Menimbang Peluang Cuan Pembagian Dividen Pekan Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 05:10 WIB
Menimbang Peluang Cuan Pembagian Dividen Pekan Ini
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lima emiten akan menebar dividen interim dengan jadwal cum date pekan ini. Yang terdekat ada PT Indosat Tbk (ISAT) yang bakal membagi dividen Rp 1.748,27 per saham dengan cum date hari ini (6/12).

Selain itu, ada PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), PT Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) yang juga akan membagi dividen. 

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, yield yang ditawarkan ISAT dan DMAS menarik. Meskipun  begitu, momentum ISAT dan DMAS saat ini lebih cocok untuk trading jangka pendek, terutama investor berfokus pada yield dividen.

divideBaca Juga: Sumber Global Energy (SGER) tebar dividen Rp 21,09 miliar, simak jadwalnya

Khusus untuk ISAT, Okie melihat sektor telekomunikasi ke depan memiliki prospek cukup baik. "Kami melihat ke depan pertumbuhan ekonomi akan terakselerasi dari teknologi dan juga telekomunikasi," kata dia, Minggu (5/12).

Okie menyarankan, pelaku pasar harus siap ada penurunan harga saham setelah mencapai cum date dividen. Biasanya para trader memilih menjual saham sehingga perlu dipertimbangkan kembali jika ingin memanfaatkan momentum pembagian dividen.

Jangka pendek, Okie memperkirakan, support ISAT di Rp 7.475 per saham dengan resistance Rp 8.300. Sementara itu, support DMAS berada di Rp 214 dengan resistance Rp 234 per saham.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani juga meminta investor waspada terhadap perangkap dividen, yakni kondisi harga saham cenderung turun setelah ex date dividen.

Hendriko juga menilai ISAT cocok untuk dijadikan investasi jangka panjang. Begitu juga dengan DMAS. "Saya rasa masih cocok untuk jangka panjang karena kinerja kedua emiten masih bertumbuh ke depan," ujar dia. Secara teknikal, speculative buy ISAT di support Rp 7.500-Rp 7.600. Sementara DMAS, bisa masuk di Rp 220 per saham.

Tapi jika tanpa memperhitungkan yield dividen, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan saham SGER, DMAS, dan EAST. "Buy on weakness untuk ketiga saham tersebut dengan support untuk SGER di Rp 1.090 per saham, DMAS di Rp 206, dan EAST Rp 88. Resistance SGER berada di level Rp 1.475, DMAS Rp 236, dan EAST Rp 93," kata dia. 

Baca Juga: Simak rekomendasi saham emiten-emiten yang menebar dividen interim ini

Bagikan

Berita Terbaru

SAME Mengantongi Fasilitas Kredit Hingga Rp 4 Triliun
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:30 WIB

SAME Mengantongi Fasilitas Kredit Hingga Rp 4 Triliun

Fasilitas pinjaman tersebut berasal dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).

Resmi Melantai di Bursa, EMMI dan BACH Genjot Kinerja
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:24 WIB

Resmi Melantai di Bursa, EMMI dan BACH Genjot Kinerja

Bursa Efek Indonesia kedatangan dua emiten baru, Rabu (8/7). Mereka adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI).​

Bursa Saham Indonesia Bisa Turun Kelas, Pantauan S&P DJI Bikin Pasar Semakin Waswas
| Kamis, 09 Juli 2026 | 09:14 WIB

Bursa Saham Indonesia Bisa Turun Kelas, Pantauan S&P DJI Bikin Pasar Semakin Waswas

Ketidakpastian di pasar saham domestik bertambah usai Indeks S&P Dow Jones memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauannya.

Cari Modal untuk Ekspansi Baru, Emiten Menggelar Rights Issue
| Kamis, 09 Juli 2026 | 08:59 WIB

Cari Modal untuk Ekspansi Baru, Emiten Menggelar Rights Issue

Sejumlah emiten merancang rights issue untuk menghimpun dana guna memperkuat ekspansi baru hingga memperbaiki struktur permodalan.​

Di Balik KMK dan Permendag Batubara, Tekanan Buat Perusahaan Pertambangan Kian Nyata
| Kamis, 09 Juli 2026 | 08:54 WIB

Di Balik KMK dan Permendag Batubara, Tekanan Buat Perusahaan Pertambangan Kian Nyata

DSI diberi kewenangan menentukan margin keuntungan dari proses ekspor tunggal, dengan mengacu pada prinsip kewajaran.

Yield SBN Berpotensi Terus Mendaki di Semester II, APBN Bersiap Tanggung Ongkosnya
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:54 WIB

Yield SBN Berpotensi Terus Mendaki di Semester II, APBN Bersiap Tanggung Ongkosnya

Persaingan SBN dengan instrumen moneter BI, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) belum reda.

Muncul Lagi Sentimen Terjerembab ke Frontier Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:52 WIB

Muncul Lagi Sentimen Terjerembab ke Frontier Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

S&P DJI sebut Indonesia dalam status pemantauan, sehingga berpotensi melorot dari kelompok emerging market menjadi frontier market. ​

Okupansi Hotel Naik 30% di Momen Libur Sekolah
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:44 WIB

Okupansi Hotel Naik 30% di Momen Libur Sekolah

Momentum libur sekolah tahun ini diperkirakan mampu mendongkrak pendapatan dan tingkat hunian hotel lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Aturan Kemasan Rokok Polos Terus Menuai Polemik
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:36 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Terus Menuai Polemik

Pelaku usaha menilai proses penyusunan aturan tersebut belum mengakomodasi masukan para pemangku kepentingan.

Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Catat Kelebihan Permintaan Hingga 709 Kali
| Kamis, 09 Juli 2026 | 07:11 WIB

Jelang IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Catat Kelebihan Permintaan Hingga 709 Kali

PRDL resmi melantai di BEI, menambah pilihan investasi. Pahami prospek dan dampak kehadirannya bagi portofolio Anda sekarang.

INDEKS BERITA

Terpopuler