Mencermati Aksi Korporasi dan Strategi Bertahan MPPA di Awal Tahun 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 13:00 WIB
Mencermati Aksi Korporasi dan Strategi Bertahan MPPA di Awal Tahun 2026
[ILUSTRASI. Matahari Putra Prima (MPPA) Buka Gerai Baru Hyfresh di Istana Plaza Bandung (Dok/LMI)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Baru mengawali tahun 2026, emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sudah menempuh beberapa aksi bisnisnya. Jelang akhir Februari 2026 ini, MPPA sudah mengeluarkan informasi laporan keuangannya untuk tahun buku 2025, melakukan penambahan penyertaan modal untuk anak usahanya PT Super EKonomi Retailindo (SER), serta yang terbaru, .memborong lahan senilai Rp 780 miliar melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD VII) alias rights issue.

Dari sisi hasil kinerja yang dicatatkan sepanjang 2025, MPPA masih mengantongi rugi bersih yang membengkak 28,85% year on year (YoY) di angka Rp 152,19 miliar. Pada pos pendapatan, MPPA mencatat peningkatan penjualan bersih tipis sebesar 1,93% YoY di angka Rp 7,25 triliun dari angka Rp 7,11 triliun di tahun 2024.

Lalu pada Januari 2026 lalu, MPPA juga telah melakukan penambahan penyertaan modal kepada anak usahanya PT Super Ekonomi Retailindo (SER), pemegang merek ritel Toko Mama, senilai Rp 46,65 miliar. Penambahan modal dilakukan dengan modal internal sehingga modal yang ditempatkan MPPA ke pengendali Toko Mama bertambah Rp 5 miliar menjadi Rp 51,65 miliar.

Baca Juga: Matahari Putra Prima (MPPA) Rancang Rights Issue, Siap Terbitkan 24 Miliar Saham Baru

Dikutip dari keterbukaan perusahaan, dana injeksi ini telah mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan secara menyuluruh, termasuk posisi kas, arus kas operasional, serta kewajiban keuangan perseroan baik jangka pendek maupun panjang.

SER sendiri didirikan pada 11 Maret 2025 dan menjadi toko ritel yang didirikan dekat pemukiman. Gerai yang dibangun dekat dengan pemukiman ini juga diyakini perseroan bisa menyediakan kebutuhan lebih detail sesuai dengan kebutuhan kawasan yang dilayani.

"Meningkatnya segmen konsumen yang berorientasi pada harga, mendorong kebutuhan akan solusi ritel yang dekat, praktis, dan terjangkau dengan diferensiasi dibandingkan dengan minimarket baik dari sisi ragam produk, nilai yang ditawarkan serta pengalaman berbelanja," papar perseroan.

Lalu yang terbaru, MPPA juga berencana membeli enam tanah senilai total Rp 780 miliar. Guna melancarkan aksi ini, MPPA lakukan PHMETD dengan menerbitkan 24 miliar saham baru dan menetapkan harga pelaksanaan sebesar rp 50 per saham. Dengan begitu, jika semua saham terserap pasar, maka MPPA berpotensi meraup dana segar mencapai Rp 1,2 triliun. Adapun pemegang saham pengendali, PT Multipolar Tbk (MLPL) menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya pada PMHMETD VII ini.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Dapat Restu RUPST, DSNG Tebar Dividen Rp 498 Miliar
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:48 WIB

Dapat Restu RUPST, DSNG Tebar Dividen Rp 498 Miliar

Pembagian dividen ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar DSNG pada Selasa (9/6). ​

Minta Restu RUPSLB, LOPI Berencana Private Placement
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB

Minta Restu RUPSLB, LOPI Berencana Private Placement

Dalam private placement, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) akan menerbitkan saham baru maksimal 110 juta saham.

Pradiksi Gunatama (PGUN) Incar Pertumbuhan Laba dan Siap Memenuhi Free Float
| Rabu, 10 Juni 2026 | 12:39 WIB

Pradiksi Gunatama (PGUN) Incar Pertumbuhan Laba dan Siap Memenuhi Free Float

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membidik pertumbuhan kinerja di tahun 2026. PGUN juga bersiap memenuhi batas minimum free float.

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas
| Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB

Menilik Efek Dibentuknya Badan Ekspor ke Emiten Logistik Komoditas

Sebagai badan yang akan mengkoordinasi ekspor batubara, CPO dan ferro alloy, DSI akan memanfaatkan infrastruktur logistik yang terintegrasi.

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:50 WIB

Investasi Bisnis Berjalan Lancar, Kinerja Energi Mega Persada (ENRG) Moncer

Realisasi kinerja kuartal I-2026 mencerminkan kondisi portofolio yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG )berjalan dengan baik.

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:45 WIB

Saham Emiten Bahan Baku Masih Layu

Penurunan harga saham emiten bahan baku jadi bandul pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:38 WIB

Utang Negara dan Ujian Keberlanjutan

Dalam fiskal, bahaya sering tidak datang seperti badai yang menghantam tiba-tiba. Ia datang seperti rembesan air di dinding rumah kita.

Pereda Nyeri Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:32 WIB

Pereda Nyeri Rupiah

Kita tidak bisa menutup mata, efektivitas langkah otoritas moneter menjaga rupiah kerap tumpul lantaran tak dibarengi dukungan otoritas fiskal.

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup
| Rabu, 10 Juni 2026 | 09:07 WIB

Memastikan Jumlah Cadangan Devisa Cukup

BI secara berkala mengukur kecukupan cadangan devisa menggunakan indikator internasional yang ditetapkan IMF

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah
| Rabu, 10 Juni 2026 | 08:57 WIB

Fiskal Juga Perlu Jadi Amunisi Perkuat Rupiah

Sepanjang 2026 hingga Mei, BI telah menaikkan suku bunga acuan hingga 75 bps                        

INDEKS BERITA

Terpopuler