Menanti Efek Pemilu Sela AS (Midterm Election) Bagi Lonjakan Harga Bitcoin

Kamis, 05 November 2026 | 05:56 WIB
Menanti Efek Pemilu Sela AS (Midterm Election) Bagi Lonjakan Harga Bitcoin
[ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harapan agar bitcoin kembali menciptakan reli harga jelang akhir tahun, ternyata masih dibayangi ketidakpastian. Pasar masih menunggu hasil dari Pemilu Sela (midterm election) Amerika Serikat pada 3 November 2026 yang berpotensi mempengaruhi regulasi industri kripto.

DI sisi lain lain, kebijakan moneter bank Sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed) justru memberikan sinyal kurang bersahabat untuk aset berisiko. Bitcoin sendiri masih bergerak fluktuatif di kisaran US$ 80.000, bahkan cenderung tertekan setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% hingga 4,00% di akhir Oktober 2026.

Financial Expert Ajaib Panji Yudha menyatakan, dalam jangka pendek kebijakan moneter The Fed memiliki pengaruh lebih dominan terhadap pergerakan bitcoin dibandingkan dengan hasil Pemilu Sela AS.

Dia sepakat bahwa keputusan The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,75% hingga 4,00% belum tentu menjadi kabar positif bagi pasar kripto. Keputusan tersebut tidak bulat dan terdapat anggota Federa Opena Market Committee (FOMC) yang justru menginginkan kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Lanjutkan Koreksi

"Ada sinyal bahwa arah kebijakan mulai condong hawkish. Pasar pun mulai mengantisipasi skenario tersebut," ujar Panji Yudha saat dihubungi KONTAN, belum lama ini.

Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin ke 4,00 hingga 4,25% pada FOMC 9 Desember mencapai 69,8%, sementara peluang suku bunga ditahan hanya 30,2%. Lalu untuk FOMC 27 Januari 2027, pasar memperkirakan suku bunga bertahan di 4,00 hingga 4,25% dengan probabilitas 59,4%.

Artinya, alih-alih pelonggaran, pasar kini bersiap menghadapi pengetatan di akhir tahun, kondisi yang secara historis kurang bersahabat bagi aset berisiko seperti bitcoin.

Panji mengamati pula dari arus dana institusi. ETF spot bitcoin mencatat net outflow US$ 515 juta sepanjang Oktober, berbalik dari inflow US$ 2,65 miliar di September, dan menjadi outflow bulanan pertama sejak Juni.

Total aset kelolaan ETF pun turun ke US$ 98,14 miliar, kembali di bawah US$ 100 miliar untuk pertama kalinya sejak Agustus. Bitcoin sendiri menutup Oktober dengan koreksi 7,32% dan pengaruh Pemilu Sela lebih bersifat sentimen jangka pendek.

Dia sependapat dengan Grayscale bahwa hasil pemilu hanya berdampak di pinggiran. Dukungan terhadap kripto pun kini bersifat lintas partai, terlihat dari pengesahan GENIUS Act secara bipartisan, sementara AS hanya menyumbang sekitar 15 hingga 20% aktivitas kripto global.

Jika Partai Demokrat menguasai Kongres sesuai proyeksi pasar prediksi, risiko utamanya adalah melambatnya pembahasan regulasi struktur pasar kripto, bukan perubahan arah industri.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Penyadapan terhadap Prabowo Kategori Makar
| Kamis, 05 November 2026 | 06:47 WIB

Penyadapan terhadap Prabowo Kategori Makar

Kebocoran data penting pemimpin tertinggi bisa berimbas buruk pada kedaulatan negara dan membahayakan keselamatan pimpinan negara,

Sentimen Domestik Bayangi Arah IHSG
| Kamis, 05 November 2026 | 06:46 WIB

Sentimen Domestik Bayangi Arah IHSG

Kasus penyadapan presiden menambah sentimen negatif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal tahun 2026, IHSG masih longsor 43,10%.

Lesunya Daya Beli Ancam Sektor Ritel
| Kamis, 05 November 2026 | 06:16 WIB

Lesunya Daya Beli Ancam Sektor Ritel

Pertumbuhan kinerja emiten ritel pada kuartal III-2026 belum mencerminkan pemulihan konsumsi secara merata

Dampak Pemilu Sela AS
| Kamis, 05 November 2026 | 06:13 WIB

Dampak Pemilu Sela AS

Laju penguatan IHSG pada Selasa (4/11) cukup dipengaruhi oleh sentimen global, terutama hasil pemilu sela di Amerika Serikat (AS).

Sanksi OJK Harus Mampu Timbulkan Efek Jera
| Kamis, 05 November 2026 | 06:10 WIB

Sanksi OJK Harus Mampu Timbulkan Efek Jera

Selain melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran, regulator harus konsistensi melakukan pengawasan di pasar modal

Menanti Efek Pemilu Sela AS (Midterm Election) Bagi Lonjakan Harga Bitcoin
| Kamis, 05 November 2026 | 05:56 WIB

Menanti Efek Pemilu Sela AS (Midterm Election) Bagi Lonjakan Harga Bitcoin

Jika melihat data historis, bitcoin mencatat kenaikan rata-rata sekitar 53,7% dalam 12 bulan setelah tiga Pemilu Sela AS.

Pebisnis Hotel Siap Sambut Nataru
| Kamis, 05 November 2026 | 05:25 WIB

Pebisnis Hotel Siap Sambut Nataru

Pebisnis hotel optimistis tingkat okupansi Nataru tahun ini dapat lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu.

Jurus Bank Menjaga Margin Kala Dana Makin Mahal
| Kamis, 05 November 2026 | 05:25 WIB

Jurus Bank Menjaga Margin Kala Dana Makin Mahal

Biaya dana yang meningkat menekan pertumbuhan NII perbankan. Bank pun memperkuat dana murah dan efisiensi untuk menjaga margin

Jangan Asal Serok Saham Bank Agar Tidak Terjerat Value Trap
| Kamis, 05 November 2026 | 05:25 WIB

Jangan Asal Serok Saham Bank Agar Tidak Terjerat Value Trap

Saham perbankan kian murah setelah terkoreksi tajam. Namun, diskon valuasi belum tentu menjadi peluang beli di tengah tingginya risiko sektor

OJK Bakal Kelompokan Pemain Fintech
| Kamis, 05 November 2026 | 05:20 WIB

OJK Bakal Kelompokan Pemain Fintech

Regulator akan membagi fintech lending ke dalam empat tier berdasarkan sejumlah indikator seperti tingkat kesehatan dan pinjaman ke UMKM.

INDEKS BERITA