Mencermati Aksi Korporasi dan Strategi Bertahan MPPA di Awal Tahun 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Baru mengawali tahun 2026, emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sudah menempuh beberapa aksi bisnisnya. Jelang akhir Februari 2026 ini, MPPA sudah mengeluarkan informasi laporan keuangannya untuk tahun buku 2025, melakukan penambahan penyertaan modal untuk anak usahanya PT Super EKonomi Retailindo (SER), serta yang terbaru, .memborong lahan senilai Rp 780 miliar melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD VII) alias rights issue.
Dari sisi hasil kinerja yang dicatatkan sepanjang 2025, MPPA masih mengantongi rugi bersih yang membengkak 28,85% year on year (YoY) di angka Rp 152,19 miliar. Pada pos pendapatan, MPPA mencatat peningkatan penjualan bersih tipis sebesar 1,93% YoY di angka Rp 7,25 triliun dari angka Rp 7,11 triliun di tahun 2024.
Lalu pada Januari 2026 lalu, MPPA juga telah melakukan penambahan penyertaan modal kepada anak usahanya PT Super Ekonomi Retailindo (SER), pemegang merek ritel Toko Mama, senilai Rp 46,65 miliar. Penambahan modal dilakukan dengan modal internal sehingga modal yang ditempatkan MPPA ke pengendali Toko Mama bertambah Rp 5 miliar menjadi Rp 51,65 miliar.
Baca Juga: Matahari Putra Prima (MPPA) Rancang Rights Issue, Siap Terbitkan 24 Miliar Saham Baru
Dikutip dari keterbukaan perusahaan, dana injeksi ini telah mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan secara menyuluruh, termasuk posisi kas, arus kas operasional, serta kewajiban keuangan perseroan baik jangka pendek maupun panjang.
SER sendiri didirikan pada 11 Maret 2025 dan menjadi toko ritel yang didirikan dekat pemukiman. Gerai yang dibangun dekat dengan pemukiman ini juga diyakini perseroan bisa menyediakan kebutuhan lebih detail sesuai dengan kebutuhan kawasan yang dilayani.
"Meningkatnya segmen konsumen yang berorientasi pada harga, mendorong kebutuhan akan solusi ritel yang dekat, praktis, dan terjangkau dengan diferensiasi dibandingkan dengan minimarket baik dari sisi ragam produk, nilai yang ditawarkan serta pengalaman berbelanja," papar perseroan.
Lalu yang terbaru, MPPA juga berencana membeli enam tanah senilai total Rp 780 miliar. Guna melancarkan aksi ini, MPPA lakukan PHMETD dengan menerbitkan 24 miliar saham baru dan menetapkan harga pelaksanaan sebesar rp 50 per saham. Dengan begitu, jika semua saham terserap pasar, maka MPPA berpotensi meraup dana segar mencapai Rp 1,2 triliun. Adapun pemegang saham pengendali, PT Multipolar Tbk (MLPL) menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya pada PMHMETD VII ini.
