakan harga minyak akibat memanasnya situasi di Timur Tengah buntut perang AS-Iran tersebut, bakal menyulut inflasi tinggi. Dan data inflasi terbaru AS sudah memberi sinyal itu. Data inflasi AS di bulan Agustus 2026 yang dirilis pekan lalu, tercatat mencapai 3,4% secara tahunan. Jauh dari target The Fed yang cuma 2%.

Dus, probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan September ini semakin meningkat. Ditambah lagi, pergerakan yield US Treasury yang merembet naik mendekati level 5% pada akhir pekan lalu, level tertinggi sejak Oktober 2023. Makin mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di pekan ini.

Menurut data terbaru LSEG, para trader meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan bulan ini. Probabilitasnya naik menjadi 86,8% dari 67,5% sebelum data terbaru inflasi AS dirilis.

Sebagai gambaran, suku bunga The Fed saat ini ada dikisaran 3,50%–3,75%. Bunga The Fed ini tak berubah sejak Desember 2025. Bank Sentral Jepang (BOJ) juga diprediksi akan mengerek suku bunga menjadi 1,25% dari saat ini 1%. Bila jadi naik, ini merupakan suku bunga tertinggi BOJ dalam 31 tahun.

Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) sudah lebih dulu menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,5% pada Kamis pekan lalu.

Tapi lagi-lagi, pasar tetap menanti keputusan The Fed. Mungkin bukan keputusan gampang bagi Kevin Warsh, Ketua The Fed yang merupakan pilihan Donald Trump. Apalagi, Trump tetap mendesak bunga The Fed diturunkan.

Andai bunga The Fed naik pekan ini, siap-siap era pengetatan moneter datang lagi dan dampaknya mungkin akan menekan ekonomi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Haji Berkelanjutan
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:02 WIB

Haji Berkelanjutan

Dana yang dikelola hari ini bukan hanya untuk jemaah yang berangkat pada 2027, melainkan juga untuk calon jemaah yang masih menunggu giliran.

Risiko Margin Tetap Mengintai PGAS
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Risiko Margin Tetap Mengintai PGAS

PT Perusahaan Gas negara Tbk (PGAS) berupaya mengamankan pasokan baru dan memperluas pelanggan untuk mendorong kinerja

Tekanan pada Valas Asia  Masih Belum Mereda
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Tekanan pada Valas Asia Masih Belum Mereda

Tekanan terhadap valuta asing Asia diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek, di tengah tingginya yield US Treasury dan penguatan dolar AS. 

Bank Kejar Bersih-Bersih Kredit Bermasalah
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Bank Kejar Bersih-Bersih Kredit Bermasalah

Bank mempercepat penyelesaian kredit bermasalah untuk memperbaiki kualitas aset dan profit.              

Fintech Bakal Wajib Bentuk Pooling Funds
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Fintech Bakal Wajib Bentuk Pooling Funds

Pembentukan pooling funds bertujuan dalam rangka penyelesaian kerugian yang dialami lender karena kesalahan penyelenggara fintech lending.

Produksi Lokal Mulai Menggantikan Mobil CBU Impor
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Produksi Lokal Mulai Menggantikan Mobil CBU Impor

Tercatat, sepanjang Januari-Agustus 2026 yang lalu, volume impor CBU ada sebanyak  51.321 unit. Itu artinya turun 47,8% secara tahunan 

Bank Genjot Transaksi Travel Fair
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:57 WIB

Bank Genjot Transaksi Travel Fair

PT Bank Mega Tbk dan PT Bank HSBC Indonesia misalnya, mulai mencuri start travel fair pada Oktober ini. 

Koperasi Mulai Mengusik Bisnis Payroll Bank Daerah
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:54 WIB

Koperasi Mulai Mengusik Bisnis Payroll Bank Daerah

Wacana koperasi ikut menyalurkan gaji PNS dan membayar pensiun mulai membuat bank pembangunan daerah (BPD) perlu pasang mata.

IHSG Akan Menguji 6.000 Jelang Akhir Pekan (9/10), Intip Prediksi Analis
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:50 WIB

IHSG Akan Menguji 6.000 Jelang Akhir Pekan (9/10), Intip Prediksi Analis

IHSG masih tercatat menguat 0,36% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 30,25%.​

Downgrade Lifestyle Mengancam Permintaan Asuransi
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Downgrade Lifestyle Mengancam Permintaan Asuransi

Belakangan ini, banyak warganet membagikan pengalaman pribadi yang terpaksa menurunkan tingkat konsumsi

INDEKS BERITA